Selasa, 18 Maret 2014

Menghargai Diri dan Memberi Arti melalui Fashion - For PASSHION

Intro : Bazar buku beberapa hari lalu mempertemukan saya dengan sebuah buku berjudul PASSHION!, yang ditulis oleh designer muslim Ria Miranda, yang menarik dari buku ini dan membuat saya jadi beli adalah, adanya voucher gratis untuk ikut kursus sekolah fashion di ESMOD Jakarta selama 1 bulan, karena penasaran, saya pengen coba ikut seleksinya,, mudah2an termasuk yang lolos, dan salah satu berkasnya saya harus menulis esai tentang How Fashion Can Change Your Life and Your Circle, dan inilah esainya,, 



Menghargai Diri dan Memberi Arti melalui Fashion

Fashion merupakan hal yang special saya senangi sejak lama. Saya pernah bermimpi untuk memiliki butik dan menjadi seorang fashion designer, tetapi saya belum menemukan jalan untuk menuju kesana, saya belum pernah belajar menjahit ataupun belajar tentang fashion sebelumnya, yang selama ini saya lakukan yaitu melihat-lihat trend fashion di majalah-majalah, dan di blog para fashion blogger. Seringkali terbersit sebuah ide yang sepertinya menarik kalau bisa diwujudkan. Tetapi ide tersebut hanya baru bisa mencapai sketsa, belum bisa diwujudkan menjadi wujud pakaian yang nyata.

Sampai akhirnya suatu hari saya ke pameran buku dan menemukan buku PASSHION ini, satu hal yang menarik bagi saya adalah ketika ada kesempatan untuk mengikuti kursus singkat fashion gratis di Esmod, langsung timbul hasrat ingin membeli, meski ternyata setelah saya baca isi bukunya, sangat membuat saya terinspirasi dan kembali menimbulkan gelora semangat untuk menjadi seorang fashion designer. Meski saya menyadari bahwa ada jalan yang panjang dan berliku yang harus dilalui, untuk itulah saya ingin mencoba memulainya sedini mungkin.

Fashion bagi saya pribadi adalah cara saya untuk menghargai diri sendiri, dengan berpenampilan menarik dan indah namun tetap sesuai syariat saya bisa menunjukkan bahwa sorang muslimah juga menyukai keindahan dan fashionable. Adapun jika saya berkesempatan untuk mengikuti kursus singkat ini, itu akan membuat penampilan saya lebih baik, dan lebih menghargai diri saya dengan berpenampilan sesuai, karena setiap wanita adalah cantik, tetapi terkadang sebagian dari mereka kurang menghargai kecantikan dan keindahan dirinya dengan kurang memperhatikan penampilan, termasuk saya saat ini. Dengan mengetahui mengapa fashion itu penting, saya akan menjadi lebih baik dari segi penampilan, dan juga saya bisa melatih kreativitas dan mengembangkan kemampuan di bidang yang lain di luar bidang yang saya tekuni selama ini. Bidang yang saya tekuni saat ini bukanlah passion saya, karena itu saya ingin mengejar hal yang dapat membuat saya berlama-lama dan betah melihat-lihat blog para fashion designer dan majalah.

Sekitar 2 minggu lalu, saya mengikuti roadshow New Designer dari Scarf Magazine, salah satu pembicaranya adalah Mba Temi Sumarlin, Ghaida Tsurayya dan Kami Idea. Beliau mengatakan bahwa peluang untuk bisnis fashion di Indonesia ini sangat terbuka lebar, tetapi pemainnya masih sedikit dan sangat jarang muncul designer-designer baru, ditambah lagi, dunia fashion Indonesia memiliki visi untuk membuat Indonesia sebagai kiblat Fashion Muslim Dunia 2025. Tetapi kalau pemainnya masih sedikit bagaimana bisa mewujudkan visi tersebut?


