Jumat, 15 Mei 2020

Hikmah Tak Ada Air

Bismillah
Hari ini mulai sore tadi pompa air di rumah ga nyala. Jadinya gak bisa mandi sampai jam 10 baru nyala lagi. Gak betah banget, gerah, apalagi di Jakarta gini panasnya gak nahan kalau gak mandi.

Kebayang kalo itu air gak nyala sampe besok atau berhari-hari. Tapi gak kebayang kalau seandainya nanti ada kemarau panjang, boro-boro buat mandi, mungkin buat makan minum aja langka, naudzubillah ya.

Terkadang kita terlalu fokus pada masalah sehingga lupa bersyukur, padahal adanya air yang selama ini lancar mengalir juga adalah suatu nikmat yang liar biasa, tapi kita lupakan karena fokus dengan masalah coronanya, coba deh kita lebih banyak memikirkan apa yang sudah dimiliki, supaya lebih banyak bersyukur.

Kita mungkin belum tahu apa lagi yang akan terjadi nanti, kemarau panjang? Susah air? Sudahkan kita bersiap? Persiapan yang kita lakukan bukan soal menampung air sebanyak banyaknya atau menimbun makanan sebanyak mungkin, tapi bekal untuk kehidupan di masa depan yang tidak bisa kita perkirakan adalah keimanan dan ketakwaan.

Tidak ada air selama beberapa jam aja rasanya gak enak banget. Memang kita selalu merasa bersyukur ketika nikmat itu dicabut, tapi kita bisa mengatur diri kita untuk selalu mensyukuri nikmat yang ada sebelum Allah mengambilnya.

Pada intinya kehidupan ini hanya syukur dan sabar, banyak orang tidak bahagia karena kurang bersyukur, sehingga tidak bisa menikmati hidupnya. Banyak orang menderita seolah-olah dia manusia paling malang di dunia karena tidak bersabar menghadapi ujian hidup, padahal ujian itu bisa menghapus kesalahan dan dosa-dosa.

Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur , pandai melihat apa yang telah Allah berikan, dan banyak bersabar, karena ujian di dunia ini hanya sebentar, jangan hanya kita kurang sabar, kita jadi lupa balasan surgaNya Allah yang lebih kekal dan diberikan kepada orang yang sabar.

inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-15

Kamis, 14 Mei 2020

Cara mendapatkan sponsor event, terbukti berhasil..!

Bismillah
Saya mau sharing gimana caranya dapet sponsor untuk event kita.

Pertama, kita harus bikin proposal event dengan baik, jelas, detail dan menarik. Bikin event jangka panjang, jangan hanya sehari atau 2 hari, kalau bisa setahun.

Kedua, hubungi kontak kunci perusahaan yang diincar, hubungi terus dan ajak ketemu, kirim dulu aja proposalnya lewat email atau media sosial atau whatsapp, kalau gak dibalas hubungi terus, tapi kalau sudah ada tanda penolakan, ya sudah cari yang lain.

Ketiga, ingat mencari sponsor itu bukan meminta uang. Sponsor bentuknya  bisa barang juga, syukur ada perusahaan yang kasih uang dan barang.

Keempat, berikan manfaat yang menarik buat perusahaan ketika mereka bekerjasama dengan kita, apa aja? Sebanyak mungkin dan menarik bagi mereka.

Kelima, Jangan bosan melakukan follow up, kalau sudah ketemuan, terus follow up untuk tanya kepastian, mau bekerjasama atau gak.

Setiap perusahaan responnya beda, ada yang cepet, lama, ribet, simpel.

Percayalah, kalau eventnya kita itu untuk dakwah, ketika kita menawarkan kerjasama dengan suatu perusahaan terus ditolak artinya dia blm ada concern untuk mendukung kegiatan dakwah, tapi bisa juga karena mereka tidak ada anggaran sponsor, nah ketika ada yang mau bekerjasama dengan event dakwah kita, maka sepatutnya kita dukung usaha mereka supaya semakin maju, dan makin banyak lagi event dakwah yang bisa dia sponsori.

Alhamdulillah saya ada pengalaman dapat sponsot untuk kegiatan dakwah, yaitu ACT, fez, Rona, Khasanah sari dan Wardah cosmetics. Mari kita sama-sama dukung perusahaan yang juga mendukung dakwah, jauhi menggunakan barang atau produk yang jelas mendukung kemaksiatan atau kedzaliman.

Bagi kita seorang muslim, menggunakan produk bukan hanya lihat harga murah, tapi juga harus lihat lebih dalam tentang perusahaannya, punya siapa? Untuk apa? Dan bagaimana dia menyalurkan sebagian keuntungannya?

Dan pintar pintar juga memilih sponsor, hindari lembaga keuangan ribawi, makanan yang tidak jelas kehalalannya, dan produk lain yang masih subhat. Supaya event kegiatan kita barokah. 

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-14

Rabu, 13 Mei 2020

Menikah Barokah

Bismillah..
Sebaik baik wanita adalah yang paling ringan maharnya..
Ringan itu relatif, tergantung kemampuan lakinya.
Ada cerita, banyak cerita yang saya dengar, si dia tidak jadi menikah karena keluarga wanita minta sekian ratus juta. Waw. Saya sungguh sangat heran dengan wanitanya ataupun keluarganya yang seperti itu. Kenapa harus dipersulit dengan uang? . Mungkin saja sebentulnya sang wanita atau keluarga ingin menolak si pria, tapi mahar yang tinggi dijadikan kambing hitam. Menurut saya kalau menolak ya bilang saja apa adanya, tidak harus mempersulit si pria untuk meminang wanita, apalagi kalai ternyata si wanita sudah oke, tapi karena keluarga tidak setuju, jadi keluarga memberikan syarat mahar yang tinggi. Masih ada yang seperti itu.

Sedikit cerita tentang pengalaman pribada saya ketika menikah. Saya bukan dari kalangan elit ya, menengah aja biasa gitu Alhamdulillah. Kondisi saya waktu dilamar sama suami dulu memang sudah bekerja dan ada bisnis sendiri, kecil kecilan. Tapi jujur belum ada tabungan untuk menikah, saya pikir masih kewajiban orang tua menikahkan anak perempuannya, kecuali kalau saya lelaku ya saya harus cari uang sendiri untuk menikahi anal orang. Tetapi sayangnya waktu itu ayah saya sedang tidak bekerja, jadi tidak ada penghasilan, apalagi tabungan. Lalu bagaimana saya menikah?


