Jumat, 15 Mei 2020

Hikmah Tak Ada Air

Bismillah
Hari ini mulai sore tadi pompa air di rumah ga nyala. Jadinya gak bisa mandi sampai jam 10 baru nyala lagi. Gak betah banget, gerah, apalagi di Jakarta gini panasnya gak nahan kalau gak mandi.

Kebayang kalo itu air gak nyala sampe besok atau berhari-hari. Tapi gak kebayang kalau seandainya nanti ada kemarau panjang, boro-boro buat mandi, mungkin buat makan minum aja langka, naudzubillah ya.

Terkadang kita terlalu fokus pada masalah sehingga lupa bersyukur, padahal adanya air yang selama ini lancar mengalir juga adalah suatu nikmat yang liar biasa, tapi kita lupakan karena fokus dengan masalah coronanya, coba deh kita lebih banyak memikirkan apa yang sudah dimiliki, supaya lebih banyak bersyukur.

Kita mungkin belum tahu apa lagi yang akan terjadi nanti, kemarau panjang? Susah air? Sudahkan kita bersiap? Persiapan yang kita lakukan bukan soal menampung air sebanyak banyaknya atau menimbun makanan sebanyak mungkin, tapi bekal untuk kehidupan di masa depan yang tidak bisa kita perkirakan adalah keimanan dan ketakwaan.

Tidak ada air selama beberapa jam aja rasanya gak enak banget. Memang kita selalu merasa bersyukur ketika nikmat itu dicabut, tapi kita bisa mengatur diri kita untuk selalu mensyukuri nikmat yang ada sebelum Allah mengambilnya.

Pada intinya kehidupan ini hanya syukur dan sabar, banyak orang tidak bahagia karena kurang bersyukur, sehingga tidak bisa menikmati hidupnya. Banyak orang menderita seolah-olah dia manusia paling malang di dunia karena tidak bersabar menghadapi ujian hidup, padahal ujian itu bisa menghapus kesalahan dan dosa-dosa.

Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur , pandai melihat apa yang telah Allah berikan, dan banyak bersabar, karena ujian di dunia ini hanya sebentar, jangan hanya kita kurang sabar, kita jadi lupa balasan surgaNya Allah yang lebih kekal dan diberikan kepada orang yang sabar.

inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-15

Kamis, 14 Mei 2020

Cara mendapatkan sponsor event, terbukti berhasil..!

Bismillah
Saya mau sharing gimana caranya dapet sponsor untuk event kita.

Pertama, kita harus bikin proposal event dengan baik, jelas, detail dan menarik. Bikin event jangka panjang, jangan hanya sehari atau 2 hari, kalau bisa setahun.

Kedua, hubungi kontak kunci perusahaan yang diincar, hubungi terus dan ajak ketemu, kirim dulu aja proposalnya lewat email atau media sosial atau whatsapp, kalau gak dibalas hubungi terus, tapi kalau sudah ada tanda penolakan, ya sudah cari yang lain.

Ketiga, ingat mencari sponsor itu bukan meminta uang. Sponsor bentuknya  bisa barang juga, syukur ada perusahaan yang kasih uang dan barang.

Keempat, berikan manfaat yang menarik buat perusahaan ketika mereka bekerjasama dengan kita, apa aja? Sebanyak mungkin dan menarik bagi mereka.

Kelima, Jangan bosan melakukan follow up, kalau sudah ketemuan, terus follow up untuk tanya kepastian, mau bekerjasama atau gak.

Setiap perusahaan responnya beda, ada yang cepet, lama, ribet, simpel.

Percayalah, kalau eventnya kita itu untuk dakwah, ketika kita menawarkan kerjasama dengan suatu perusahaan terus ditolak artinya dia blm ada concern untuk mendukung kegiatan dakwah, tapi bisa juga karena mereka tidak ada anggaran sponsor, nah ketika ada yang mau bekerjasama dengan event dakwah kita, maka sepatutnya kita dukung usaha mereka supaya semakin maju, dan makin banyak lagi event dakwah yang bisa dia sponsori.

Alhamdulillah saya ada pengalaman dapat sponsot untuk kegiatan dakwah, yaitu ACT, fez, Rona, Khasanah sari dan Wardah cosmetics. Mari kita sama-sama dukung perusahaan yang juga mendukung dakwah, jauhi menggunakan barang atau produk yang jelas mendukung kemaksiatan atau kedzaliman.

Bagi kita seorang muslim, menggunakan produk bukan hanya lihat harga murah, tapi juga harus lihat lebih dalam tentang perusahaannya, punya siapa? Untuk apa? Dan bagaimana dia menyalurkan sebagian keuntungannya?

Dan pintar pintar juga memilih sponsor, hindari lembaga keuangan ribawi, makanan yang tidak jelas kehalalannya, dan produk lain yang masih subhat. Supaya event kegiatan kita barokah. 

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-14

Rabu, 13 Mei 2020

Menikah Barokah

Bismillah..
Sebaik baik wanita adalah yang paling ringan maharnya..
Ringan itu relatif, tergantung kemampuan lakinya.
Ada cerita, banyak cerita yang saya dengar, si dia tidak jadi menikah karena keluarga wanita minta sekian ratus juta. Waw. Saya sungguh sangat heran dengan wanitanya ataupun keluarganya yang seperti itu. Kenapa harus dipersulit dengan uang? . Mungkin saja sebentulnya sang wanita atau keluarga ingin menolak si pria, tapi mahar yang tinggi dijadikan kambing hitam. Menurut saya kalau menolak ya bilang saja apa adanya, tidak harus mempersulit si pria untuk meminang wanita, apalagi kalai ternyata si wanita sudah oke, tapi karena keluarga tidak setuju, jadi keluarga memberikan syarat mahar yang tinggi. Masih ada yang seperti itu.

Sedikit cerita tentang pengalaman pribada saya ketika menikah. Saya bukan dari kalangan elit ya, menengah aja biasa gitu Alhamdulillah. Kondisi saya waktu dilamar sama suami dulu memang sudah bekerja dan ada bisnis sendiri, kecil kecilan. Tapi jujur belum ada tabungan untuk menikah, saya pikir masih kewajiban orang tua menikahkan anak perempuannya, kecuali kalau saya lelaku ya saya harus cari uang sendiri untuk menikahi anal orang. Tetapi sayangnya waktu itu ayah saya sedang tidak bekerja, jadi tidak ada penghasilan, apalagi tabungan. Lalu bagaimana saya menikah?


Menikah itu bukan soal mewahnya pesta walimah. Menikah itu yang penting sah dan sesuai syariah. Jadi yang saya pikirkan waktu itu adalah, saya menyerahkan semua kepada calon suami, keluarga juga bilang apa adanya kalau untuk walimah nanti kami pihak wanita mungkin hanya mengurusi saja, sedangkan uangnya itu dari calon suami, terserah berapa saja yang dia miliki itu yang nanti akan dipakai untuk akad dan walimah. Jadi semua modal menikah kami serahkan kepada calon suami tanpa menentukan nominalnya berapa. Ini juga yang menjadi bukti keseriusan calon suami waktu itu.

Saya berpikir yah mau gimana lagi, kalau dananya hanya ada untuk akad saja ya tidak apa-apa, walimah bisa menyusul. Tapi ternyata calon suami punya dana cukup untuk pernikahan 2 hari, hari jumat untuk akad, dan sabtu untuk resepsi, tapi resepsinya tidak di gedung, di taman depan rumah. Alhamdulillah bisa cukup undang 400 orang meski saya menduga tidak datang semua.

Ada cerita menarik menurut saya tentang undangan ini. Saya mengundang teman kerja saya, beliau memang sudah senior, ibu-ibu gitu. Ketika saya berikan undangan, dia tanya "Nikahnya di gedung mana?" Ya saya hanya bilang "di rumah bu".. Terus dia langsung kayak sinis gitu, oooh di rumah.
Dalam hati saya," lha emang kenapa klo di rumah, situ mau bayarin saya gedung?" Hehe. Pasti ada aja yang begitu, dan saya tidak melihat beliau datang, mungkin karena bukan di gedung, tapi ya positif thinking aja karena dia sibuk. Itu salah satu aja, tapi ada juga undangan lain yang lebih memprioritaskan datang ke undangan walimah di gedung dibanding di rumah. Ini menjadi teguran juga buat saya sih, sehingga ketika ada undangan walimah, mau itu di rumah atau di gedung selama tidak ada halangan syari, ya tetap kita penuhi undangan itu, karena itu hak mereka.

Pada intinya menikah itu di akad, akad sudah sah Alhamdulillah, walimah kan tujuannya untuk mendeklarasikan ke masyarakat luas kalau kita sudah menikah, tidak usah terlalu memaksakan untuk bermewah-mewahan jika tidak ada uang apalagi sampai berhutang. Mau dibawa kemana pernikahan? Kalau awalnya hutang. Menikahlah semampunya saja. Barokahnya pernikahan tidak dilihat seberapa mewah pestanya, kecuali kita menikah dengan pangeran Brunei ya, pasti dia gak keberatan untuk adain pesta besar dan meriah untuk semua rakyatnya.

Keberkahan itu mungkin hanya Allah yang bisa menilai, tapi sebagai yang mengalami saya merasakan kemudahan dalam pernikahan, seperti diberikan momongan cepat, kehidupan pernikahan selama 3 tahun ini tanpa beban hutang, bisnis saya tetap bisa berjalan dengan lancar, bahkan ketika saya hamil dan melahirkan, dan kemudahan lainnya lagi.

Meskipun masih ada kekurangan seperti belum punya rumah sendiri tapi itu bukan masalah besar, karena yang penting tenang gak punya beban cicilan, sambil bersabar dalam menabung Insya Allah bisa beli rumah cash tanpa hutang.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-13

Selasa, 12 Mei 2020

Sisi lain seorang pendiam

Bismillah
Saya termasuk orang pendiam.
Inilah sisi lain yang saya rasakan selama menjadi orang pendiam, dan mungkin terkadang suka disalahartikan.

Pertama, orang pendiam memang gak suka banyak ngomong. Beberapa situasi yang membuat saya sebagai seorang pendiam yaitu ketika tidak bisa dekat dengan banyak orang, tidak bisa mengobrol banyak dengan orang baru atau teman biasa yang tidak terlalu dekat, sehingga kalau saya berada di suatu tempat dengan seseorang pasti akan sepi, hal itu terkadang membuat image menjadi seperti sombong, padahal sih tidak. Hanya agak canggung aja kalau harus banyak bicara. Saya lebih tertarik aktivitas visual dengan melihat dan mengamati sesuatu, dibanding bicara.