Pernyataan itu membuat saya tergugah kembali untuk benar-benar mendalami dunia fashion dan menjadi pemain di dalamnya. Apa yang bisa dilakukan selagi usia masih muda, saya akan mencoba untuk melakukannya. Inilah salah satu jalan untuk bisa memberikan arti ataupun manfaat bagi lingkungan dan juga bangsa ini dengan berkarya melalui fashion. Saya membayangkan, alangkah senang jika orang lain menjadi percaya diri dan semangat ketika menggunakan pakaian hasil rancangan saya, dan semangat itu yang akan mempengaruhi hari-hari mereka. J    

Pada dasarnya, saya hanya menyukai hal-hal yang baru, ketika saya melihat ada kesempatan untuk melakukan hal baru, maka saya akan coba melakukannya meski hanya iseng atau serius, tapi yang ini serius, kalaupun ternyata dari hasil coba-coba itu saya tidak diterima, gak masalah, artinya Allah memang tidak atau belum menakdirkan saya di bidang itu, :) 

Minggu, 16 Maret 2014

Isu : Wanita ITB hanya cocok dengan Pria ITB (lagi?)




wow wow wow,
saya juga kaget pas dengernya,,
konon nyatanya, cewek-cewek ITB cuman cocok dengan cowok ITB lagi, atau yg masih sejenis lah UI dan UGM, sedangkan cowok ITB bisa sama cewek dari univ mana aja,

WHYY? KENAPAAA?? Sebuah pertanyaan besar juga muncul di otak saya,, sepertinya sedikit tidak adil bukan bagi cewek2 ITB ini? tapi,, inilah,,
mau tau kenapa?? mau tau apa tau bangeeet? haha
jadi gini,, ternyata ini soal cara pikir, dan gaya hidup/kebiasaan, setidaknya ada 2 alasan yang saya baru tau,,

PERTAMA konon nyatanya, semua mahasiswa di ITB, entah itu cowok atau ceweknya dilatih buat berpikir rasional, right? jadi, ini membuat si cewek2 ITB pada berpikir rasional dan kritis, gak bisa asal disuruh2, pun nanti sama suaminya sendiri.. wow ngeri juga bree.. nah itu dia, jd salah satu alasannya supaya kalo sama2 ITB bisa saling mengerti dan memahami, Are You Agree? klo menurut saya sih tergantung orangnya, mau itu orang ITB atau bukan tp kalo bisa ngerti mungkin gpp kali yaaa,,

tapi sejujurnya dengan berpikir rasional, kita cm gamau disuruh tanpa alasan dan tujuan yang jelas, karena pola pikirnya udah dibentuk begono dari selama di kampus,, bikin jurnal praktikum atau laporan aja pasti ada background, tujuan, tinjauan pustaka, sama kesimpulan, bahkan pembahasan, wuh banyak banget,

pokoknya semua harus ada dalilnya, dasarnya, alasannya, bahkan soal percintaan juga harus rasional, meski kadang2 cinta tak kenal logika-lagu siapa ya itu? lupa, hhe.. ah saya juga ga ngerti, karena perasaan2 aneh suka muncul sama orang jarang ketemu, jarang kontak, itu kan gak logis, logikanya kalo makin sering ketemu, makin sering interaksi, akan muncul perasaan suka itu wajar,, ya ya ya cinta tiada logika itu saya akui ada, tapi masih belum bisa terima dasar dan alasannya,,

KEDUA, bukan hanya pola pikir rasional tapi juga gaya hidup/style anak ITB yg rata-rata penyibuk semua, alias ga betah diem, betahnya punya aktivitas banyak, ini akan berabe jika cewek ITB dapet orang non ITB yg gak ngerti bahwa ceweknya suka sibuk beraktivitas tapi malah disuruh diem di rumah, wah itu bakal jadi masalah,, bukannya cwnya gak taat sama suami, tapi suami yg harus ngerti kesibukan istrinya sebelum menikah saat masih kuliah seperti apa, jadi ya lebih kepada pengertian dan saling memahami aja sih, logikanya, dengan asal dari univ yang sama, kultur yang sama, akan lebih mudah untuk mengerti..