Menikah itu bukan soal mewahnya pesta walimah. Menikah itu yang penting sah dan sesuai syariah. Jadi yang saya pikirkan waktu itu adalah, saya menyerahkan semua kepada calon suami, keluarga juga bilang apa adanya kalau untuk walimah nanti kami pihak wanita mungkin hanya mengurusi saja, sedangkan uangnya itu dari calon suami, terserah berapa saja yang dia miliki itu yang nanti akan dipakai untuk akad dan walimah. Jadi semua modal menikah kami serahkan kepada calon suami tanpa menentukan nominalnya berapa. Ini juga yang menjadi bukti keseriusan calon suami waktu itu.

Saya berpikir yah mau gimana lagi, kalau dananya hanya ada untuk akad saja ya tidak apa-apa, walimah bisa menyusul. Tapi ternyata calon suami punya dana cukup untuk pernikahan 2 hari, hari jumat untuk akad, dan sabtu untuk resepsi, tapi resepsinya tidak di gedung, di taman depan rumah. Alhamdulillah bisa cukup undang 400 orang meski saya menduga tidak datang semua.

Ada cerita menarik menurut saya tentang undangan ini. Saya mengundang teman kerja saya, beliau memang sudah senior, ibu-ibu gitu. Ketika saya berikan undangan, dia tanya "Nikahnya di gedung mana?" Ya saya hanya bilang "di rumah bu".. Terus dia langsung kayak sinis gitu, oooh di rumah.
Dalam hati saya," lha emang kenapa klo di rumah, situ mau bayarin saya gedung?" Hehe. Pasti ada aja yang begitu, dan saya tidak melihat beliau datang, mungkin karena bukan di gedung, tapi ya positif thinking aja karena dia sibuk. Itu salah satu aja, tapi ada juga undangan lain yang lebih memprioritaskan datang ke undangan walimah di gedung dibanding di rumah. Ini menjadi teguran juga buat saya sih, sehingga ketika ada undangan walimah, mau itu di rumah atau di gedung selama tidak ada halangan syari, ya tetap kita penuhi undangan itu, karena itu hak mereka.

Pada intinya menikah itu di akad, akad sudah sah Alhamdulillah, walimah kan tujuannya untuk mendeklarasikan ke masyarakat luas kalau kita sudah menikah, tidak usah terlalu memaksakan untuk bermewah-mewahan jika tidak ada uang apalagi sampai berhutang. Mau dibawa kemana pernikahan? Kalau awalnya hutang. Menikahlah semampunya saja. Barokahnya pernikahan tidak dilihat seberapa mewah pestanya, kecuali kita menikah dengan pangeran Brunei ya, pasti dia gak keberatan untuk adain pesta besar dan meriah untuk semua rakyatnya.

Keberkahan itu mungkin hanya Allah yang bisa menilai, tapi sebagai yang mengalami saya merasakan kemudahan dalam pernikahan, seperti diberikan momongan cepat, kehidupan pernikahan selama 3 tahun ini tanpa beban hutang, bisnis saya tetap bisa berjalan dengan lancar, bahkan ketika saya hamil dan melahirkan, dan kemudahan lainnya lagi.

Meskipun masih ada kekurangan seperti belum punya rumah sendiri tapi itu bukan masalah besar, karena yang penting tenang gak punya beban cicilan, sambil bersabar dalam menabung Insya Allah bisa beli rumah cash tanpa hutang.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-13

Selasa, 12 Mei 2020

Sisi lain seorang pendiam

Bismillah
Saya termasuk orang pendiam.
Inilah sisi lain yang saya rasakan selama menjadi orang pendiam, dan mungkin terkadang suka disalahartikan.

Pertama, orang pendiam memang gak suka banyak ngomong. Beberapa situasi yang membuat saya sebagai seorang pendiam yaitu ketika tidak bisa dekat dengan banyak orang, tidak bisa mengobrol banyak dengan orang baru atau teman biasa yang tidak terlalu dekat, sehingga kalau saya berada di suatu tempat dengan seseorang pasti akan sepi, hal itu terkadang membuat image menjadi seperti sombong, padahal sih tidak. Hanya agak canggung aja kalau harus banyak bicara. Saya lebih tertarik aktivitas visual dengan melihat dan mengamati sesuatu, dibanding bicara.

Kedua, sifat pendiam membuat saya sulit mengungkapkan keinginan dan perasaan. Contohnya ketika saya lulus kuliah, sebetulnya saya ingin sekali mengatakan banyak hal untuk dosen wali sekaligus pembimbing saya selama kuliah di ITB, tetapi saya gak enak ngomongnya karena banyak direpotin selama saya skripsi. Hal itu mungkin membuat image saya jd negatif di mata beliau, tetapi sisi lain, saya mendoakan kebaikan untuk beliau, biar Allah sebaik baik yang memberikan balasan atas bentuannya selama saya kuliah dulu dan mengijinkan saya lulus. Terimakasih bu, maaf karena tidak menyampaikannya langsung, tapi melalui blog ini dan doa.

Ketiga, sifat pendiam juga membuat saya tidak banyak mengenal orang lebih dalam, meski 1 rumah, contohnya aja nih saya masih tinggal di rumah mertua tapi sangat jarang ngobrol dengan mertua atau adik ipar, mungkin karena mertua orang pendiem juga, ya gak nyambung. Harusnya orang pendiem kayak saya sih ketemunya sama orang yang suka ngomong, jadi saya tinggal menimpali saja ucapan dia.

Kalau sama suami sih ya biasa juga, mau gimana memang asalnya udah begini, gak banyak ngobrol hal gak penting, gak tau sih dia bosen apa gak, tapi kalau dipaksain juga saya gak nyaman karena bukan jadi diri sendiri.

Sebetulnya banyak juga yang saya sayangkan dari sifat ini, tapi ya ada baiknya juga, dibanding saya punya lidah setajam pisau, mending kalau saya kesel diem aja. Tapi ya itu malah kita yang sering jadi korban perasaan karena gak bisa membalas kata-kata kasar dari orang lain. Ya gak tau deh, saya hanya berharap sifat pendiam ini bisa menjauhkan saya dari tajamnya lidah yang bisa melukai hati orang lain.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-12

Senin, 11 Mei 2020

Hikmah Gagal Taaruf

Bismillah
Sedikit flashback ke tahun 2017, dimana saya sedang mencari jodoh idaman. Bisa dibilang saya beberapa kali gagal taaruf.

Pertama, dijodohkan sama teman bapak saya. Calonnya anak UI, waktu itu sudah sampai ke tahap pertemuan tapi tidak lanjut. Alasannua karena ada beberapa hal yg kurang sreg setelah bertemu dan mengobrol langsung. Salah satunya karena dia belum siap menikah dalam waktu dekat karena pekerjaannya yang belum menentu. Baiklah sampai situ selesai.