Kedua, sifat pendiam membuat saya sulit mengungkapkan keinginan dan perasaan. Contohnya ketika saya lulus kuliah, sebetulnya saya ingin sekali mengatakan banyak hal untuk dosen wali sekaligus pembimbing saya selama kuliah di ITB, tetapi saya gak enak ngomongnya karena banyak direpotin selama saya skripsi. Hal itu mungkin membuat image saya jd negatif di mata beliau, tetapi sisi lain, saya mendoakan kebaikan untuk beliau, biar Allah sebaik baik yang memberikan balasan atas bentuannya selama saya kuliah dulu dan mengijinkan saya lulus. Terimakasih bu, maaf karena tidak menyampaikannya langsung, tapi melalui blog ini dan doa.

Ketiga, sifat pendiam juga membuat saya tidak banyak mengenal orang lebih dalam, meski 1 rumah, contohnya aja nih saya masih tinggal di rumah mertua tapi sangat jarang ngobrol dengan mertua atau adik ipar, mungkin karena mertua orang pendiem juga, ya gak nyambung. Harusnya orang pendiem kayak saya sih ketemunya sama orang yang suka ngomong, jadi saya tinggal menimpali saja ucapan dia.

Kalau sama suami sih ya biasa juga, mau gimana memang asalnya udah begini, gak banyak ngobrol hal gak penting, gak tau sih dia bosen apa gak, tapi kalau dipaksain juga saya gak nyaman karena bukan jadi diri sendiri.

Sebetulnya banyak juga yang saya sayangkan dari sifat ini, tapi ya ada baiknya juga, dibanding saya punya lidah setajam pisau, mending kalau saya kesel diem aja. Tapi ya itu malah kita yang sering jadi korban perasaan karena gak bisa membalas kata-kata kasar dari orang lain. Ya gak tau deh, saya hanya berharap sifat pendiam ini bisa menjauhkan saya dari tajamnya lidah yang bisa melukai hati orang lain.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-12

Senin, 11 Mei 2020

Hikmah Gagal Taaruf

Bismillah
Sedikit flashback ke tahun 2017, dimana saya sedang mencari jodoh idaman. Bisa dibilang saya beberapa kali gagal taaruf.

Pertama, dijodohkan sama teman bapak saya. Calonnya anak UI, waktu itu sudah sampai ke tahap pertemuan tapi tidak lanjut. Alasannua karena ada beberapa hal yg kurang sreg setelah bertemu dan mengobrol langsung. Salah satunya karena dia belum siap menikah dalam waktu dekat karena pekerjaannya yang belum menentu. Baiklah sampai situ selesai.

Kedua, ini yang paling dramatis dibanding cerita gagal taaruf yg lain. Kami sudah tukeran biodata, bertemu juga sudah, dia juga sudah ke rumah saya dan ketemu orang tua. Tapi disaat saya dan orang tua saya mau kesana, dan tiket yang sudah dibeli juga hangus karena akhirnya tidak jadi lanjut. Dalam prosesnya memang saya selalu menguatkan istikhoroh, dan jawabannya memang keraguan, pernah saya bermimpi cowok itu meninggalkan saya, saya panggil dia gak kembali. Dari situ keraguan saya bertambah.

Apa alasan saya ditolak? Karena kekhawatiran saya dengan kondisi mata yang minus tinggi. Menurut cerita orang bahwa minus tinggi itu kemungkinan lahiran normal kecil atau beresiko. Bukan mau mendahului takdir, hanya saja belajat dari pengalaman orang lain untuk diantisipasi. Hal itu saya sampaikan ke cowok itu apa adanya, sebuah kekurangan diri yang saya pikit harus diketahui oleh calon suami untuk diantisipasi. Tapi ternyata hasilnya malah membuat dia berubah pikiran dan memutuskan untuk mundur. Yah baiklah, dari situ saya betul betul kecewa. Mungkin saya salah juga karena terlalu berharap, harusnya selow aja. Kalau memang jodoh kan pasti akan menerima kita apa adanya. Berarti itu ujian aja, sebelum kita benar benar mendapatkan orang yang tepat.

Selang beberapa bulan saya taaruf lagi, sama anak UI juga dan ini yang terakhir ternyata dia yg jadi suami saya. Hal yang membuat saya terkejut saat taaruf adalah pertama dia memang sudah siap secara usia, mental dan finansial, dia bilang nikah bulan depan juga oke. Nah ini dia yang saya mau, dalam hati saya waktu pertemuan pertama itu. Kemudian saya tanya pertanyaan yang sama tentang kondisi mata saya. Dia bilang gak masalah, karena itu urusan Allah. Disitu saya berpikir ni orang kayaknya udah cukup mapan secara finansial. Mon maap bukannya kita mau matre atau apa ya, tapi kondisinya memamg butuh orang yang sudah cukup mapan, itu juga salah satu kriteria saya. Nah untuk calon yang sebelumnya itu memang dia belum ada pekerjaan tetap, kenapa saya terima untuk taaruf karena ekonomi bukan kriteria utama saya sebetulnya, tapi mereka sendiri yang mengundurkan diri mungkin karena masalah ekonomi, wallahualam.

Akhirnya saya menikah dengan dia yang jadi suami saya sekarang. Kemudian saya hamil dan melahirkan, meski sudah mengupayakan untuk lahiran normal, sudah periksa ke dokyer mata juga, dan hasilnya saya tidak ada masalah kalau mau lahiran normal jadi diperbolehkan, tapi Allah berkata lain, bukan hal itu yang justru membuat saya harus operasi caesar, tapi karena tidak ada kemajuan dalam bukaan, sudah diinduksi juga tetap tidak ada perubahan, akhirnya caesar. Tapi meskipun lahiran tidak normal, suami hanya memgeluarkan uang 1 jutaak untuk bayar biaya operasi dan ruang inap, kenapa? Karena di kantornya sudah ada asuransi untuk istri dan anak-anak, jadi Alhamdulillah sekali ya Allah, selama hamil juga kami selalu periksa kehamilan tanpa bayar dan mendapatkan vitamin yang cukup lengkap, dimana kalau bayar sendiri ya setiap periksa bisa habis setengah jutaan.

Luar biasa Allah dalam memberi jodoh , selama kita bersabar menunggu proposal calon suami yang cocok, bersabar menunggu jawaban lanjut dari calon, bersabar dalam istikharah dan  bersabar menerima penolakan.

Setelah saya berpikir, ternyata inilah jawaban doa, dan balasan kekecewaan saya sebelumnya, saya jadi mensyukuri apa yang sudah terjadi sebelumnya, karena semua ada hikmahnya.

Buat yang masih mencari jodoh, atau yang bari saja ditolak, tenang, Allah siapkan pengganti yang jauh lebih baik buat kalian.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-11

Minggu, 10 Mei 2020

Memudahkan urusan orang lain

Bismillah
Setiap orang pasti punya kesulitan dalam hidupnya.
Bukan berarti apabila kita membantu orang lain menghilangkan kesulitannya, kita sendiri bebas dari kesulitan.


Allah akan mudahkan urusan kita nanti di akhirat, kalau kita bisa membantu saudara kita meringankan kesulitannya.
Banyak orang yang berhutang kepada kita, kita mudahkan saja pembayarannya, tagih seperti biasa karena itu hak kita, tapi kalau dia ternyata menunda-nunda, mungkin memang dia tidak sedang punya uang, atau kalau memang ternyata dia tidak berniat membayar, biar Allah yang akan memberi balasannya. Kita memberikan pinjaman, bukan karena kita sendiri tidak butuh uang, tapi karena ingin membantu. Tapi memang lebih baik jika tidak berhutang sama sekali ya. Saya juga tidak bisa memastikan keadaan ekonomi di masa depan, apakah akan terus tercukupi atau bisa jadi kekurangan, tetapi mungkin bisa diatasi dan dicegah dari berhutang, seperti menahan gaya hidup, banyak menabung, dan mengembangkan asset. Jangan sampai kita meninggalkan hutang yang tidak terbayarkan di dunia, naudzubillah.


Termasuk juga dalam berusaha, lazim kita mendapatkan barang dengan pembayaran tempo, ataupun meminjam barang kepada supplier untuk bantu dijualkan, tetapi perlu selalu kita ingat bahwa barang dagangan itu amanah, kalau laku yang dibayarkan uangnya, kalau belum laku ya dikembalikan saja barangnya dengan kondisi yang masih bagus seperti di awal. Kalau ada kerugian silakan dibicarakan dengan kekeluargaan, jangan sampai ada yang dirugikan. Karena setiap rupiah yang kita dapatkan akan diminta pertanggungjawaban.



#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-10

Sabtu, 09 Mei 2020

Hikmah bongkar lemari

Bismillah
Udah lama saya berniat beresin lemari, tapi baru terlaksana tadi.
Banyak baju yang jarang dipakai ternyata, sedangkan saya sebenernya jarang beli baju, bukan orang yang suka belanja baju, atau tas atau sepatu. Saya lebih suka jajan makanan, karena udah tahu rasanya terlalu banyak barang, akhirnya gak terpakai dan mubazir.
Mungkin diluar sana masih banyak, khususnya para wanita yang punya banyak barang , baju, tas, sepatu yang jarang dipakai, apalagi di masa pandemi ini, sudah tidak kemana-maaa, yang dipakai baju tidur atau daster aja.
Saya cuma takut kalau semua barang itu nantinya diminta pertanggungjawaban di akhirat. Percaya gak percaya? Kalau saya percaya, gak cuma baju, tapi semua yang kita punya, termasuk organ tubuh kita akan diminta pertanggung jawabannya.

Menurut saya kita harus sering bongkar lemari, dan menyortir pakaian dan barang yang sudah tidak terpakai. Disumbangkan kepada yang membutuhkan. Masih banyak orang diluar sana yang belum bisa beli baju baru,  bisa jadi baju lama kita berarti baju baru bagi mereka yang belum bisa membelinya.





#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-9

Jumat, 08 Mei 2020

Pilih Pilih Amal

Bismillah
Sekarang saya mau sharing pengalaman selama beberapa bulan ini mengurusi komunitas muslimah dan biasa mengadakan kajian kemuslimahan setiap bulan.