Intinya yang bisa saya coba simpulkan adalah,,
ketika sudah menikah, tentu saja setiap wanita akan jadi tanggung jawab suaminya dan harus taat, tapii di sisi lain, wanita juga punya potensi lebih, apalagi kami, bukan hanya mahasiswi ITB aja sebenernya, kami para wanita ini punya potensi yang harus tetap kami kembangkan, pun setelah kami menikah.. kami hanya tidak ingin menjadi budak yang serta merta disuruh begitu saja, diperlakukan sewenang-wenang, justru kami mencoba untuk berpikir rasional supaya bisa setara dan menjadi teman diskusi yang baik serta bisa sama-sama menyelesaikan masalah yang terjadi, juga kami hanya ingin tetap punya kesempatan untuk terus mengembangkan diri dan potensi diri kami, kami juga punya tanggung jawab terhadap masyarakat, bukan hanya kepada keluarga,

so, cowok2 mengertilah, saya harap bukan hanya cowok ITB aja yg bisa ngerti, supaya kami cewek2 ITB juga bisa punya kesempatan yang sama kayak cowok2 ITB.. hehe,,

ini hanya opini dr isu yg saya tahu, mungkin ada juga yg pernah denger isu ini ya, :D semoga menghibur breee,, atau ada juga pendapat lain? monggooo,,

Tes Pendahuluan Kerja di PT Paragon Technology Innovation


Dear All, My blog reader hehe, makasiiih pisan udah mau sempet2nya baca blog saya, mudah2an ada manfaatnya yaaa..

Saya mau sedikit cerita nih tentang hari ini yang seru dan banyak ilmu Insya Allah,
Mulai dari pagi tadi sempet ngecharge hati dulu dengan ikut mentoring, huaaaa, senangnyaaa..
abis itu ke pasar simpang buat beli bahan danusan besok, aaaah senangnya juga ada pesenan, Alhamdulillah,,

Tapi yg pengen saya share banget sekarang adalah,,
ya ya ya! saya ikut seminar, workshop dan tes pendahuluan kerja PT-Paragon,,,
hooo? kenapa fa? bukannya lo mau jd pengusaha? kenapa mau ikut tes pendahuluan kerja dan jadi karyawan dsana?

tunggu breee,, justru inilah yg pengen saya share, kalo dibilang iseng ya si emang iseng, tapi bukan sekedar iseng, ada niat-niat yang terbersit di hari saat ikut tes ini,, cekit out bree,,

pertama, saya pengen tau aja tes pedahuluan kerja itu kayak gimana, ternyataaaa tes psikotes -_- sama wawancara, tapi seru sih, tetep ada hal baru dari situ,, wawancara tertulis dan dapet souvenir+produk wardah, hehe

kedua, mumpung saya belum lulus, jadi saya masih bisa nih nyari2 tempat kerja, meski setelah lulus nanti udah ga mau nyari kerja lagi dan juga hati pengennya wirausaha aja, tapiii org tua katanya pengen saya kerja dulu setahun dua tahun, jadi ya sudah saya coba aja, mudah2an diterima dan lolos, Amiiin,, jadi nanti pas lulus udah bisa langsung masuk kerja dan sambil tetep merintis bisnis juga, seru deh kayaknyaaa,, :D

Terus, kenapa sih pilihnya PT Paragon? paragon teh salah satu produknya adalah wardah cosmetics broo,, yang punya alumni ITB juga, dan setelah nyimak seminar dan presentasi dari GMnya, waaaah kayaknya lingkungan kerjanya kondusif dan islami,, inilah yg jadi pertimbangan buat nyoba masuk kesana, karenaaa walau bagaimana pun lingkungan itu pentiiiing banget buat diri kita,, meski seperti biasaa laaah ortu nyuruhnya masuk ke pertamina, eeeet,, kalo masuk sana pasti syarat IPK harus gede, belum lagi lingkungan yg mungkin kebanyakan cowo2, aduh gak mau ah, apalagi kalo ke lapangan, ga mau juga, capek, mending di kantor aja,, emang sih gajinya gedeee,, ya kalo mau penghasilan lebih gede mah teteeep sambil bisnis, hehe