Kedua, ini yang paling dramatis dibanding cerita gagal taaruf yg lain. Kami sudah tukeran biodata, bertemu juga sudah, dia juga sudah ke rumah saya dan ketemu orang tua. Tapi disaat saya dan orang tua saya mau kesana, dan tiket yang sudah dibeli juga hangus karena akhirnya tidak jadi lanjut. Dalam prosesnya memang saya selalu menguatkan istikhoroh, dan jawabannya memang keraguan, pernah saya bermimpi cowok itu meninggalkan saya, saya panggil dia gak kembali. Dari situ keraguan saya bertambah.

Apa alasan saya ditolak? Karena kekhawatiran saya dengan kondisi mata yang minus tinggi. Menurut cerita orang bahwa minus tinggi itu kemungkinan lahiran normal kecil atau beresiko. Bukan mau mendahului takdir, hanya saja belajat dari pengalaman orang lain untuk diantisipasi. Hal itu saya sampaikan ke cowok itu apa adanya, sebuah kekurangan diri yang saya pikit harus diketahui oleh calon suami untuk diantisipasi. Tapi ternyata hasilnya malah membuat dia berubah pikiran dan memutuskan untuk mundur. Yah baiklah, dari situ saya betul betul kecewa. Mungkin saya salah juga karena terlalu berharap, harusnya selow aja. Kalau memang jodoh kan pasti akan menerima kita apa adanya. Berarti itu ujian aja, sebelum kita benar benar mendapatkan orang yang tepat.

Selang beberapa bulan saya taaruf lagi, sama anak UI juga dan ini yang terakhir ternyata dia yg jadi suami saya. Hal yang membuat saya terkejut saat taaruf adalah pertama dia memang sudah siap secara usia, mental dan finansial, dia bilang nikah bulan depan juga oke. Nah ini dia yang saya mau, dalam hati saya waktu pertemuan pertama itu. Kemudian saya tanya pertanyaan yang sama tentang kondisi mata saya. Dia bilang gak masalah, karena itu urusan Allah. Disitu saya berpikir ni orang kayaknya udah cukup mapan secara finansial. Mon maap bukannya kita mau matre atau apa ya, tapi kondisinya memamg butuh orang yang sudah cukup mapan, itu juga salah satu kriteria saya. Nah untuk calon yang sebelumnya itu memang dia belum ada pekerjaan tetap, kenapa saya terima untuk taaruf karena ekonomi bukan kriteria utama saya sebetulnya, tapi mereka sendiri yang mengundurkan diri mungkin karena masalah ekonomi, wallahualam.

Akhirnya saya menikah dengan dia yang jadi suami saya sekarang. Kemudian saya hamil dan melahirkan, meski sudah mengupayakan untuk lahiran normal, sudah periksa ke dokyer mata juga, dan hasilnya saya tidak ada masalah kalau mau lahiran normal jadi diperbolehkan, tapi Allah berkata lain, bukan hal itu yang justru membuat saya harus operasi caesar, tapi karena tidak ada kemajuan dalam bukaan, sudah diinduksi juga tetap tidak ada perubahan, akhirnya caesar. Tapi meskipun lahiran tidak normal, suami hanya memgeluarkan uang 1 jutaak untuk bayar biaya operasi dan ruang inap, kenapa? Karena di kantornya sudah ada asuransi untuk istri dan anak-anak, jadi Alhamdulillah sekali ya Allah, selama hamil juga kami selalu periksa kehamilan tanpa bayar dan mendapatkan vitamin yang cukup lengkap, dimana kalau bayar sendiri ya setiap periksa bisa habis setengah jutaan.

Luar biasa Allah dalam memberi jodoh , selama kita bersabar menunggu proposal calon suami yang cocok, bersabar menunggu jawaban lanjut dari calon, bersabar dalam istikharah dan  bersabar menerima penolakan.

Setelah saya berpikir, ternyata inilah jawaban doa, dan balasan kekecewaan saya sebelumnya, saya jadi mensyukuri apa yang sudah terjadi sebelumnya, karena semua ada hikmahnya.

Buat yang masih mencari jodoh, atau yang bari saja ditolak, tenang, Allah siapkan pengganti yang jauh lebih baik buat kalian.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-11

Minggu, 10 Mei 2020

Memudahkan urusan orang lain

Bismillah
Setiap orang pasti punya kesulitan dalam hidupnya.
Bukan berarti apabila kita membantu orang lain menghilangkan kesulitannya, kita sendiri bebas dari kesulitan.


Allah akan mudahkan urusan kita nanti di akhirat, kalau kita bisa membantu saudara kita meringankan kesulitannya.
Banyak orang yang berhutang kepada kita, kita mudahkan saja pembayarannya, tagih seperti biasa karena itu hak kita, tapi kalau dia ternyata menunda-nunda, mungkin memang dia tidak sedang punya uang, atau kalau memang ternyata dia tidak berniat membayar, biar Allah yang akan memberi balasannya. Kita memberikan pinjaman, bukan karena kita sendiri tidak butuh uang, tapi karena ingin membantu. Tapi memang lebih baik jika tidak berhutang sama sekali ya. Saya juga tidak bisa memastikan keadaan ekonomi di masa depan, apakah akan terus tercukupi atau bisa jadi kekurangan, tetapi mungkin bisa diatasi dan dicegah dari berhutang, seperti menahan gaya hidup, banyak menabung, dan mengembangkan asset. Jangan sampai kita meninggalkan hutang yang tidak terbayarkan di dunia, naudzubillah.


Termasuk juga dalam berusaha, lazim kita mendapatkan barang dengan pembayaran tempo, ataupun meminjam barang kepada supplier untuk bantu dijualkan, tetapi perlu selalu kita ingat bahwa barang dagangan itu amanah, kalau laku yang dibayarkan uangnya, kalau belum laku ya dikembalikan saja barangnya dengan kondisi yang masih bagus seperti di awal. Kalau ada kerugian silakan dibicarakan dengan kekeluargaan, jangan sampai ada yang dirugikan. Karena setiap rupiah yang kita dapatkan akan diminta pertanggungjawaban.



#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-10

Sabtu, 09 Mei 2020

Hikmah bongkar lemari

Bismillah
Udah lama saya berniat beresin lemari, tapi baru terlaksana tadi.
Banyak baju yang jarang dipakai ternyata, sedangkan saya sebenernya jarang beli baju, bukan orang yang suka belanja baju, atau tas atau sepatu. Saya lebih suka jajan makanan, karena udah tahu rasanya terlalu banyak barang, akhirnya gak terpakai dan mubazir.
Mungkin diluar sana masih banyak, khususnya para wanita yang punya banyak barang , baju, tas, sepatu yang jarang dipakai, apalagi di masa pandemi ini, sudah tidak kemana-maaa, yang dipakai baju tidur atau daster aja.
Saya cuma takut kalau semua barang itu nantinya diminta pertanggungjawaban di akhirat. Percaya gak percaya? Kalau saya percaya, gak cuma baju, tapi semua yang kita punya, termasuk organ tubuh kita akan diminta pertanggung jawabannya.