Salah satu yang saya lakukan adalah membantu mencari media partner untuk menyebarkan informasi kajian di media sosial.


Pada awalnya kami sempat menghubungi 2 media partner, dan keduanya bersedia ikut posting di bulan Januari 2020, yaitu bulan pertama komunitas kami mengadakan kajian offline, saat itu belum ada PSBB karena corona. Mereka mau membantu posting, tapi bulan berikutnya saya WA kembali untuk meminta mereka bantu posting tapi tidak direspon, dan kemudian tidak diterima, yang satu alasannya karena mereka punya agenda kajian juga, dan hanya bisa posting 1 kali, yang 1 lagi tidak respon sama sekali. Padahal saya sudah kirim surat secara resmi dari komunitas, untuk permohonan kerjasama media partner posting info kajian setiap bulannya.



Saya tidak mengira akan sesulit itu mengajak orang lain untuk ikut bersama dalam kebaikan, kenapa mereka harus pilih-pilih? apakah sesulit itu ya posting kajian aja? Padahal kita tidak tahu ya mana amal yang bisa mendatangkan keridhoan Allah, meskipun dia punya kajian yang lebih hebat, spektakuler, pembicara WAH, belum tentu, hanya Allah yang Tahu. Saya hanya menyayangkan saja, untuk kedua media partner ini kenapa seakan tidak responsif membantu aktifitas dakwah kami, meski mereka sama-sama berdakwah juga sih kelihatannya.






Memang pembicara pada bulan pertama itu cukup WOW, yaitu Dr.shindyputri adiknya oki setiana dewi, tapi selanjutnya mungkin bukan pembicara terkenal, biasa aja. Tapi apakah karena itu?
Saya sih sebenernya slow, hanya saja saya berharap kalau ada yang punya media, jangan pilih-pilih sepert itu. Kalau memang gak bisa bantu posting di feeds IG, bisa juga kan di story, kalau ragu dengan aliran kajian, bisa juga kan tanya dan konfirmasi langsung kepada panitia. Saya berharap meskipun akhirnya kedua medpar tersebut tidak bersedia membantu, Allah akan datangkan medpar yang lebih baik, dan kajian acara kami bisa lebih bermanfaat lagi dan efektif dalam menyebarluaskan Islam di masyarakat luas, tanpa pilih-pilih orangnya.




Tugas dakwah ini sangat berat, tidak bisa kita lakukan sendirian, harus berjamaah. Kalau memang niatnya untuk meluaskan Islam sebagai Rahmatan lil 'Alamin, harusnya saling menyambut dan saling mendukung ketika ada ajakan untuk bekerjasama dan berkolaborasi, dari sini saya cukup merasa bahwa hanya dengan orang atau kelompok yang sefrekuensi saja kita bisa bersama-sama (hal ini mungkin berkaitan dengan frekuansei iman, tapi wallahualam), tidak bisa dipaksa, karena hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati dan mempersatukan semua umat Islam jika dikehendaki.


Tugas kita hanya berdakwah dan mengajak sebanyak mungkin orang yang bisa kita ajak bekerjasama, soal dia mau atau tidak itu pilihan dia, biarkan Allah yang menilai sejauh mana tingkat keimanan dan ketakwaannya, apakah gerakan dakwahnya murni untuk Allah atau tidak, wallahu;alam.




Niatkan segala apa yang kita lakukan semata bukan untuk duniawi saja, dunia ini sudah tua, sebentar lagi akan ada akhirnya, bagaimana kita bisa menjadi bagian dari kebangkitan umat islam sebelum berakhirnya dunia. Tanpa berjamaah, apa yang kita lakukan tidak akan berpengaruh besar, karena proyek mega besar Allah membutuhkan orang-orang yang mau bekerja sama dalam tim, bukan Super Man, atau super Woman.




Meski banyak hambatan di depan, jangan sampai selangkah pun membuat kita mundur dari jalan ini. Jalan untuk berdakwah, beramar ma'ruf nahi mungkar, Jadilah orang yang pertama kali bertindak dalam mencegah kedzaliman disaat orang lain diam, jadilah orang yang pertama kali berbicara ketika yang lain diam melihat kedzaliman, jangan sampai kita hanya berdoa, karena itu adalah selemah-lemahnya iman.






Semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah kita dan memberikan kita hidayahNya. Aamiin.






Iman dan Amal Sholeh














#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-8
 

Kamis, 07 Mei 2020

3 Tips membuat anak suka sikat gigi

Bismillah
Beberapa mamah muda sering saya dengar susah mengajak anak sikat gigi.

Saya mencoba cara sendiri mengajari anak saya dalam menyikat gigi. Anak saya baru usia 22 bulan.

1. Ajak sikat gigi bareng
Jadi kita gak hanya menyuruh dia tapi juga mencontohkan.

2. Biarkan dia sikat giginya sendiri.
Meski dia belum bisa kumur-kumur atau bahkan sikat giginya dia emut, arahkan saja, jangan dimarahi, biarkan dia senang dengan aktivitas sikat giginya sendiri

3. Jangan terlalu ideal.
Namanya juga anak kecil, dia belum tau caranya sikat gigi yang benar. Seperti kumur dahulu, daripada airnya dia telan, tidak apa kalau dia sikat gigi tanpa kumur, akhirnya bisa kita bersihkan dengan tangan.
Ketika nanti dia sudah besar dan cukup mengerti maka kita kasih tau cara yang benarnya seperti apa.

Menurut saya semua butuh proses termasuk mendidik anak. Jangan menyamakan dengan orang dewasa, biarkan dia senang sikat gigi dulu, baru kita ajari cara yg benarnya seiring waktu.

Saat ini Alhamdulillah ketika saya ajak sikat gigi sebelum tidur dia semangat, tentu dia sikat gigi sendiri, saya juga sikat gigi sendiri sambil memberikan contoh kepada dia bagian mana aja yang harus disikat.

Ketika mandi pun terkadang dia gak mau diajak mandi, tapi ketika saya bilang " sikat gigi yuk" dia langsung mau.

Alhamdulillah.

Saya masih mamah muda, ini hanya sharing aja pengalaman, kalau ternyata ada salahnya ya jangan diambil, tolong diperbaiki. Terimakasih ☺️

Semoga tulisan ini bisa membantu para mamaj muda lainnya ya.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-7

Rabu, 06 Mei 2020

Menatap dengan cinta

Bismillah..
Siapa yang disini suka liatin suami atau anaknya yang lagi tidur?
mungkin bukan aku aja kali ya..


Kadang masih suka gak nyangka sih ternyata cowok yang suka aku galauin di jaman dahulu kala ini orangnya, cowok yang aku tunggu-tunggu dia orangnya. Banyak hal yang kepikiran disaat memandang suami, apalagi kalau lagi tidur ya, hehe




Ditambah lagi dengan anak yang Alhamdulillah lucu solehah, kadang juga masih suka gak nyangka aku udah punya anak, rasanya masih kemarin lulus SMP, masih puber suka-sukaan cinta monyet.


Tapi ya inilah perjalanan hidup ya, suatu hari nanti mungkin aku punya anak kedua, ketiga, keempat, atau ke berapapun, terserah dikasihnya aja.


Tahun ini tahun ketiga pernikahan, kata orang sih 5 tahun pertama masa-masa yang penuh kejutan ya, banyak hal yang semua sifat aslinya keluar, tapi ya gimana lagi, udah kepalang, syukuri kelebihannya, tolerir kekurangannya, selama itu tidak melanggar syari, kalau udah melanggar aturan, kita sebagai istri ya harus tegas mengingatkan.


Semua yang sedang dijalani saat ini pasti kehendak dan rencana Allah, manusia hanya bias berusaha. Berusaha mendapatkan yang terbaik, dan mensyukuri hasil yang didapat apapun itu, meski tidak selalu sesuai dengan keinginan, seringkali malah melebihi ekspektasi.


Memandang dengan cinta, mungkin sering aku lakukan disaat mereka sedang tertidur, bukan hanya memandang suami atau anak, tapi juga orang tua, ketika dulu masih jomblo dan sering tidur bareng, ya kadang suka kepikiran, apa ya yang udah aku lakukan dan apa yang akan aku lakukan buat orang tua aku, meskipun aku udah menikah nanti, udah gak tinggal bareng lagi. Di saat mendekati hari pernikahan, satu sisi aku seneng aku akan menikah, tapi ada sedihnya juga, aku gak bisa tinggal bareng lagi sama orang tua. Yah gimana yah, istri kan sepatutnya ikut suami, jarang ada suami tinggal di tempat istri, tapi ada juga sih.


Memandang dengan cinta juga aku lakukan ketika aku bercermin. Siapa saya, kenapa saya disini, kemana saya akan berjalan, untuk apa saya melakukan ini. Sia-sia jika diri ini tidak memberikan sesuatu yang berarti selama di dunia. Kenapa banyak orang bisa sukses, dan saya BELUM sukses, apa yang salah dengan saya, apa yang saya sukai dan saya bisa lakukan untuk orang sekitar.


Menerima keadaan diri yang sudah menjadi takdirnya adalah wujud dari mencintai diri sendiri, seperti bentuk fisik yang sudah Allah berikan dari sananya. Tetapi ada juga keadaan diri yang masih bisa diubah, untuk membawa  kita pada kesuksesan atau sebaliknya. Merubah diri memang sulit, tapi kalau tekad sudah kuat ingin berubah jadi lebih baik, maka tidak ada yang bisa menghalangi, apalagi kalau Allah sudah memberikan jalanNya untuk kita, tidak ada seorang pun yang dapat menghalanginya. Perjalanan ini masih jauh, tetapi kita harus siap dengan segala konsekuensi dari setiap pilihan kita dalam hidup ini, karena semua akan kembali pada diri kita, dan akan ditanya laporan LPJnya. Kalau kita tidak yakin akan adanya pertanggung jawaban, maka kita akan hidup seenaknya, tanpa arah, tanpa sesuatu dan berakhir sia-sia, jangan sampai itu terjadi pada diri kita.


Hal yang ingin saya sampaikan, tataplah diri kita sendiri saat bercermin, bukan soal kita cantik atau tidak, tapi coba lihat lebih dalam, tatap dengan cinta. Lihat sampai kedalam diri kita, ke dalam hati dan pikiran kita, tentang hakikat diri kita dan hakikat dunia serta kehidupan ini yang sebenarnya.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-6

Selasa, 05 Mei 2020

Tekun menjalani usaha

Bismillah
Saya tipe orang yang sangat suka mencoba hal baru.
Sampai saya lupa kalau mau sukses memang butuh fokus. 
Sampai saat ini di usia saya 26 th saya belum tau mau memberikan branding apa buat diri saya ke depannya.