Dan kenapa juga sih mau nyoba kerja? saya pengen bangeeeeet belajar dan dapet ilmunya breee,, ya mungkin setahun dua tahun aja cukup untuk menimba ilmu dan pengalaman kerja, saya jg harus ngerasain jd karyawan dulu seenggaknya, sebelum jadi bos, hehe Amiiin,,

Soal tesnya tadi gak susah kok, cuman pas soal bagian angka-angka dan hitungan, hadeeuuuh, nyerah deh, ngasal itu mah, ga ngasal banget sih, soalnya pola-pola angka itu bikin pusing banget, jadi cuman diisi sebisanya,,

Terus pas ditanya mau di posisi apa, saya jawabnya Product development, Brand Development sama Finance, hahaha nekat parah, samasekali ga ada backround di bidang itu, tapi ya namanya juga mau belajar, kalau dikasih kesempatan ada di posisi itu alhamdulillah, kalau pun enggak ya gpp, berarti saya emang gak cocok dan gak dibutuhin disitu,,  saya juga ngisi area penempatannya daerah jakarta aja, lebih deket ke Bogor, tapi kalo emang diterima, saya gak mau bolak balik Bogor Jakarta, capeeeek, apalagi saya cewek, kegencet-gencet di kereta, aduuuuh, cukup deh pengalaman bolak baik Jakarta Bogor malem2, kereta penuh, berdiri sepanjang perjalanan, mending ngkost aja deh, pulangnya tiap week end, lebih irit ongkos dan energi juga kaaaan, haha, itu kalo kondisi belum married sih, kalo udah beda urusan lagi, wkwk,,

naaaah yang menarik di pertanyaan terakhir adalah, berapa gaji yang anda harapkan ketika diterima ? haha, ini nih yg paling sensitif, anak ITB biasanya langsung minta tinggiii,,, kalo saya tadi cuman jawab, "soal gaji saya percayakan sepenuhnya kepada perusahaan sesuai dengan standar posisi yang saya tempati, ada pun jika gaji lebih tinggi itu karena prestasi kerja yang sudah dilakukan, tapi setahu saya gaji untuk fresh graduate sekitar 3-5 juta, dapet 5 juta aja udah alhamdulillah.. "

haha, begitulah saya jawab dengan apa adanya, dengan sejujur2nya, saya gak tau 5 juta itu terlalu kecil atau terlalu besar, tapi itu masih lebih gede dari PNS yang cuman 2,1 juta, hehe
harapannya mah bisa lolos dan diterima,, karena itu tadi, mau belajar dan nurutin orang tua suruh kerja dulu,, ya mudah2an pas lulus bisa langusng kerja sih, jadi ga ada jeda nganggur,, tapi teteeeep selama kerja, tetep merintis bisnis, karena mau gak mau, tetep harus mandiri finansial,, jadi investor aja lah kalo bisa, saya yg ngajuin ide, bantuin bikin sistemnya dan kasih modalnya, biar orang lain yg jalanin, saya tinggal terima bagi hasilnya, hehehe,, asik banget kayaknya,,

Selasa, 11 Maret 2014

Uangku, Hanya untuk Umat.. dan juga negeriku..




Bismillah,,
Santai aja ya bacanya,, :)
Saya cuma mau ngshare sedikit tentang apa yg saya galaukan tentang negeri ini, tentang umat ini..
Adapun semuanya murni opini, kalau ada salah tolong diluruskan yaa..

Uangku, hanya untuk umat dan juga negeriku..
Bicara soal negeri ini, Indonesia, memang, saya tahu bahwa tidak ada istilah nasionalisme dalam Islam, saya juga tidak menganut nasionalisme, perlu digarisbawahi saya tidak menganut nasionalisme..

Bicara soal tanah air, saya mengertiiiii sekali bahwa tanah air saya bukan hanya Indonesia, tetapi setiap bagian bumi mana saja yang di atasnya ada orang Muslim, itulah tanah airku.. Right?

Indonesia, adalah tanah air tempatku lahir, dan juga tanah air Muslim, sebab Indonesia masuk ke dalam negara Muslim terbesar di dunia, dan Indonesia adalah negara yang paling dekat denganku, karena aku hidup di atasnya..