Menurut saya kita harus sering bongkar lemari, dan menyortir pakaian dan barang yang sudah tidak terpakai. Disumbangkan kepada yang membutuhkan. Masih banyak orang diluar sana yang belum bisa beli baju baru,  bisa jadi baju lama kita berarti baju baru bagi mereka yang belum bisa membelinya.





#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-9

Jumat, 08 Mei 2020

Pilih Pilih Amal

Bismillah
Sekarang saya mau sharing pengalaman selama beberapa bulan ini mengurusi komunitas muslimah dan biasa mengadakan kajian kemuslimahan setiap bulan.


Salah satu yang saya lakukan adalah membantu mencari media partner untuk menyebarkan informasi kajian di media sosial.


Pada awalnya kami sempat menghubungi 2 media partner, dan keduanya bersedia ikut posting di bulan Januari 2020, yaitu bulan pertama komunitas kami mengadakan kajian offline, saat itu belum ada PSBB karena corona. Mereka mau membantu posting, tapi bulan berikutnya saya WA kembali untuk meminta mereka bantu posting tapi tidak direspon, dan kemudian tidak diterima, yang satu alasannya karena mereka punya agenda kajian juga, dan hanya bisa posting 1 kali, yang 1 lagi tidak respon sama sekali. Padahal saya sudah kirim surat secara resmi dari komunitas, untuk permohonan kerjasama media partner posting info kajian setiap bulannya.



Saya tidak mengira akan sesulit itu mengajak orang lain untuk ikut bersama dalam kebaikan, kenapa mereka harus pilih-pilih? apakah sesulit itu ya posting kajian aja? Padahal kita tidak tahu ya mana amal yang bisa mendatangkan keridhoan Allah, meskipun dia punya kajian yang lebih hebat, spektakuler, pembicara WAH, belum tentu, hanya Allah yang Tahu. Saya hanya menyayangkan saja, untuk kedua media partner ini kenapa seakan tidak responsif membantu aktifitas dakwah kami, meski mereka sama-sama berdakwah juga sih kelihatannya.






Memang pembicara pada bulan pertama itu cukup WOW, yaitu Dr.shindyputri adiknya oki setiana dewi, tapi selanjutnya mungkin bukan pembicara terkenal, biasa aja. Tapi apakah karena itu?
Saya sih sebenernya slow, hanya saja saya berharap kalau ada yang punya media, jangan pilih-pilih sepert itu. Kalau memang gak bisa bantu posting di feeds IG, bisa juga kan di story, kalau ragu dengan aliran kajian, bisa juga kan tanya dan konfirmasi langsung kepada panitia. Saya berharap meskipun akhirnya kedua medpar tersebut tidak bersedia membantu, Allah akan datangkan medpar yang lebih baik, dan kajian acara kami bisa lebih bermanfaat lagi dan efektif dalam menyebarluaskan Islam di masyarakat luas, tanpa pilih-pilih orangnya.




Tugas dakwah ini sangat berat, tidak bisa kita lakukan sendirian, harus berjamaah. Kalau memang niatnya untuk meluaskan Islam sebagai Rahmatan lil 'Alamin, harusnya saling menyambut dan saling mendukung ketika ada ajakan untuk bekerjasama dan berkolaborasi, dari sini saya cukup merasa bahwa hanya dengan orang atau kelompok yang sefrekuensi saja kita bisa bersama-sama (hal ini mungkin berkaitan dengan frekuansei iman, tapi wallahualam), tidak bisa dipaksa, karena hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati dan mempersatukan semua umat Islam jika dikehendaki.


Tugas kita hanya berdakwah dan mengajak sebanyak mungkin orang yang bisa kita ajak bekerjasama, soal dia mau atau tidak itu pilihan dia, biarkan Allah yang menilai sejauh mana tingkat keimanan dan ketakwaannya, apakah gerakan dakwahnya murni untuk Allah atau tidak, wallahu;alam.




Niatkan segala apa yang kita lakukan semata bukan untuk duniawi saja, dunia ini sudah tua, sebentar lagi akan ada akhirnya, bagaimana kita bisa menjadi bagian dari kebangkitan umat islam sebelum berakhirnya dunia. Tanpa berjamaah, apa yang kita lakukan tidak akan berpengaruh besar, karena proyek mega besar Allah membutuhkan orang-orang yang mau bekerja sama dalam tim, bukan Super Man, atau super Woman.




Meski banyak hambatan di depan, jangan sampai selangkah pun membuat kita mundur dari jalan ini. Jalan untuk berdakwah, beramar ma'ruf nahi mungkar, Jadilah orang yang pertama kali bertindak dalam mencegah kedzaliman disaat orang lain diam, jadilah orang yang pertama kali berbicara ketika yang lain diam melihat kedzaliman, jangan sampai kita hanya berdoa, karena itu adalah selemah-lemahnya iman.






Semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah kita dan memberikan kita hidayahNya. Aamiin.






Iman dan Amal Sholeh














#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-8
 

Kamis, 07 Mei 2020

3 Tips membuat anak suka sikat gigi

Bismillah
Beberapa mamah muda sering saya dengar susah mengajak anak sikat gigi.

Saya mencoba cara sendiri mengajari anak saya dalam menyikat gigi. Anak saya baru usia 22 bulan.

1. Ajak sikat gigi bareng
Jadi kita gak hanya menyuruh dia tapi juga mencontohkan.

2. Biarkan dia sikat giginya sendiri.
Meski dia belum bisa kumur-kumur atau bahkan sikat giginya dia emut, arahkan saja, jangan dimarahi, biarkan dia senang dengan aktivitas sikat giginya sendiri

3. Jangan terlalu ideal.
Namanya juga anak kecil, dia belum tau caranya sikat gigi yang benar. Seperti kumur dahulu, daripada airnya dia telan, tidak apa kalau dia sikat gigi tanpa kumur, akhirnya bisa kita bersihkan dengan tangan.
Ketika nanti dia sudah besar dan cukup mengerti maka kita kasih tau cara yang benarnya seperti apa.

Menurut saya semua butuh proses termasuk mendidik anak. Jangan menyamakan dengan orang dewasa, biarkan dia senang sikat gigi dulu, baru kita ajari cara yg benarnya seiring waktu.

Saat ini Alhamdulillah ketika saya ajak sikat gigi sebelum tidur dia semangat, tentu dia sikat gigi sendiri, saya juga sikat gigi sendiri sambil memberikan contoh kepada dia bagian mana aja yang harus disikat.