Masih banyak hal yang saya ingin ketahui.
Masih banyak yang ingin saya coba.
Bahkan dalam menjalani usaha juga masih banyak ingin mencoba semua jenis usaha. Prinsipnya mana yang menguntungkan itu yang dijalani, tentu ini salah sebenernya.

Setiap yang dijalani dengan tekun dan fokus insya Allah akan jadi sesuatu yang hebat. 

Tapi ya itu, perlu mengenal lagi apa sebenarnya yang diinginkan dan yang dibutuhkan. Apa yang ingin diingat oleh orang sekitar tentang kita, apa manfaat yang ingin diberikan. 

Harus banyak melalui proses dan doa, serta solat istikhoroh, minta pentunjuk jalan mana yang harus ditempuh. 

Semua jalan pasti ada rintangan, terkadang sudah menyerah dan mencari jalan lain, sehingga tidak sampai pada tujuan.

Terlalu banyak bidang di dunia ini.
Tapi kita harus memilih mau jadi orang generalis atau spesialis.
Jujur sih pengennya spesialis, tapi masih bisa dan ingin mencoba banyak hal, bisa ga ya? 

Belum tau mau khusus di bidang apa, karena pendidikan terakhir S1 pun bisa dibilang salah jurusan, entah mungkin juga karena kehilangan minat di tengah jalan. 

Saya berharap tahun ini sudah bisa menentukan arah mana yang akan jadi spesialisasi saya ke depan. Meski ada beberapa bidang lain yang mungkin jadi sampingan. 

Ada beberapa yang saya minati dan saya jalani saat ini :
Usaha kecantikan
Usaha sembako
Belajar menjadi aktris

Lucu memang, saya selalu penasaran rasanya menjadi artis terkenal, walaupun pasti ada keuntungan dan mudhorotnya, tapi ya karena sudah menikah, saya pilih yang diridhoi suami aja, Insya Allah diridhoi Allah juga.

Jadi pengusaha juga sudah minat saya sejak lulus kuliah. Tapi bidang usaha juga banyak, saya masih mencoba ini itu. 
Hidup ini pilihan dan tidak mudah memilih mana yang sebenarnya kita inginkan, karena sangat banyak keinginan kita sebagai manusia yang tidak pernah puas, tapi Allah tahu mana yang kita butuhkan, dan apa peran kita sebenarnya di dunia ini. Jadi lebih baik kita meminta petunjuk kepada Allah tentang apa yang dibutuhkan kita.


Apa yang cocok untuk kita, tentu saya pribadi ingin menjadi orang yang tidak biasa di mata Allah maupun di mata manusia, menjadi orang yang dikenang jasa baiknya ketika sudah tiada, tapi semua itu mustahil jika tidak dilakukan selagi muda. 

Apa yang bisa dilakukan sebanyak dan sebaik mungkin di masa muda ini, sehingga di masa tua nanti dan di masa setelah hari akhir, kita menjadi orang yang beruntung, orang yang menang, memetik hasil dari apa yang telah kita tanam di waktu sekarang, di waktu muda, di dunia ini.

Semoga Allah selalu memberikan petunjukNya kepada kita semua, meridhoi dan memberkahi apapun yanv kita lakukan, aamiin. Semata-mata untuk mencari Ridho Allah SWT, bukan hanya keuntungan dunia yanv hanya sebentar ini.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-5

Senin, 04 Mei 2020

Tips Menentukan Kriteria Suami

Banyak dari para jomblo yang masih bingung mencari calon pasangan karena gak tau juga sebenernya pasangan yang seperti apa yang diinginkan. Harusnya gak asal suka sama suka, atau yang penting ganteng dan kaya, tapi juga harus sesuai dengan kepribadian kita.


Gimana sih caranya kita menentukan kriteria calon suami?


sebenernya gampang-gampang susah ya, tapi inget lho cari suami itu gak asal suka, ganteng atau kaya aja..


Ini yang harus kita lakukan sebelum menentukan calon suami.


1. Berpikir sambil bercermin


ya pastinya kita harus melihat diri kita dulu, seperti apa, apa kekurangan dan kelebihannya. Kalau kita orangnya gak sabaran, mungkin kita butuh pasangan yang lebih sabar, kalau kita orangnya boros, mungkin kita butuh suami yang pinter mengelola keuangan. Karena pasangan itu harusnya bisa saling melengkapi.


2. Jangan Ketinggian


Maksudnya, pasangan itu adalah cerminan diri kita, mirip, gak mungkin berbeda jauh. Misal, kita dari keluarga ekonomi menengah, jangan ketinggian pengen punya suami dari keluarga kerajaan Brunei. Tapi kalau mau dapat dari ekonomi atas, ya kita bisa pantaskan diri dulu untuk selayaknya mendapatkan suami yang mapan. Misal, cowok mapan suka dengan cewek yang sederhana, pintar usaha, pintar ngatur uang. Tapi ini tergantung tipe cowoknya juga.


3. Jangan berharap malaikat


Calon suami hanya manusia biasa, mungkin kriteria kita semua adalah kelebihan-kelebihan dia, tapi harus selalu ingat kalau dia juga akan punya kekurangan yang bisa jadi akan kita tutupi setelah menikah nanti, karena saling melengkapi.





Kalau masih bingung, penulis akan share kriteria suami waktu dulu masih single ya, dan Alhamdulillah 90% mendapatkan yang sesuai kriteria. Kriteria itu seperti pedoman, karena kalau kita udah tau apa mau kita, maka akan didoain terus dan takdir bakal mengarahkan kita menuju kesana. Coba aja deh, ini dia contohnya dan alasannya.


KRITERIA SUAMI IDAMAN 


1. Seiman, karena anjuran secara islam


2. Tinggal di jabodetabek, karena saya gak mau mudik jauh, saya asal dari Bogor, kalau misal suami di jakarta kan mudik tinggal naik KRL aja


3. Kerja kantoran . Karena saya udah usaha, jadi saya pengen suami bisa punya penghasilan tetap.


4. Lebih tua usia 2-5 tahun. Karena saya suka yang lebih dewasa, walaupun kedewasaan kadang gak tergantung usia.


5. Punya Kekurangan yang manusiawi. Seperti bad temperamen atau ringan tangan itu menurut saya gak manusiawi, karena terlalu takut aja ya.


6. Tidak punya penyakit bawaan/keturunan. Ini penting juga untuk nanti punya anak.


7. Tinggi lebih dari saya, meski beberapa cm.


8. Tidak pakai kacamata, karena saya pakai kacamata tebel, biar anak saya nanti ada yang kemungkinan bisa punya mata sehat.


9. Tidak merokok, ini tentang kesehatan juga.


10. Mendukung saya wirausaha, kalau bisa yang bisa kasih saya modal usaha. Karena kegiatan saya sebelumnya wirausaha, jadi saya pribadi gak suka dengan jam kantor, dan gak mau karir di luar rumah.





Nah, itu dia contoh kriteria yang mungkin bisa jadi inspirasi para jombloers, supaya lebih spesifik lagi doanya minta calon suami. Percaya gak percaya ya, semua kriteria diatas ada di suami saya sekarang lho.


Yuk bikin kriteria suami dari sekarang, dan doain selagi bulan Ramadhan.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-4

Minggu, 03 Mei 2020

Mencari Jodoh di Bulan Ramadhan


Bismillah
Ini Khusus buat temen-temen yang lagi mencari jodoh, sharing dari pengalaman pribadi aja, tahun 2017 lalu, saya menjalani taaruf di bulan Ramadhan lho.


Doa kita di bulan ini Insya Allah dikabulkan, bukan berarti di bulan lain gak dikabulkan ya,
tapi doa disaat buka puasa itu termasuk doa yang diijabah lho, jadi jangan bosan dan putus asa dalam berdoa apapun yang sedang kita inginkan, sedang kita kejar.


Apa yang membuat kita masih belum mendapatkan jodoh? baiknya kita melihat diri kita, apakah selama ini kita terlalu pemilih? terlalu ideal kriterianya? jika iya, coba direalistiskan kembali, dan dikaji ulang kriteria jodoh impian kita, bahwa kita sedang mencari jodoh seorang manusia, bukan malaikat, dan mustahil baik semua, pasti ada kurangnya.


lalu kita lihat kepada kepribadian kita saat ini, menurut kita sendiri apakah sudah layak untuk menikah? sudah cocokkah saya memiliki amanah baru, yaitu suami? apakah saya masih dekat dengan laki-laki lain yang belum tentu jodoh saya? bukan berarti gak boleh temenan dengan cowok lain lho ya, tapi menurut saya, ini berdasarkan pengalaman, disaat kita sedang mencari jodoh yang sebenarnya, lebih baik kita menetralkan hati dulu, jangan ada perasaan apapun kepada orang lain yang sangat tidak ada tanda-tandanya untuk serius dengan kita, dan jaga jarak. Hapus semua foto dengan teman laki-laki, walaupun kita gak ada perasaan apa-apa. Tapi bisa jadi, jodoh kita yang sebenarnya sedang memperhatikan kita, melihat perilaku kita secara langsung ataupun lewat media sosial.




Kalau hati kita bersih, netral, maka ALLAH yang akan siap memberikan sesosok pria yang memang akan betul-betul akan menjadi jodoh kita. Siapapun itu, yakinlah bahwa memang dia, lihat kelebihan dan kekurangannya, tapi jangan fokus pada kekurangan, kalau itu masih manusiawi terima saja, kalau kita sebagai wanita, alangkah baiknya menerima pinangan laki-laki yang sudah serius dan tertarik dengan kita, disbanding kita memaksa laki-laki lain untuk menerima dan menikahi kita. Ini pendapat saya lho ya, mungkin ada pendapat lain ya tidak apa-apa, tapi ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Cinta suami kepada istri jauh lebih penting untuk rumah tangga yang ideal, menikah dengan orang yang mencintai kita Insya ALLAH dia akan membuat kita bahagia, ini dari sudut pandang wanita ya, kalau dari sudut pandang pria justru bisa jadi kebalikannya.