Saya hanya ingin ungkapkan tentang apa yang saya rasakan, yang saya pikirkan..
Saya hanya ingin berbuat sesuatu untuk Indonesia, yang di dalamnya banyaaaak orang muslimnya,
Ironiii banget rasanya bagi saya melihat keadaan Indonesia yang begini, fokus kita ke masalah ekonomi ya..

Saya gak mau bahas lagi tentang kekayaan2 Indonesia, semua orang udah tau! tapi semua orang diem aja kekayaan kita diambil!
Yang saya pengen share, adalah tentang bagaimana kita bisa menempati posisi yang seharusnya kita tempati, well, kita ini gak cocok ada di posisi negara berkembang, harusnya negara maju.. Right?

Kita bisa lihat, bagaimana negara2 berkembang sekarang dianggap ? dihina? dilecehkan? dsb dll? Terlebih bangsa ini sebagian besar muslim, dan bangsa yg maju itu bukan muslim-alias kafir, terus kita dihina sama mereka? apa ikhlas-ikhlas aja? hei! sadar diri! kita ini bangsa kaya, tapi mau dihina?

Saya rasa kita semua sudah menyadari ini sejak lama, merasa juga kan kalau kita ini masih dijajah secara ekonomi? lalu? Apa perlawanan yang kita lakukan?

saya hanya ingin mengajak kepada teman2 sekalian, bukan bermaksud untuk menggurui, bukan!
setidaknya inilah yang baru bisa saya lakukan untuk bisa sama2 saling mengingatkan dan memberikan satu atau dua solusi untuk bangsa yang lebih baik..

Ini berhubungan dengan akan adanya persaingan global, bukan dalam rangka kita menyambut bahagia momen ini ya, tapi lebih kepada melakukan persiapan, dan juga perlawanan untuk menghadapinya..
Setidaknya ada 2 hal yang penting kita lakukan untuk menghadapi persaingan global menurut pemikiran saya, dan plis kalau pemikiran ini salah silakan luruskan, tapi kalau benar silakan diambil dan diamalkan,, semoga bisa jadi amal jariyah buat saya kelak, :)

1. Melakukan pengembangan diri dan menjadi pribadi yang mandiri finansial, dalam artian punya usaha/bisnis. Masing-masing orang membuka dan memiliki usaha sesuai kemampuannya.

2. Hanya membeli produk-produk lokal, dan memperhatikan kemana uang kita dibelanjakan? apakah untuk perusahaan dalam negeri? atau asing?

berikut penjelasan hubungannya..
Kalau kita pribadi terus melakukan pengembangan diri, otomatis kita akan menjadi semakin cerdas Right? ketika kita sudah cerdas, maka kita sadar tentang masalah2 di sekitar, dan sadar bahwa memiliki sebuah usaha itu penting, pun meski passion kita menjadi seorang peneliti, misalnya, tapi sebentulnya hasil dari penelitian kita pun bisa di komersilkan, seperti dipatenkan,, Intinya dari memiliki sebuah usaha supaya kita bisa lebih produktif dan tidak konsumtif..

Lanjut, bukan lagi untuk diupayakan, tetapi benar-benar mewajibkan diri kita sendiri untuk hanya membeli produk yang dihasilkan oleh masyarakat dalam negeri.. Bayangkan aliran uang kita jika : masuk ke kantong orang dalem dibanding masuk ke kantong orang luar.. akan kemana?

Baiknya uang masuk ke kantong orang dalem, adalah uang itu untuk membayar pajak yang akan menjadi devisa negara teruatama untuk bayar hutang, tau gak utang negara kita berapa? kalau dari artikel yg saya dapet, hampir 3000 T, wallu'alam pokoknya banyaaaaaaak banget!, lanjut --> perusahaan asing juga bayar pajak sih, tapi pajak itu cuman beberapa persen aja breh.. sisanya masih banyak dan itu bukan buat kepentingan bangsa kita..

kalau uang keuntungan di orang dalem, bisa buat memajukan usahanya, kalau usaha orang dalem ini maju, bangsa kita otomatis maju, dengan catatan orang dalem ini juga gak membelanjakan uangnya untuk produk asing, nah itu juga kenapa kita wajib sebagai orang dalem yang cerdas dan punya bisnis..