Ketika mandi pun terkadang dia gak mau diajak mandi, tapi ketika saya bilang " sikat gigi yuk" dia langsung mau.

Alhamdulillah.

Saya masih mamah muda, ini hanya sharing aja pengalaman, kalau ternyata ada salahnya ya jangan diambil, tolong diperbaiki. Terimakasih ☺️

Semoga tulisan ini bisa membantu para mamaj muda lainnya ya.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-7

Rabu, 06 Mei 2020

Menatap dengan cinta

Bismillah..
Siapa yang disini suka liatin suami atau anaknya yang lagi tidur?
mungkin bukan aku aja kali ya..


Kadang masih suka gak nyangka sih ternyata cowok yang suka aku galauin di jaman dahulu kala ini orangnya, cowok yang aku tunggu-tunggu dia orangnya. Banyak hal yang kepikiran disaat memandang suami, apalagi kalau lagi tidur ya, hehe




Ditambah lagi dengan anak yang Alhamdulillah lucu solehah, kadang juga masih suka gak nyangka aku udah punya anak, rasanya masih kemarin lulus SMP, masih puber suka-sukaan cinta monyet.


Tapi ya inilah perjalanan hidup ya, suatu hari nanti mungkin aku punya anak kedua, ketiga, keempat, atau ke berapapun, terserah dikasihnya aja.


Tahun ini tahun ketiga pernikahan, kata orang sih 5 tahun pertama masa-masa yang penuh kejutan ya, banyak hal yang semua sifat aslinya keluar, tapi ya gimana lagi, udah kepalang, syukuri kelebihannya, tolerir kekurangannya, selama itu tidak melanggar syari, kalau udah melanggar aturan, kita sebagai istri ya harus tegas mengingatkan.


Semua yang sedang dijalani saat ini pasti kehendak dan rencana Allah, manusia hanya bias berusaha. Berusaha mendapatkan yang terbaik, dan mensyukuri hasil yang didapat apapun itu, meski tidak selalu sesuai dengan keinginan, seringkali malah melebihi ekspektasi.


Memandang dengan cinta, mungkin sering aku lakukan disaat mereka sedang tertidur, bukan hanya memandang suami atau anak, tapi juga orang tua, ketika dulu masih jomblo dan sering tidur bareng, ya kadang suka kepikiran, apa ya yang udah aku lakukan dan apa yang akan aku lakukan buat orang tua aku, meskipun aku udah menikah nanti, udah gak tinggal bareng lagi. Di saat mendekati hari pernikahan, satu sisi aku seneng aku akan menikah, tapi ada sedihnya juga, aku gak bisa tinggal bareng lagi sama orang tua. Yah gimana yah, istri kan sepatutnya ikut suami, jarang ada suami tinggal di tempat istri, tapi ada juga sih.


Memandang dengan cinta juga aku lakukan ketika aku bercermin. Siapa saya, kenapa saya disini, kemana saya akan berjalan, untuk apa saya melakukan ini. Sia-sia jika diri ini tidak memberikan sesuatu yang berarti selama di dunia. Kenapa banyak orang bisa sukses, dan saya BELUM sukses, apa yang salah dengan saya, apa yang saya sukai dan saya bisa lakukan untuk orang sekitar.


Menerima keadaan diri yang sudah menjadi takdirnya adalah wujud dari mencintai diri sendiri, seperti bentuk fisik yang sudah Allah berikan dari sananya. Tetapi ada juga keadaan diri yang masih bisa diubah, untuk membawa  kita pada kesuksesan atau sebaliknya. Merubah diri memang sulit, tapi kalau tekad sudah kuat ingin berubah jadi lebih baik, maka tidak ada yang bisa menghalangi, apalagi kalau Allah sudah memberikan jalanNya untuk kita, tidak ada seorang pun yang dapat menghalanginya. Perjalanan ini masih jauh, tetapi kita harus siap dengan segala konsekuensi dari setiap pilihan kita dalam hidup ini, karena semua akan kembali pada diri kita, dan akan ditanya laporan LPJnya. Kalau kita tidak yakin akan adanya pertanggung jawaban, maka kita akan hidup seenaknya, tanpa arah, tanpa sesuatu dan berakhir sia-sia, jangan sampai itu terjadi pada diri kita.


Hal yang ingin saya sampaikan, tataplah diri kita sendiri saat bercermin, bukan soal kita cantik atau tidak, tapi coba lihat lebih dalam, tatap dengan cinta. Lihat sampai kedalam diri kita, ke dalam hati dan pikiran kita, tentang hakikat diri kita dan hakikat dunia serta kehidupan ini yang sebenarnya.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-6

Selasa, 05 Mei 2020

Tekun menjalani usaha

Bismillah
Saya tipe orang yang sangat suka mencoba hal baru.
Sampai saya lupa kalau mau sukses memang butuh fokus. 
Sampai saat ini di usia saya 26 th saya belum tau mau memberikan branding apa buat diri saya ke depannya.

Masih banyak hal yang saya ingin ketahui.
Masih banyak yang ingin saya coba.
Bahkan dalam menjalani usaha juga masih banyak ingin mencoba semua jenis usaha. Prinsipnya mana yang menguntungkan itu yang dijalani, tentu ini salah sebenernya.

Setiap yang dijalani dengan tekun dan fokus insya Allah akan jadi sesuatu yang hebat. 

Tapi ya itu, perlu mengenal lagi apa sebenarnya yang diinginkan dan yang dibutuhkan. Apa yang ingin diingat oleh orang sekitar tentang kita, apa manfaat yang ingin diberikan. 

Harus banyak melalui proses dan doa, serta solat istikhoroh, minta pentunjuk jalan mana yang harus ditempuh. 

Semua jalan pasti ada rintangan, terkadang sudah menyerah dan mencari jalan lain, sehingga tidak sampai pada tujuan.

Terlalu banyak bidang di dunia ini.
Tapi kita harus memilih mau jadi orang generalis atau spesialis.
Jujur sih pengennya spesialis, tapi masih bisa dan ingin mencoba banyak hal, bisa ga ya? 

Belum tau mau khusus di bidang apa, karena pendidikan terakhir S1 pun bisa dibilang salah jurusan, entah mungkin juga karena kehilangan minat di tengah jalan. 

Saya berharap tahun ini sudah bisa menentukan arah mana yang akan jadi spesialisasi saya ke depan. Meski ada beberapa bidang lain yang mungkin jadi sampingan. 