Tapi ya idealnya saling mencintai keduanya sih.
Kalau taaruf itu kan memang kita belum kenal lama, jadi benar-benar kita kuatkan sholat istikhorohnya, minta petunjuk dan pasrahkan diri.
Saat itu hati saya memang sudah saya netralkan dan tidak terpaut sama siapa-siapa, kemudian diajakin taaruf dan ketemuan, alhamdulillah sampai disitu lancar, prinsip saya ketika baru pertama kali baca biodatanya saya tertarik, tapi masih biasa aja, gak ada perasaan deg-degan atau apa, kemudian ketemua, ya masih biasa aja, tertarik karena ada kriteria yang sesuai seperti, usia, agama yang sepadan, maksudnya masih sama-sama ngaji, pekerjaan bagus, memang ada kriteria non syari yang belum masuk, tapi hal itu saya kesampingkan dulu, kalau cowoknya mau menerima kita, alasan apa kita menolak? ya kan?




Saya sempet teringat kepada teman-teman yang belum dapat jodohnya, meskipun saya belum banyak membantu, tetapi jujur saya ingin sekali mereka segera menemukan jodohnya, saya hanya bisa mendoakan dari jauh, dan menulis ini untuk yang lainnya juga, yang masih dalam perjalanan menemukan cintanya.


Menikah bagi saya memang indah, banyak baiknya disbanding dulu sendirian alias masih menjomblo, apa saja?
1. Gak galau lagi, karena sudah ada tambatan hati yaitu suami, jadi fitrah diri kita menyukai lawan jenis ya udah ada sangkutannya..
2. Secara finansial lebih stabil, karena kalau sudah menikah, kita sebagai istri dinafkahi suami, dan itu enak sih, kita gak usah kerja capek-capek naik KRL PP Bogor-Jakarta yang mungkin sebagian pembaca tau rasanya ya.
3. Ada yang menyayangi, memanjakan, kasih perhatian, dll


pokoknya banyak banget sih enaknya dari menikah itu.
Jadi buat yang masih jomblo, maksimalkan doa dan usaha di bulan Ramadhan Ini ya, siapa tau ketemu, saya dulu menikah di bulan haji, prosesnya hanya sekitar 3 bulan. Kalau udah waktunya akan dimudahkan kok, tinggal kitanya aja siap atau gak, sudah menyiapkan diri sejauh mana.




Tata Cara Taaruf Sesuai Syariah Islam



















#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-3

Sabtu, 02 Mei 2020

Rencana Hidup Pasca Pandemi

Bismillah
Apakah jika pandemi ini berakhir, hidup kita akan kembali seperti semula?
Tidakkah kita berpikir hikmah dari semua keadaan ini? harusnya ada kebiasaan kita yang berubah, karena pandemi ini menyadarkan kita bahwa lingkungan butuh haknya untuk dijaga, itu hanya salah satunya. Sadarkah kita bahwa aktivitas manusia dalam bekerja sangat merusak lingkungan? bisakah kita tetap bekerja mencari nafkah tanpa harus merusak lingkungan?




Pertama,
Pandemi memberikan trend baru tentang WFH, Work from home, menurut saya ini perlu dilanjutkan meski pandemi sudah berakhir, kalau ada pekerjaan-pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah, buat apa ke kantor? para pengusaha juga kan lebih hemat gak perlu sewa kantor dan sebagainya.
Positifnya dari WFH ini, rapat jadi lebih produktif, waktu lebih efektif efisien, karena gak ada waktu untuk pulang dan pergi ke kantor, KRL juga jadi gak penuh, lingkungan juga jadi lebih bersih karena gak banyak kendaraan yang beroperasi. Wallahualam,,




Tapi kalau dari sisi saya pribadi, WFH emang the best, mungkin 1x seminggu ke kantor ya gak apa-apa, kalau untuk pekerja sales / marketing seperti saya emang gak cocok kalau di kantor terus, perlu sesekali ke luar, mencari mitra baru, yang penting target tercapai dengan baik, gak perlu ada namanya jam kantor, itu lebih enak, dan bagi kamu millennial juga akan lebih menarik sih menurut saya
.




Kedua,
Untuk apa hidup dan bekerja?
Saya sempat membayangkan apabila ini salah satu tanda kiamat besar, ya Allah
apalagi sejak ada suara dentuman yang sampai terdengar se-Depok, Bogor dan Jakarta itu, meskipun saya tidak mendengarnya langsung, tapi dari hasil baca-baca beberapa artikel, banyak yang mengarahkan kepada akhir kehidupan.




Mungkin saya pribadi lebih mengurangi belanja-belanja non produktif dan konsumtif seperti baju branded, barang branded, elektronik, dll.
Allah masih memberikan sehat dan kesempatan hidup agar kita bisa memperbaiki diri menjadi hambaNya yang lebih baik, tidak untuk disia-siakan begitu saja.


Kalau ternyata kita masih sama saja seperti sebelum pandemi, sungguh jangan sampai kita merugi.


Untuk apa bekerja? saya pribadi mengurangi target-target yang duniawi. Adapun ingin punya rumah sendiri karena saya ingin rumah itu menjadi pusat ekonomi, pusat peradaban, pusat pembinaan ummat. Saya ingin punya rumah yang cukup luas untuk dijadikan tempat kajian, untuk tempat produksi barang dan jasa yang bisa dijual, sehingga saya tidak perlu banyak keluar rumah.




Ketiga,
Dunia ini menjadi sangat tidak pasti, tetapi Alhamdulillah saya menghadapi pandemi dengan hati yang tenang karena saya tidak punya hutang. Saya dan suami memang menghindari kredit barang yang tidak penting, termasuk untuk rumah yang mudah-mudahan bisa kami beli segera dengan cash.
Kurangi berhutang jika tidak diperlukan, syukuri kondisi yang ada sekarang, perbanyak syukur dan perbanyak usaha, berpikir mencari penghasilan tambahan supaya bisa memiliki barang tertentu yang kita inginkan tanpa harus berhutang.




Dan bagi yang masih punya hutang, disegerakan untuk dibayar, karena meskipun pemberi hutang tidak bawel menagih, tapi siapa tau sebenarnya dia butuh uang, ini curhat pribadi, hehe..




satu hal penting yang ingin saya sampaikan di post ini adalah, tentang lingkungan, mari kita sesuaikan diri kita meskipun pandemi sudah berakhir, tapi tetaplah menjaga lingkungan, kurangi menggunakan kendaraan yang menghasilkan polusi udara.


Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik sebelum menjadi agen perubahan bagi lingkungan.




#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-2








Berbagai 'HIKMAH' Dari Virus Corona | Indozone.id

Jumat, 01 Mei 2020

Tetap Bersyukur Ramadhan #dirumahaja

Bismillah
Senang rasanya saya dapat menulis lagi di blog ini, meski dalam kondisi yang berbeda dari biasanya.


Biasanya, sebelum Ramadhan selalu ada makan-makan bersama sebelum puasa,
Setiap minggu ada aja jadwal buka puasa bareng dengan teman-teman alumni, mulai dari SD, SMP, SMA, Kuliah, ataupun alumni organisasi.
Setiap malam tarawih ke masjid, ngabuburit sambal cari makanan buka puasa.
Tapi kali ini semua itu tidak bisa dilakukan, karena pandemic corona ini.


Banyak orang berharap pandemic akan berakhir di bulan Ramadhan, karena bulan ini bulan yang penuh berkah, tetapi pada kenyataannya Allah belum berkehendak.
Banyak orang rugi usahanya karena tidak adanya permintaan. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, untuk makan saja mereka tidak ada uang.


Saya masih berpikir, apa saja hikmah dibalik corona ini.
Bisa jadi ini juga teguran bagi saya pribadi, kemana aja selama ini? ketika masjid dibuka selebar-lebarnya, sudahkah saya memakmurkannya?
ketika berkumpul dengan teman dan keluarga tidak dilarang, apakah saya sering mengunjungi mereka semua?


Saya mensyukuri beberapa hal dari pandemi ini.
Pertama, lingkungan alam menjadi lebih baik dan polusi berkurang.
Kedua, saya jadi tahu mana yang namanya kebutuhan dengan keinginan, dunia usaha yang saat ini masih bertahan adalah usaha yang menyediakan kebutuhan, sedangkan yang bersifat keinginan dan gengsi semata itu kurang. Saya jadi menyadari kalau hidup ini tidak perlu yang macam-macam, terpenuhi kebutuhan pokok aja itu udah Alhamdulillah, sisanya kita hanya perlu berbagi kepada yang membutuhkan, sekalian menabung amal buat kehidupan selanjutnya.


Ramadhan di tengah pandemi ini bagi saya cukup disayangkan, karena tidak bisa tarawih di masjid, walaupun kalau wanita ya baiknya di rumah, tapi jadi gak bisa itikaf juga.
Tapi kalau kita hanya berfokus pada kekurangan, ya akan sama aja.
Coba kita lihat kelebihan-kelebihannya aja dari keadaan ini.


Saya pribadi tetap bersyukur disaat yang lain terkena PHK, suami masih bisa mendapatkan gaji, meski ada sebagian gaji yang ditunda.
Saya juga bersyukur karena tetap ada usaha sampingan jualan beras dan itu cukup menguntungkan di masa ini.


Jadi, tidak ada alasan bagi saya untuk berkurang ibadahnya di bulan Ramadhan ini, harusnya tetap bisa maksimal. Baca Quran, tarawih bisa jamaah dengan suami, buka puasa di rumah aja setiap hari dan itu lebih irit.


Satu hal yang sangat harus ditingkatkan adalah memperbanyak istighfar, bisa jadi pandemi ini adalah teguran, bisa jadi ini adalah tanda dunia akan segera berakhir, ya memang pasti waktu akan mendekati ke akhir dunia, maka dari itu, apakah jika pandemi ini berakhir kita akan kembali seperti semula sebelumnya? apakah kita tetap dalam dosa dan maksiat yang sama? apakah kita akan tetap dalam amal-amal yang sama?


Saya berpikir dan saya rasa seharusnya tidak.


Ramadhan ini adalah salah satu hal yang saya takuti pada bulan-bulan sebelumnya, takut jika tidak sampai kepada Ramadhan. Alhamdulillah Allah masih mengijinkan, dan saya tidak ingin menyiakan itu. Meski sebagai manusia saya seringkali lalai, tapi semoga Allah melihat upaya saya ini dalam memanfaatkan waktu Ramadhan.