Istilahnya kita bisa sharing kebutuhan yang kita perlukan di lingkaran kita sendiri..
Biarlah produk luar itu gak laku, biarin! justru kenapa sih banyak produk asing masuk sini? ya karena masih ada yg beli breeeh,, coba kalo ga ada yg beli, pasti itu produk bakal ditarik lagi ama perusahaannya..

Jangan mau kita jadi sasaran pasar yang empuk terus buat perusahaan asing, jangan mau!
makin kita konsumtif thd produk asing, makin kita terpuruk breeeh aduuuh..

Sekian saja bree ya yg bisa saya sharing, inilah kegalauan saya sebenarnya sebagai seorang pemuda,
saya sendiri masih terus berjuang untuk menjadi pribadi yang cerdas, yang punya bisnis dan tidak membeli produk asing, serta mengurangi belanja2 yg gak penting.. terutama gadget..

Yup, mudah2an ada hikmah kebaikan yg terselip ya bree, dan bisa membuat kita semua jadi lebih baik lagi,
Kalau ada yg salah itu datangnya dari saya pribadi karena khilaf, kalau ada yg benar itu semata hanya dari Allah yang memberikan ilham,

Terimakasih breeh sudah baca tulisan ini, mudah2an yg baca bisa menjadi partner dalam gerakan perbaikan bangsa ini secara jamaah,, siiiip.. (y)

Refleksi sebuah pilihan


 Seorang Bos Ditanya :
"Pak, bapak lebih memiliki calon karyawan yang suka terhadap pekerjaan, atau karyawan yang berkomitmen terhadap pekerjaannya?"

si Bos menjawab "yang komitmen terhadap pekerjaannya"
"Alasannya kenapa pak? bukannya kalau karyawan bapak suka terhadap pekerjaannya akan lebih semangat dalam bekerja?"

Si Bos Menjawab
"Orang yang suka dengan pekerjaannya memang akan semangat melakukan tugasnya dengan baik, tapi saat dia bosan atau sudah tidak suka lagi, dia akan malas-malasan, tapi kalau orang yang komitmen, meskipun dia sedang bosan atau bahkan tidak suka terhadap pekerjaannya, dia akan mencari-cari alasan untuk tetap senang dengan pekerjaannya"

#daribuku no excuse

Begitulah kira2 pilihan seorang Bos tentang calon karyawannya..
Bagaimana dengan kamu, dalam memlih calon pasangan? memilih dia yang menyukaimu atau yg kamu sukai? memlih dia yang mau berkomitmen? atau,, syukur2 memilih yang menyukaimu dan mau berkomitmen,,
#hanyasebuahrefleksi

Tolong jangan bilang saya galau,
Anggap saya sedang melewati fase anak muda usia 20, hha..#piss

Minggu, 09 Maret 2014

Si Introvert



Si Introvert sama seperti orang-orang pada umumnya,
hanya berbeda dari segi personality,,
Si introvert memang lebih banyak diam, bukan karena dia tidak bisa bicara, tetapi karena dia tidak diberi kesempatan untuk bicara..

Si introvert memiliki begitu banyak ide di kepalanya, tetapi dia tidak bisa mengutarakannya,
Si introvert tidak selamanya akan introvert, dia akan sedikit terbuka ketika bebicara empat mata dengan orang yang sangaaaat dekat dengannya..

Si introvert orang yang anti curhat, sebagian besar masalahnya seringkali dipendam,
Si introvert bukan gak percaya sama orang, tapi kadang dia takut menjadi beban bagi orang lain,,

Si introvert akan sangat jaim di luar, tetapi kalau sudah benar-benar dekat dan mengenalnya, orang tidak akan percaya bahwa si introvert bukanlah orang introvert yang dikenal,
Si introvert lebih suka nulis daripada ngomong,,

Si introvert pandai menyimpan rahasia, gak ember..
karena si Introvert juga pandai menyimpan perasaannya,

Orang introvert terkesan agak pasif, dia tidak akan biacara jika tidak dipaksa bicara,
tidak akan menjawab jika tidak ditanya,
tidak akan menyapa jika tidak disapa,
bukan karena kurang inisiatif, tapi karena malu,
rasanya pendiam dan pemalu adalah satu paket sifat bagi para introvert..