Ada beberapa yang saya minati dan saya jalani saat ini :
Usaha kecantikan
Usaha sembako
Belajar menjadi aktris

Lucu memang, saya selalu penasaran rasanya menjadi artis terkenal, walaupun pasti ada keuntungan dan mudhorotnya, tapi ya karena sudah menikah, saya pilih yang diridhoi suami aja, Insya Allah diridhoi Allah juga.

Jadi pengusaha juga sudah minat saya sejak lulus kuliah. Tapi bidang usaha juga banyak, saya masih mencoba ini itu. 
Hidup ini pilihan dan tidak mudah memilih mana yang sebenarnya kita inginkan, karena sangat banyak keinginan kita sebagai manusia yang tidak pernah puas, tapi Allah tahu mana yang kita butuhkan, dan apa peran kita sebenarnya di dunia ini. Jadi lebih baik kita meminta petunjuk kepada Allah tentang apa yang dibutuhkan kita.


Apa yang cocok untuk kita, tentu saya pribadi ingin menjadi orang yang tidak biasa di mata Allah maupun di mata manusia, menjadi orang yang dikenang jasa baiknya ketika sudah tiada, tapi semua itu mustahil jika tidak dilakukan selagi muda. 

Apa yang bisa dilakukan sebanyak dan sebaik mungkin di masa muda ini, sehingga di masa tua nanti dan di masa setelah hari akhir, kita menjadi orang yang beruntung, orang yang menang, memetik hasil dari apa yang telah kita tanam di waktu sekarang, di waktu muda, di dunia ini.

Semoga Allah selalu memberikan petunjukNya kepada kita semua, meridhoi dan memberkahi apapun yanv kita lakukan, aamiin. Semata-mata untuk mencari Ridho Allah SWT, bukan hanya keuntungan dunia yanv hanya sebentar ini.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-5

Senin, 04 Mei 2020

Tips Menentukan Kriteria Suami

Banyak dari para jomblo yang masih bingung mencari calon pasangan karena gak tau juga sebenernya pasangan yang seperti apa yang diinginkan. Harusnya gak asal suka sama suka, atau yang penting ganteng dan kaya, tapi juga harus sesuai dengan kepribadian kita.


Gimana sih caranya kita menentukan kriteria calon suami?


sebenernya gampang-gampang susah ya, tapi inget lho cari suami itu gak asal suka, ganteng atau kaya aja..


Ini yang harus kita lakukan sebelum menentukan calon suami.


1. Berpikir sambil bercermin


ya pastinya kita harus melihat diri kita dulu, seperti apa, apa kekurangan dan kelebihannya. Kalau kita orangnya gak sabaran, mungkin kita butuh pasangan yang lebih sabar, kalau kita orangnya boros, mungkin kita butuh suami yang pinter mengelola keuangan. Karena pasangan itu harusnya bisa saling melengkapi.


2. Jangan Ketinggian


Maksudnya, pasangan itu adalah cerminan diri kita, mirip, gak mungkin berbeda jauh. Misal, kita dari keluarga ekonomi menengah, jangan ketinggian pengen punya suami dari keluarga kerajaan Brunei. Tapi kalau mau dapat dari ekonomi atas, ya kita bisa pantaskan diri dulu untuk selayaknya mendapatkan suami yang mapan. Misal, cowok mapan suka dengan cewek yang sederhana, pintar usaha, pintar ngatur uang. Tapi ini tergantung tipe cowoknya juga.


3. Jangan berharap malaikat


Calon suami hanya manusia biasa, mungkin kriteria kita semua adalah kelebihan-kelebihan dia, tapi harus selalu ingat kalau dia juga akan punya kekurangan yang bisa jadi akan kita tutupi setelah menikah nanti, karena saling melengkapi.





Kalau masih bingung, penulis akan share kriteria suami waktu dulu masih single ya, dan Alhamdulillah 90% mendapatkan yang sesuai kriteria. Kriteria itu seperti pedoman, karena kalau kita udah tau apa mau kita, maka akan didoain terus dan takdir bakal mengarahkan kita menuju kesana. Coba aja deh, ini dia contohnya dan alasannya.


KRITERIA SUAMI IDAMAN 


1. Seiman, karena anjuran secara islam


2. Tinggal di jabodetabek, karena saya gak mau mudik jauh, saya asal dari Bogor, kalau misal suami di jakarta kan mudik tinggal naik KRL aja


3. Kerja kantoran . Karena saya udah usaha, jadi saya pengen suami bisa punya penghasilan tetap.


4. Lebih tua usia 2-5 tahun. Karena saya suka yang lebih dewasa, walaupun kedewasaan kadang gak tergantung usia.


5. Punya Kekurangan yang manusiawi. Seperti bad temperamen atau ringan tangan itu menurut saya gak manusiawi, karena terlalu takut aja ya.


6. Tidak punya penyakit bawaan/keturunan. Ini penting juga untuk nanti punya anak.


7. Tinggi lebih dari saya, meski beberapa cm.


8. Tidak pakai kacamata, karena saya pakai kacamata tebel, biar anak saya nanti ada yang kemungkinan bisa punya mata sehat.


9. Tidak merokok, ini tentang kesehatan juga.


10. Mendukung saya wirausaha, kalau bisa yang bisa kasih saya modal usaha. Karena kegiatan saya sebelumnya wirausaha, jadi saya pribadi gak suka dengan jam kantor, dan gak mau karir di luar rumah.





Nah, itu dia contoh kriteria yang mungkin bisa jadi inspirasi para jombloers, supaya lebih spesifik lagi doanya minta calon suami. Percaya gak percaya ya, semua kriteria diatas ada di suami saya sekarang lho.


Yuk bikin kriteria suami dari sekarang, dan doain selagi bulan Ramadhan.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-4

Minggu, 03 Mei 2020

Mencari Jodoh di Bulan Ramadhan


Bismillah
Ini Khusus buat temen-temen yang lagi mencari jodoh, sharing dari pengalaman pribadi aja, tahun 2017 lalu, saya menjalani taaruf di bulan Ramadhan lho.


Doa kita di bulan ini Insya Allah dikabulkan, bukan berarti di bulan lain gak dikabulkan ya,
tapi doa disaat buka puasa itu termasuk doa yang diijabah lho, jadi jangan bosan dan putus asa dalam berdoa apapun yang sedang kita inginkan, sedang kita kejar.