Bersyukur adalah kunci bahagia dan ketenangan, apapun yang terjadi meskipun kondisi sulit, coba cari apa yang bisa disyukur. Sehat jasmani dan rohani, masih diberikan nikmat islam dan iman, masih bisa berkumpul dengan keluarga.
Karena menurut saya kalau tidak disyukuri pun tidak akan membuat keadaan berubah. Jadi akan lebih rugi, kalau hanya mengeluh, putus asa dan mengutuki keadaan.


Satu ayat yang bisa saya sampaikan pada postingan ini adalah..


𝐀𝔹𝐄 on Twitter: "“JIKA KAMU BERSYUKUR MAKA AKU AKAN TAMBAH ...






Sampaikanlah meski hanya 1 ayat. Semoga kita selalu ingat ayat ini dan meyakininya, sehingga Allah akan memberikan nikmat yang lainnya kepada kita semua, Aamiin


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-1

Rabu, 03 Juli 2019

Menjadi Fulltime Mother Bergaji PNS

Bismillah
Assalamu'alaikum pembaca semua :)
Makasih udh mampir ke blog aku ya..

Pada kesempatan kali ini aku pengen sharing ke pembaca semua tentang aktivitas bisnis aku, by the way, mungkin sebenernya aku ni blm ada apa2nya dibanding dengan yg lain. Tapi sebagai wujud rasa syukur aku mau berbagi, sudah berada di titik sekarang ini Alhamdulillah banget, siapa tau ada yang belum dan ingin berada di titik ini semoga bisa bermanfaat ya.


Ini aku, suami dan anak aku, hehe. 


Saat ini titik dimana saya bisa fulltime di rumah, tapi penghasilan Alhamdulillah hehe.
kalau ditanya gaji PNS itu berapa? kita anggap aja sekitar 3,5-5 juta ya sebulan itu dr usaha kosmetik online wardah aja, belum gaji uang bulanan dari suami hehe, Alhamdulillah udah di titik itu. Jujur memang dari dulu gak berminat jadi PNS ataupun kantoran karena mau sama anak aja seharian, jadi fulltime mother buat anak2. Meski akutu lulusan S1 Biologi ITB, tapi aku selow aja sih aktivitas di rumah sbg ibu rumah tangga dan bisnis online, ga terlalu mikirin apa kata orang yang penting aku tetap berpenghasilan hehe. Memang sih ilmu biologinya jadi ga gitu kepake, tapi pola pikir dan softskill lain masih bisa terpakai.


Awalnya itu gimana? aku coba untuk persingkat aja ya.
Oktober 2015 aku lulus kuliah, ga kerja, aku bikin bisnis2an sama temen, akhirnya gagal dan aku rugi, waktu itu bisnis craft / kerajinan tangan gitu. aku rugi 5 jutaan lah dan harus balikin duit ke temenku itu. aku akhirnya mulai kirim2 lamaran ke perusahaan tapi ya gitu, lama banget nunggu balesannya, akhirnya aku bertekad kerjaan apa aja dulu lah yg ada di depan mata, yang penting halal, dapet duit, bayar utang.  Januari 2016 jaman masih suka Facebookan ya, stalking status gitu, eh nemu ada status loker gitu, di toko kosmetik online di Bogor. Langsung aja aku chat ya, setelah itu diminta ketemu wawancara, jumatnya wawancara terus senin langsung kerja, Alhamdulillah langsung cocok ya. Waktu itu aku udah tau sih gajinya jauh dari UMR, berapa coba? tebak! 800 ribu sih kalo ditulis di info lokernya, tapi aku syukuri banget ya, daripada nganggur di rumah ye kan? ngasilin duit juga ngga, mending kerja , walau sedikit tapi aku bisa belajar jualan online itu yg mahal dan jadi awal bisnis aku sekarang.

So, pesen aku buat pencari kerja alias fresh graduate, sadar diri dlu aja mungkin ya, kan kita nih masih baru lulus, belum pengalaman, gausah ngarep gaji gede tapi kerja santai, itu ga ada, jadi ambil kerjaan apapun di depan mata yg penting halal, dan banyak belajar, serap ilmu sebanyak2nya dari kerjaan pertama kamu itu, biar kamu expert atau minimal berpengalaman baik lah.

Lanjut, mulailah kerja gitu ya, dikasih kerjaan tambahan buat upload produk gitu di sistem kasir POS, karena waktu itu posisi aku jadi admin, kerjaannya adalah menerima orderan, balesin chat reseller dan bantuin packing paket. sampai sekarang pun masih gitu kerjaan aku hehe tapi bedanya sekarang bisnisan sendiri kalo dlu punya orang hehe.

Kalau cuman kerjaan upload2 mah gampang ya kan? hhe, tinggal klik2 jadi hehe, cuman ya emang mesti sabar dan rajin, gak lama sih kerjaan itu beres, eh taunya gajinya dinaikin dong, tadinya kan ditulisnya 800rb, ternyata pas gajian aku terima 1,5 juta.  lagian pas wawancara jg aku gak nanya gajinya berapa, karena udh ditulis juga 800rb, gak enak nanyanya juga, yang penting kerja dulu , duit megikuti. hehe.

Malu ga sih? ah ngapain, ya itu kan proses hidup ya, buat bisa dapet penghasilan besar itu pasti dimulainya dari yg kecil dulu, emang fase itu harus dilewati, gak mungkin langsung besar.

Singkat ya, di toko kosmetik online itu aku kerja selama 5 bulan, banyak yg aku pelajari sih, aku jd tau dapurnya bisnis online gimana, cara packing gimana, cara terima orderan gimana, cara promosi online gimana, cara nanggepin complain reseller dan dapet kenalan supplier kosmetik juga, Alhamdulillah banyak yah.

Setelah itu aku cari kerjaan lain, berharap gajinya lebih besar gitu ya, karena alhamdulillah tuh utang ke temen yg 5 juta udh lunas, karena tujuan utamanya dulu itu sih, kerja buat bayar utang, ga mungkin minta ke ortu karena waktu itu juga lagi pas2an.

Kerja di perusahaan selanjutnya, gaji masih blm UMR juga, tapi naik Alhamdulillah hehe. Sambil nyambi juga aku jualan kosmetik, ngambil dari atasan aku yg dulu itu sama supplier toko yang dulu.
walau aku jualan yg sama tapi aku gak pernah ambil customer toko lho, mungkin suppliernya aja hehe, tapi aku bilang ke supplier kalo aku ambil barang atas nama sendiri, bukan atas nama toko tempat kerja aku dulu.

kalo customer/pembeli aku nyari sendiri dong yaa,, lalu aku berpikir nih gimana kalo aku bikin sistem reseller juga ? akhirnya aku bikin tuh promo rekrutmen reseller versi sendiri. Menurut aku ini yang sangat penting supaya kita tu banyak orderan ya, BIKIN PASUKAN RESELLER.

TAWARIN KE ORANG TERDEKAT , bisa secara japri atau lewat grup.
Aku inget banget dulu reseller pertama aku namanya Teh Anggi, dapet dari aku posting di grup gitu, dan dari grup itu ada beberapa orang yang nyangkut. Alhamdulillah, aku coba tergetin per bulan harus rekrut berapa orang, mulai dari 10 orang sampai 100 orang hehe.

kalau ditanya sekarang udah berapa reseller? udah 1000 lebih , tapi ya gitu deh, aktifnya mah paling 10%an lah, tapi disyukuri aja.

BIKIN MEMBER GET MEMBER
nah ini aku kasih kesempatan buat reseller yg mungkin susah jualan produknya, tapi bisa ajak temen buat jadi reseller, kasih aja komisi gitu, sistemnya bukan MLM yaaa. misal kasih komisi 10rb dari 1 orang temen yg dia rekrut, alhamdulillah ini manjur ya hehe. cukup banyak reseller yg masuk, meski gak semua aktif sih.

DATABASE MEMBER
Nah kalo udh banyak, bikin database reseller, oiya kalo aku istilahnya member ya, sama aja sih artinya itu reseller, kalo punya database kan enak, sayang kita udah susah payah rekrut orang ya kan, itu nanti bisa diprospek lagi suatu hari nanti.

KELOLA RESELLER
Ini aku juga belum 100% sih fokus disini, karena gimana ya, reseller itu orang2nya beda, dari latar belakang yang beda, dan motivasi waktu ikut reseller juga beda2, jadi agak susah ngurusin banyak orang dan setuju sama kita. Kalo cara aku ya dengan masukin ke grup aja, kalo ada info langsung share di grup, kalau ada promo juga, grupnya bikin 1 arah aja, biar gak terlalu berisik.  Mau nyimak alhamdulillah, nggak juga yah gak ada paksaan ya, ada banyak banget duka2 dengan reseller pastinya, kalo mau dibahas bisa 7 hari 7 malam haha. Tapi ya emang resiko kalo bisnis hubungan sama banyak orang tu begini ya. Jadi siapin mentalnya juga buat berkomunikasi dengan orang banyak, lapangkan dada seluas2nya. Kayaknya seluk beluk tentang reseller ini harus 1 bab khusus deh ya, bakal panjang banget. hehe.


REKRUT RESELLER TERUS MENERUS --> BIKIN PROMO yang menarik buat reseller.
Mungkin promo itu bakal mengurangi keuntungan kita ya, tapi jangan merasa rugi berbagi rejeki, yakini aja kalau bakal ada gantinya dari pintu rejeki yang lain. Mungkin kita udah merasa susah payah di bisnis ini ya, dan kayaknya kok untungnya receh banget, duh Alhamdulillah dong ya, tapi pasti Allah kasih rejeki dari jalan lain, misal dari gaji suami, suami gajinya naik atau dapat bonus gede, kan gak tau, kita mah positif thinking aja, dan terus berusaha mencari rizki yang halal, terus optimis mis mis mis, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha #eaaa.. Allah Maha Melihat kerja kita kok, kalau kita mau punya gaji 5 juta keatas, ya bekerjalah selayaknya orang yang memang layak dapat penghasilan segitu, begitu juga dengan orang yang pengen dapat penghasilan miliaran per bulan (ini aku banget pengen kayak gitu) berusahalah untuk memantaskan diri layaknya orang yang penghasilannya miliaran, dengan cara? memperbaiki sikap, pola pikir, etos kerja, nambah ilmu, nambah network, nambah doa, dll.