Itulah, sedikit wawasan tentang orang introvert yang saya tahu, dan saya rasakan,, :D

Kucing, entah apakah dia bersyukur atau bersedih

Akhir-akhir ini di rumah sering ada kucing,
gak tau dari mana,
sering mengeong-ngeong di teras,

Suatu saat hujan deras, dingiiiiin banget,
Semua pintu jendela udah ditutup tapi tetep aja dingin,
Dari luar kudengar kucing mengeong tanpa tahu artinya,
Kucing mungkin punya bulu lebat yang melindungi dia dari dingin, tapi di luar pasti dingin banget..

Si kucing sendirian di luar, kehujanan,
Entah mungkin masih merasa kedinginan,

Kucingnya betina, udah beranak dua, tapi gak tau bapaknya kemana,
kalo dipikir dan dirasa sebagai manusia, ini kucing kasian amat,

Aku sendiri gak terlalu suka kucing,
Suatu saat pulang kuliah, kucing item lagi duduk di atas kasur,
Bagusnya, baru mau diusir, si kucing udah keluar kabur..

Kabarnya Rasulullah suka sama kucing,
Jadi dilema, tapi dibilang suka nggak, dibilang benci juga gak terlalu sih,
Secara fisik kucing ada yang serem yaitu yang item, suka nyakar juga,
trauma pernah dicakar kucing padahal cuma mau nunjukin makanan..

Sering saya membayangkan, apa yang kira-kira dirasakan kucing, ketika hujan,, dia di luar sendirian, malem-malem, dingin, dan kehujanan, udah beranak 2x tapi jantannya kabur, nyari makannya susah, kadang kalau dapet rejeki majikan baik suka dikasih makan, tapi kalau lagi apes gak jarang juga diusir bahkan dipukul pake sapu sama majikan,,

Duh, duh duh, suka ngebayang kalo jadi kucing rasanya gimana ya? pasti gak enak, itu kalo dirasain pake nurani seorang manusia,
Aku gak tau, kucing punya perasaan atau gak, gak tau apakah kucing bakal merasa sakit hati ketika ditinggal si jantan apa gak, tapi kayaknya sih nggak, buktinya tiap kali si jantan datang hanya untuk kawin si betina masih mau aja, wajar kalo dia kucing,, kalo manusia gak mungkin bakal kayak kucing..

Kucing oh kucing, sebagai makhluk ciptaan Allah apakah kucing diberi tugas khusus layaknya manusia yang mengemban tugas sebagai khalifah? Tentu saja tidak,,
Jadi apa yang kucing rasakan ketika diciptakan sebagai kucing?
Pada satu sisi, sedih melihat si kucing suka sendirian, susah nyari makan, dll,, gak enak banget ya jadi kucing,
tapi di sisi lain, toh si kucing nanti gak akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah tentang ikan yang dia colong di rumah majikan, atau majikan yang dia cakar-cakar..

Jadi sebenernya si kucing ini sedih atau senang ya?
kalo ditanya langsung, dia cuman ngeong,, duh kucing,,

Aku rasa di kucing tetap akan bersyukur diciptakan sebagai kucing karena tidak diberi tugas berat seperti manusia,
dan Manusia pun tetap harus bersyukur karena telah diembankan amanah besar di pundaknya, dan kalau berhasil menjalankan amanahnya dengan baik, tentu manusia menjadi makhluk yang paliiiing mulia diantara makhluk Allah yang lain,

Hikmah Tak Ada Air

Bismillah Hari ini mulai sore tadi pompa air di rumah ga nyala. Jadinya gak bisa mandi sampai jam 10 baru nyala lagi. Gak betah banget, ge...