Apa yang membuat kita masih belum mendapatkan jodoh? baiknya kita melihat diri kita, apakah selama ini kita terlalu pemilih? terlalu ideal kriterianya? jika iya, coba direalistiskan kembali, dan dikaji ulang kriteria jodoh impian kita, bahwa kita sedang mencari jodoh seorang manusia, bukan malaikat, dan mustahil baik semua, pasti ada kurangnya.


lalu kita lihat kepada kepribadian kita saat ini, menurut kita sendiri apakah sudah layak untuk menikah? sudah cocokkah saya memiliki amanah baru, yaitu suami? apakah saya masih dekat dengan laki-laki lain yang belum tentu jodoh saya? bukan berarti gak boleh temenan dengan cowok lain lho ya, tapi menurut saya, ini berdasarkan pengalaman, disaat kita sedang mencari jodoh yang sebenarnya, lebih baik kita menetralkan hati dulu, jangan ada perasaan apapun kepada orang lain yang sangat tidak ada tanda-tandanya untuk serius dengan kita, dan jaga jarak. Hapus semua foto dengan teman laki-laki, walaupun kita gak ada perasaan apa-apa. Tapi bisa jadi, jodoh kita yang sebenarnya sedang memperhatikan kita, melihat perilaku kita secara langsung ataupun lewat media sosial.




Kalau hati kita bersih, netral, maka ALLAH yang akan siap memberikan sesosok pria yang memang akan betul-betul akan menjadi jodoh kita. Siapapun itu, yakinlah bahwa memang dia, lihat kelebihan dan kekurangannya, tapi jangan fokus pada kekurangan, kalau itu masih manusiawi terima saja, kalau kita sebagai wanita, alangkah baiknya menerima pinangan laki-laki yang sudah serius dan tertarik dengan kita, disbanding kita memaksa laki-laki lain untuk menerima dan menikahi kita. Ini pendapat saya lho ya, mungkin ada pendapat lain ya tidak apa-apa, tapi ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Cinta suami kepada istri jauh lebih penting untuk rumah tangga yang ideal, menikah dengan orang yang mencintai kita Insya ALLAH dia akan membuat kita bahagia, ini dari sudut pandang wanita ya, kalau dari sudut pandang pria justru bisa jadi kebalikannya.


Tapi ya idealnya saling mencintai keduanya sih.
Kalau taaruf itu kan memang kita belum kenal lama, jadi benar-benar kita kuatkan sholat istikhorohnya, minta petunjuk dan pasrahkan diri.
Saat itu hati saya memang sudah saya netralkan dan tidak terpaut sama siapa-siapa, kemudian diajakin taaruf dan ketemuan, alhamdulillah sampai disitu lancar, prinsip saya ketika baru pertama kali baca biodatanya saya tertarik, tapi masih biasa aja, gak ada perasaan deg-degan atau apa, kemudian ketemua, ya masih biasa aja, tertarik karena ada kriteria yang sesuai seperti, usia, agama yang sepadan, maksudnya masih sama-sama ngaji, pekerjaan bagus, memang ada kriteria non syari yang belum masuk, tapi hal itu saya kesampingkan dulu, kalau cowoknya mau menerima kita, alasan apa kita menolak? ya kan?




Saya sempet teringat kepada teman-teman yang belum dapat jodohnya, meskipun saya belum banyak membantu, tetapi jujur saya ingin sekali mereka segera menemukan jodohnya, saya hanya bisa mendoakan dari jauh, dan menulis ini untuk yang lainnya juga, yang masih dalam perjalanan menemukan cintanya.


Menikah bagi saya memang indah, banyak baiknya disbanding dulu sendirian alias masih menjomblo, apa saja?
1. Gak galau lagi, karena sudah ada tambatan hati yaitu suami, jadi fitrah diri kita menyukai lawan jenis ya udah ada sangkutannya..
2. Secara finansial lebih stabil, karena kalau sudah menikah, kita sebagai istri dinafkahi suami, dan itu enak sih, kita gak usah kerja capek-capek naik KRL PP Bogor-Jakarta yang mungkin sebagian pembaca tau rasanya ya.
3. Ada yang menyayangi, memanjakan, kasih perhatian, dll


pokoknya banyak banget sih enaknya dari menikah itu.
Jadi buat yang masih jomblo, maksimalkan doa dan usaha di bulan Ramadhan Ini ya, siapa tau ketemu, saya dulu menikah di bulan haji, prosesnya hanya sekitar 3 bulan. Kalau udah waktunya akan dimudahkan kok, tinggal kitanya aja siap atau gak, sudah menyiapkan diri sejauh mana.




Tata Cara Taaruf Sesuai Syariah Islam



















#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-3

Sabtu, 02 Mei 2020

Rencana Hidup Pasca Pandemi

Bismillah
Apakah jika pandemi ini berakhir, hidup kita akan kembali seperti semula?
Tidakkah kita berpikir hikmah dari semua keadaan ini? harusnya ada kebiasaan kita yang berubah, karena pandemi ini menyadarkan kita bahwa lingkungan butuh haknya untuk dijaga, itu hanya salah satunya. Sadarkah kita bahwa aktivitas manusia dalam bekerja sangat merusak lingkungan? bisakah kita tetap bekerja mencari nafkah tanpa harus merusak lingkungan?




Pertama,
Pandemi memberikan trend baru tentang WFH, Work from home, menurut saya ini perlu dilanjutkan meski pandemi sudah berakhir, kalau ada pekerjaan-pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah, buat apa ke kantor? para pengusaha juga kan lebih hemat gak perlu sewa kantor dan sebagainya.
Positifnya dari WFH ini, rapat jadi lebih produktif, waktu lebih efektif efisien, karena gak ada waktu untuk pulang dan pergi ke kantor, KRL juga jadi gak penuh, lingkungan juga jadi lebih bersih karena gak banyak kendaraan yang beroperasi. Wallahualam,,




Tapi kalau dari sisi saya pribadi, WFH emang the best, mungkin 1x seminggu ke kantor ya gak apa-apa, kalau untuk pekerja sales / marketing seperti saya emang gak cocok kalau di kantor terus, perlu sesekali ke luar, mencari mitra baru, yang penting target tercapai dengan baik, gak perlu ada namanya jam kantor, itu lebih enak, dan bagi kamu millennial juga akan lebih menarik sih menurut saya
.




Kedua,
Untuk apa hidup dan bekerja?
Saya sempat membayangkan apabila ini salah satu tanda kiamat besar, ya Allah
apalagi sejak ada suara dentuman yang sampai terdengar se-Depok, Bogor dan Jakarta itu, meskipun saya tidak mendengarnya langsung, tapi dari hasil baca-baca beberapa artikel, banyak yang mengarahkan kepada akhir kehidupan.




Mungkin saya pribadi lebih mengurangi belanja-belanja non produktif dan konsumtif seperti baju branded, barang branded, elektronik, dll.
Allah masih memberikan sehat dan kesempatan hidup agar kita bisa memperbaiki diri menjadi hambaNya yang lebih baik, tidak untuk disia-siakan begitu saja.


Kalau ternyata kita masih sama saja seperti sebelum pandemi, sungguh jangan sampai kita merugi.