Begitu saja sharingnya, moga bisa diambil benang merahnya, dan bisa diikuti yang baik2nya dan menjadi amal jariyah bagi penulis, pembaca dan yang mengamalkannya, Aamiin..

Terimakasiiiih :)


Kalo ada pertanyaan? boleh bangeet hehe
email ke sitihaifa_bcc@yahoo.com atau WA 081804946964
follow IG aku juga boleh hehe @sitihaifa

Sabtu, 06 April 2019

Kriteria suami

Bismillah
Dear All,
kali ini aku mau cerita, kriteria suami jaman dulu aku masih single, hehe. karena sekarang udah dapet yang alhamdulillah hampir semua sesuai kriteria haha, tapi semua itu butuh perjuangan dan doa, dan juga penolakan2 saat PDKT ataupun taaruf sama yang sebelumnya, nanti aku cerita juga deh soal kegagalan taaruh hehe.

buat diambil aja hikmahnya bagi yang belum menikah, semoga bisa jadi inspirasi yang baik ya

So, soal kriteria, menurut aku penting dibikin sedetail mungkin, buat didoain, biar Allah juga kasih yg emang sesuai kriteria kita.



kriteria selain soleh dan seiman itu pasti ya say, ga bisa diubah. mesti kudu harus

1. kriteria pertama yaitu,  bukan anak ITB.
karena gatau kenapa sih ga tertarik aja, pernah sih dulu sempet ceng2an alias suka2an doang ama temen atau senior ITB, tapi kayaknya gak sreg di hati deh, dan juga karena gw orangnya bosenan jadi kayaknya bosen aja kalo ama anak ITB lagi, obrolannya sama, temen2nya sama, lingkungannya sama, ah bosen hehe, dan juga mau tambah relasi yang lebih luas, maklum pebisnis ya mindsetnya, cari network sebanyak2nya dari berbagai latarbelakang say. Alhamdulillah suami gw alumni UI jurusan IT, yeeeeey..! kriteria pertama dapet nih.

awalnya gw jg bingung sih gimana ya cari suami selain ITB? sempet kepikiran juga cari anak UI, tapi gw gapunya kenalan anak UI, singkat cerita namanya juga jodoh ya, ada aja jalannya dari Allah, ya ketemu lah gw sama temen papah saya yang alumni UI, dan jodoh deh ama temennya yg alumni UI juga, hihi.


2. usia beda 2-5 tahun. Soal usia ini gw dari dulu emang ga suka sama cowok lebih muda atau seumuran, gatau kenapa sih, emang udah preferensinya gitu, suka yang lebih tua, lebih dewasa, tapi gak terlalu jauh juga ye. maksimal 5 tahun, dan ya cocoklah suami gw kelahiran 1988, gw 1994, pas banget 5 tahun haha.

3. S2. Waktu taaruf sih sebetulnya di CV masih S1, tapi pas pertemuan taaruf itu dia bilang dapet S2 lagi di UI dibayarin kantornya, wah kebetulan banget emang maunya gw juga haha. cuman tadinya pengennya S2nya itu di luar negeri, biar gw bisa nebeng nyobain hidup di luar negeri juga setahun dua tahun haha. tapi Allah maha tahu juga sih, mungkin gw mah blm siap hidup jauh dari orang tua, orang pas hamil muda aja udah gabisa makan karena mual2, gimana tinggal diluar negeri coba? haha

4. Pekerja tetap alias kantoran. yap, walaupun gw minatnya wirausaha, tapi gw pengen punya suami yang kerjaannya tetap alias kantoran, alhamdulillah dapetnya karyawan bumn hehe. Karena biar keuangan keluarga stabil aja say, kalo kantoran tuh emang lebih aman sih, daripada wirausaha yang turun naik, biar gw aja yang penghasilannya turun naik dan itu jadi tambahan pemasukan, namun pemasukan pokoknya ya dari gaji suami dong, hehe.

5. Bisa modalin usaha gw. Ini terkabul waktu ijab kabul sih, doi emang nanya mau mahar apaan, ya gw jawab aja uang buat modal usaha, yehehehe, tapi gw ga sebut jumlahnya berapa, terserah dia aja, dan Alhamdulillah dikasih lbh gede dr harapan gw ditambah perhiasan emas juga yang gw ga minta, katanya sih itu semua bonus tahunan waktu itu dihabisin buat gw semua, dan paling gede semenjak dia kerja, hihi alhamdulillah say.. rejeki jadi istri hihi.

6. Berjiwa pemimpin/leadership. Untuk yg ini menurut gw wajib sih bagi setiap suami, tapi waktu itu standar gw seenggaknya suami pernah jadi ketua apaan gitu di sekolah atau kampus, ya Alhamdulillah doi pernah jadi ketua OSIS, terkabul lagi shay, sip.

7. Punya kekurangan yang manusiawi. Nah ini nih, gw sadar sih mungkin kriteria terlalu banyak, tapi kita harus inget bahwa tdk ada manusia sempurna, suami gw nanti pasti punya kekurangan, dan gw berharap kekurangannya masih manusiawi dan masih bisa gw toleransi, dan sekarang alhamdulillah terbukti sih, kekurangan suami adalah masih hal yg wajar, berkaca sama diri sendiri ya emang gak jauh beda ama kekurangan gw haha. dulu yang gw takutin itu punya suami yang temperamen dan ringan tangan, naudzubillah ya say, tapi suami gw mah gak gitu Insya Allah, masih wajar aja say.

8. Tinggal di sekitar jabodetabek. Ini juga penting, karena gw pernah ngerasain jauhnya dari orang tua itu ga enak, makanya klo bisa rumahnya di sekitar jabodetabek ajalah yang masih terjangkau sama commuter line, biar klo mau pulkam juga deket dan gak ribet, alhamdulillah say, suami gw meski lahir di tuban tapi udah lama tinggal di jakarta. jadilah sekarang gw warga jakarta, ngesot sedikit dari Bogor lah ya,

9. Tinggi badan lebih dari aku beberapa senti. yap, tinggi gw sekitar 160 cm, nah pengennya sih punya suami tingginya diatas itu, 165 atau 170 lah, karena penting sih klo buat gw, karena suami itu kan pemimpin ya, tapi rada ga nyambung juga sih, cuman klo gw ya lbh suka cowok yg lebih tinggi, itu aja. Alhamdulillah suami gw tingginya 170an deh. hihi.

10. Hidungnya mancung. Nah ini tu karena gw rada pesek say, jadi gw pngn anak2 gw nanti idungnya lebih maju lah dibanding gw, hehe, jujur waktu pertama kali gw liat foto suami tuh, yg gw liat ya idungnya haha, lumayan adaaan gitu idungnya, siplah, hihi

11. gak jauh beda soal kualitas agama tapi bisa saling membantu. Nah, untuk kualitas agama ini gw berkaca pada diri sendiri, karena gw bukanlah seorang hafidzah, maka gw tidak menuliskan kriteria punya suami hafidz say, meski ingin ya, tapi aku ngaca sih, yang penting tetap bisa menjaga agama dan jaga ODOJ, alhamdulillah klo ODOJ mah ternyata suami juga ikutan, hafalan juga gak beda jauh lah ya, amalan sehari2 kayak solat sunnah gitu juga gak jauh beda, jadi ya buat aku biar gak jomplang aja gitu, yang penting bisa sama2 tetap istiqomah ngajinya, dan pengamalan agamanya.


mungkin itu say beberapa kriteria suami yang dulu aku idam2kan dan alhamdulillah sekarang sudah terkabulkan oleh Allah SWT, tentunya setelah melewati masa2 galau dan air mata juga waktu ditolak saaaay huhu..

Tapi tenang aja buat kamu yang baru ditolak saat taaruf, gw ikut merasakan sakitnya, tapi yakin deh akhirnya pasti indah, hadiah dari Allah.

Semoga yang jomblo segera mendapatkan jodoh terbaiknya, aamiin.

Kamis, 21 Maret 2019

Jawaban dari Harapan

Memang berharap pada manusia itu melelahkan, membingungkan, mengecewakan.
Terkadang Allah memang memberikan sesuatu yang tidak sesuai harapan hambanya supaya hambanya sadar bahwa tidak ada tempat berharap segalanya selain kepada Allah.

Dan yang perlu aku yakini saat ini adalah, ini adalah yang terbaik buat aku dan masa depan aku. yakin dan berharap kalau Allah pasti menggantinya dengan yang jauh lebih baik.

Tapi jujur yang bikin aku kecewa kenapa gak ada kabar sama sekali, aku positif thinking sih mungkin panitia ngabarin ke nomer WA bisnis aku yang lama dan udah ke blokir, tapi kenapa ketika ngabarin aku lolos itu ke nomer WA yang lama, ah sudahlah. Ikhlaskan maka akan ada gantinya yang lebih baik.

Sekarang aku hanya fokus untuk bisa tetap bergerak, tidak perlu gelar atau embel2 apapun untuk bisa berkontribusi kepada umat, jadilah manusia biasa yang selalu berusaha meraih Ridho Allah SWT, itu sajalah. Lelah, memang, lelang jika niatnya mengejar harta, lelah jika niatnya ingin popularitas, tidak bisa menjadi diri sendiri itu memang melelahkan. Tetaplah bergerak meski sendiri, Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui isi hati juga. Tetap menjadi diri sendiri, nyaman dengan apa adanya kita, tidak perlu menjadi orang lain, karena Allah melihat diri kita yang sebenarnya ya, bukan diri orang lain yang menempel pada kita.

Ya Allah kuatkan aku, semoga aku bisa menerima ini dengan lapang dada dan bisa menjadi motivasi untuk tetap bergerak dan melakukan yang terbaik untuk meraih RidhoMu. Aamiin.