Untuk apa bekerja? saya pribadi mengurangi target-target yang duniawi. Adapun ingin punya rumah sendiri karena saya ingin rumah itu menjadi pusat ekonomi, pusat peradaban, pusat pembinaan ummat. Saya ingin punya rumah yang cukup luas untuk dijadikan tempat kajian, untuk tempat produksi barang dan jasa yang bisa dijual, sehingga saya tidak perlu banyak keluar rumah.




Ketiga,
Dunia ini menjadi sangat tidak pasti, tetapi Alhamdulillah saya menghadapi pandemi dengan hati yang tenang karena saya tidak punya hutang. Saya dan suami memang menghindari kredit barang yang tidak penting, termasuk untuk rumah yang mudah-mudahan bisa kami beli segera dengan cash.
Kurangi berhutang jika tidak diperlukan, syukuri kondisi yang ada sekarang, perbanyak syukur dan perbanyak usaha, berpikir mencari penghasilan tambahan supaya bisa memiliki barang tertentu yang kita inginkan tanpa harus berhutang.




Dan bagi yang masih punya hutang, disegerakan untuk dibayar, karena meskipun pemberi hutang tidak bawel menagih, tapi siapa tau sebenarnya dia butuh uang, ini curhat pribadi, hehe..




satu hal penting yang ingin saya sampaikan di post ini adalah, tentang lingkungan, mari kita sesuaikan diri kita meskipun pandemi sudah berakhir, tapi tetaplah menjaga lingkungan, kurangi menggunakan kendaraan yang menghasilkan polusi udara.


Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik sebelum menjadi agen perubahan bagi lingkungan.




#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-2








Berbagai 'HIKMAH' Dari Virus Corona | Indozone.id

Jumat, 01 Mei 2020

Tetap Bersyukur Ramadhan #dirumahaja

Bismillah
Senang rasanya saya dapat menulis lagi di blog ini, meski dalam kondisi yang berbeda dari biasanya.


Biasanya, sebelum Ramadhan selalu ada makan-makan bersama sebelum puasa,
Setiap minggu ada aja jadwal buka puasa bareng dengan teman-teman alumni, mulai dari SD, SMP, SMA, Kuliah, ataupun alumni organisasi.
Setiap malam tarawih ke masjid, ngabuburit sambal cari makanan buka puasa.
Tapi kali ini semua itu tidak bisa dilakukan, karena pandemic corona ini.


Banyak orang berharap pandemic akan berakhir di bulan Ramadhan, karena bulan ini bulan yang penuh berkah, tetapi pada kenyataannya Allah belum berkehendak.
Banyak orang rugi usahanya karena tidak adanya permintaan. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, untuk makan saja mereka tidak ada uang.


Saya masih berpikir, apa saja hikmah dibalik corona ini.
Bisa jadi ini juga teguran bagi saya pribadi, kemana aja selama ini? ketika masjid dibuka selebar-lebarnya, sudahkah saya memakmurkannya?
ketika berkumpul dengan teman dan keluarga tidak dilarang, apakah saya sering mengunjungi mereka semua?


Saya mensyukuri beberapa hal dari pandemi ini.
Pertama, lingkungan alam menjadi lebih baik dan polusi berkurang.
Kedua, saya jadi tahu mana yang namanya kebutuhan dengan keinginan, dunia usaha yang saat ini masih bertahan adalah usaha yang menyediakan kebutuhan, sedangkan yang bersifat keinginan dan gengsi semata itu kurang. Saya jadi menyadari kalau hidup ini tidak perlu yang macam-macam, terpenuhi kebutuhan pokok aja itu udah Alhamdulillah, sisanya kita hanya perlu berbagi kepada yang membutuhkan, sekalian menabung amal buat kehidupan selanjutnya.


Ramadhan di tengah pandemi ini bagi saya cukup disayangkan, karena tidak bisa tarawih di masjid, walaupun kalau wanita ya baiknya di rumah, tapi jadi gak bisa itikaf juga.
Tapi kalau kita hanya berfokus pada kekurangan, ya akan sama aja.
Coba kita lihat kelebihan-kelebihannya aja dari keadaan ini.


Saya pribadi tetap bersyukur disaat yang lain terkena PHK, suami masih bisa mendapatkan gaji, meski ada sebagian gaji yang ditunda.
Saya juga bersyukur karena tetap ada usaha sampingan jualan beras dan itu cukup menguntungkan di masa ini.


Jadi, tidak ada alasan bagi saya untuk berkurang ibadahnya di bulan Ramadhan ini, harusnya tetap bisa maksimal. Baca Quran, tarawih bisa jamaah dengan suami, buka puasa di rumah aja setiap hari dan itu lebih irit.


Satu hal yang sangat harus ditingkatkan adalah memperbanyak istighfar, bisa jadi pandemi ini adalah teguran, bisa jadi ini adalah tanda dunia akan segera berakhir, ya memang pasti waktu akan mendekati ke akhir dunia, maka dari itu, apakah jika pandemi ini berakhir kita akan kembali seperti semula sebelumnya? apakah kita tetap dalam dosa dan maksiat yang sama? apakah kita akan tetap dalam amal-amal yang sama?


Saya berpikir dan saya rasa seharusnya tidak.


Ramadhan ini adalah salah satu hal yang saya takuti pada bulan-bulan sebelumnya, takut jika tidak sampai kepada Ramadhan. Alhamdulillah Allah masih mengijinkan, dan saya tidak ingin menyiakan itu. Meski sebagai manusia saya seringkali lalai, tapi semoga Allah melihat upaya saya ini dalam memanfaatkan waktu Ramadhan.




Bersyukur adalah kunci bahagia dan ketenangan, apapun yang terjadi meskipun kondisi sulit, coba cari apa yang bisa disyukur. Sehat jasmani dan rohani, masih diberikan nikmat islam dan iman, masih bisa berkumpul dengan keluarga.
Karena menurut saya kalau tidak disyukuri pun tidak akan membuat keadaan berubah. Jadi akan lebih rugi, kalau hanya mengeluh, putus asa dan mengutuki keadaan.


Satu ayat yang bisa saya sampaikan pada postingan ini adalah..


𝐀𝔹𝐄 on Twitter: "“JIKA KAMU BERSYUKUR MAKA AKU AKAN TAMBAH ...






Sampaikanlah meski hanya 1 ayat. Semoga kita selalu ingat ayat ini dan meyakininya, sehingga Allah akan memberikan nikmat yang lainnya kepada kita semua, Aamiin


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-1

Hikmah Tak Ada Air

Bismillah Hari ini mulai sore tadi pompa air di rumah ga nyala. Jadinya gak bisa mandi sampai jam 10 baru nyala lagi. Gak betah banget, ge...