Galau Moms

Eit, kali ini gw ga bahas galau soal perasaan lagi sih ya, kan udah gak jomblo. Terus apa dong?
galaunya lebih kepada mau ngapain. Haha

Jadi ni malem gw gabisa tidur, kepikiran aja perasaan hari ini gw belum ngapa2in deh. maksudnya gw merasa kayak belum melakukan banyak hal buat diri sendiri, apalagi umat. wedew..

emang sih seharian gw sama anak, mandiin, nyuapin, nyusuin, dan tiap hari begitu. Jujur pengen banget bisa berkontribusi banyak buat ummat sebenernya, tapi gw juga bingung mau ngapain, bingung bisa apa, pokoknya serba bingung dan jadi galau.

menurut gw ya emang dari sananya gitu juga sih, kan sebaik2 orang tu yg bermanfaat ya, terus gw mikir nih manfaat gw apa ya, keluar rumah jarang, punya temen juga kayaknya nggak, huhu. terus gw bisa apa dong? itulah jadi galau deh akhirnya.

bosen? ya bisa jadi, tapi harus diapain? gw jujur pengennya bisa punya banyak temen, tapi dengan pembawaan gw yg udah biasa di rumah, bisa ga ya, kadang jadi males keluar rumah, tapi kadang merasa butuh keluar rumah. duh bingung kan ya, sama deh bingung.

pengen gitu ya bisa punya prestasi lagi, jujur sih inimah, seenggaknya kalau abis menang sesuatu tuh emang ada kebanggaan tersendiri, minimal ya buat diri sendiri dulu gitu, setelah itu baru keluarga, bisa memberikan sesuatu buat orang lain, buat orang yang lebih banyak lagi.

emang sih kadang motivasi juga kurang, karena faktor eksternalnya gak ada, biasa cari motivasi tuh dari orang2 sekitar, dari acara2 seminar, dari orang2 luar.

sekarang sih ya masih usaha untuk menghasilkan sesuatu, tapi kayaknya lambat banget, mau nulis beresin buku juga belum beres2, kayaknya emang harus tiap malem kali gw begadang yak, soalnya kalo siang tuh anak gw gabisa didiemin aja, kecuali kalo dia tidur, tapi dia tidurnya ga pernah lama, beberapa menit doang. Emang sih butuh pengorbanan, salah satunya ngorbanin waktu tidur, tapi jadinya nanti gw ngantuk pas pagi2nya huhu. ya mau gimana lagi.

gw juga sebenernya lagi ikutan lomba wirausaha gitu, udah lama gw tunggu2, tapi ga ada kabar lagi tuh, terakhir panitia bilang gw masuk final propinsi DKI Jakarta, harusnya sih tanggal 9 dan 10 Maret kemaren, tapi gak ada kabar dong, gw udah WA panitia juga gak dibales, haduh ini gimana sih kok ga jelas ya, padahal gw pengen banget menang, selain karena pengen hadiahnya, ya pasti karena pengen bisa melakukan sesuatu lagi gitu buat orang banyak. gw sih positif thinking mungkin langsung dimasukin ke final nasional akhir maret nanti, ya semoga aja. seenggaknya masih ada kesempatan lah.

gw harap lomba itu ga sekedar lomba cantik2an sih ya, tapi bener2 lomba wirausaha, dimana diliat dari pengalaman kita selama usaha, dari gagasan kita ke depannya selama menjadi duta wirausaha, hemm.. udah H-8 nih masih belum ada kabar juga dari panitia, well berharap gak berharap sih, tapi kalo terlalu berharap juga nanti gw kecewa ya, namanya juga manusia. Mending gw ikhlasin aja deh, kalau masih dikasih kesempatan ya syukur alhamdulillah, Insya Allah akan gw persiapkan lebih baik lagi, tapi kalau belum beruntung yaudah, semoga ada jalan rejeki yang lebih baik dimana gw bisa berkarya banyak, memberikan sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak, dengan menjadi diri gw sendiri, itu aja sih.

duh maap ni malem2 galau, abisnya jujur deh kepikiran banget pas tadi mau tidur, ga bisa tidur, mikirin apa yang udah gw lakuin ya? jadi kadang gw sambil nunggu ngantuk cuman bisa istighfar, ya Allah, masih belum banyak yang bisa aku lakuin sebagai ummat ini.

Semoga besok2 gw udah bisa nemuin jalan yang tepat dimana gw bisa mengabdi dan melakukan sesuatu solusi buat ummat ini, AAMIIN.





Senin, 18 Maret 2019

Tips Cepet Punya Anak

Dear All
Assalamualaikum, maaf nih udah lama gak nulis blog ya

kali ini aku mau share gimana caranya biar cepet hamil, hehe
sebelumnya disini aku mau bagi pengalaman aja ya, semoga bermanfaat buat penganten baru atau lama yang sudah merindukan kehadiran anak.

aku nikah 15 september 2017, sebenernya pengen pacaran dulu gitu ya sampe akhir tahun, baru nanti 2018 program hamil, eh tapi ternyata bulan oktober udah mulai merasakan gejala2 hamil kayak ngantuk, gigi sakit, dll. sempet ga mikir dulu kalau bakal hamil secepat ini sih, akhirnya searching2 ya memang begitulah tanda2 orang hamil, coba deh beli tespek, waktu itu sih aku bingung sama siklus haid ya, biasanya aku haid lancar2 aja dan gak jauh2 dari tanggal itu, paling telat atau lebih cepet beberapa hari, sebenernya bulan oktober tu udah haid, tapi selang beberapa hari tu kayak haid lagi, aneh deh, dan ternyata setelah disearching, itu bisa jadi tanda penempelan embrio di dinding rahim, jadi muncul bercak darah gitu, emang sih gak sebanyak haid ya, karena baru pertama, kan bingung, jadi aku anggap waktu itu haidnya 2x hehe,

pagi2 tuh mau mandi, pas BAK pertama bangun tidur gitu ya langsung aku tampung air seni, terus aku masukin aja tuh tespeknya, semenit dua menit aku diemin kok kayak ga ada perubahan, masih garis 1 aja, oh yaudah lah, aku buang deh itu ke tempat sampah haha, karena sebenernya antara berharap dan ga nyangka juga sih, perasaan aku waktu itu emang jujur berharap pengen hamil, tapi yang masih ragu gitu masa sih secepet ini? yaudah karena tespek menandakan garis 1 akhirnya agak sedikit kecewa juga, yah yaudah mungkin emang belum waktunya. mencoba mengikhlaskan hehe.

tapi setelah mandi tuh ya aku penasaran, aku ambil lagi tu tespek dari tempat sampah haha, dan ternyata ada 2 garis samar2 dong, wkwkwk,, ragu2 sih, tapi jd agak seneng gitu ya, waduh beneran nih? cepet bangeeet, besok2 pas aku tespek lagi ya bener itu 2 garis makin jelas, huaaa. alhamdulillah.






itu intro ya sedikit cerita waktu pertama kali tespek.

kita flashback deh ya, sebetulnya aku mau cerita ini dari apa yang aku lakuin sebelum hamil, tentunya diluar hubungan suami istri ya, kalau itu kan pasti rahasia dong, ga boleh diceritain.

dan diluar kuasa Allah juga ya memang punya anak itu anugerah dari Allah, tapi kita manusia bisa berusaha, gimana caranya?

1. aku minum susu khusus buat hamil, sebut merk ga ya??? duh gada endorsan nih, gpp lah anggap aja amal ya promosiin dia tanpa dibayar, Insya Allah biar Allah yang bayar, hehe. jadi aku tu minum prenagen esensis, sebelum nikah malah aku udah minum itu, tapi setelah dilamar deh klo ga salah hehe. emang gak rutin tiap malem sih, tapi udah mencicil minum susu itu untuk menyiapkan rahim, menyiapkan gizi sebelum hamil gitu ya hehe.


aku emang ga ada rencana nunda2 hamil sih, buat aku kalau udah siap nikah, pastinya siap hamil dan jadi ibu dong ya haha, jadi aku siapin diri juga buat hamil, salah satunya dengan minum susu prenagen esensis itu.

2. aku makan kurma muda, emang ini kurma harganya lumayan sih, tapi kan demi punya anak, hehe. jadi aku beli dan aku jadiin cemilan aja kalau lagi online gitu, istilahnya sih kita menyiapkan nutrisi gitu lah buat hamil, supaya kita siap menerima calon janin di rahim kita.
jadi aku siangnya ngemil kurma muda, malemnya minum susu.

intinya dari 2 poin ini sih, kita menyiapkan diri kita, secara fisik untuk menjadikan diri kita alias rahim kita nanti itu tempat yg sudah siap ditempati janin, Allah maha tahu kan ya apa yang kita usahain, memang niat kita kan pengen cepet punya anak, jadi kita juga harus persiapan dong, memantaskan tubuh kita juga untuk menerima anak dari Allah, gausah terlalu banyak pantangan makan deh kalau menurut aku, karena setiap makanan punya gizi yang dibutuhkan tubuh.

ada temenku dia gak suka makan nasi, terus sampai sekarang belum punya anak, wallahualam sih, tapi mungkin berpengaruh juga, jadi saran akumah makan biasa aja asal ga berlebihan hehe, CMIIW

oke lanjut

3. Baca buku kehamilan, nah yg ini lebih ke persiapan ilmu yah, aku juga dulu belum tau bakal dikasih anak kapan, tapi setelah menikah aku beli buku2 tentang kehamilan dan pendidikan anak, ya buat bekal aja, jadi kita kapan aja siap dikasih amanah itu. sebelum nikah bahkan udah baca2 buku ttg anak dan kehamilan, tapi setelah nikah lebih intens lagi, karena kita kan calon ibu ya, calon sekolah pertama, jadi kita buktiin nih sama Allah kalau kita bener2 serius pengen anak, makanya kita berusaha memantaskan diri jadi calon ibu yang baik, ya khan.


sisanya itu tergantung masing2 suami istri yaaa, haha, bukan space saya, intinya mah berusaha setiap hari, wkwkwkkw..

okedeh say, sebenernya 3 itu aja yang dulu aku lakuin yah, oiya sebetulnya penting buat cewek untuk gak terlalu capek ya, karena itu bisa ngaruh juga, kalau aku emang dari setelah nikah udah resign kerja, jadi fokus di rumah, samasekali gak capek sih, karena kerjaan di rumah doang, kadang keluar rumah buat urus orderan sebentar, intinya jangan terlalu capek juga buat istri dan suaminya, kalau dua2nya kerja, dua2nya capek, yah kapan punya anaknya dong , mending istri ngalah aja dulu kalau mau punya anak cepet, di rumah dulu, nyantai aja shay, di rumah enak, tinggal dapat gaji dari suami hehe, biar deh kita doain suami aja supaya rejeki makin banyak, istri di rumah hamil deeeh,,hehe


Hikmah Tak Ada Air

Bismillah Hari ini mulai sore tadi pompa air di rumah ga nyala. Jadinya gak bisa mandi sampai jam 10 baru nyala lagi. Gak betah banget, ge...