Rabu, 06 Mei 2020

Menatap dengan cinta

Bismillah..
Siapa yang disini suka liatin suami atau anaknya yang lagi tidur?
mungkin bukan aku aja kali ya..


Kadang masih suka gak nyangka sih ternyata cowok yang suka aku galauin di jaman dahulu kala ini orangnya, cowok yang aku tunggu-tunggu dia orangnya. Banyak hal yang kepikiran disaat memandang suami, apalagi kalau lagi tidur ya, hehe




Ditambah lagi dengan anak yang Alhamdulillah lucu solehah, kadang juga masih suka gak nyangka aku udah punya anak, rasanya masih kemarin lulus SMP, masih puber suka-sukaan cinta monyet.


Tapi ya inilah perjalanan hidup ya, suatu hari nanti mungkin aku punya anak kedua, ketiga, keempat, atau ke berapapun, terserah dikasihnya aja.


Tahun ini tahun ketiga pernikahan, kata orang sih 5 tahun pertama masa-masa yang penuh kejutan ya, banyak hal yang semua sifat aslinya keluar, tapi ya gimana lagi, udah kepalang, syukuri kelebihannya, tolerir kekurangannya, selama itu tidak melanggar syari, kalau udah melanggar aturan, kita sebagai istri ya harus tegas mengingatkan.


Semua yang sedang dijalani saat ini pasti kehendak dan rencana Allah, manusia hanya bias berusaha. Berusaha mendapatkan yang terbaik, dan mensyukuri hasil yang didapat apapun itu, meski tidak selalu sesuai dengan keinginan, seringkali malah melebihi ekspektasi.


Memandang dengan cinta, mungkin sering aku lakukan disaat mereka sedang tertidur, bukan hanya memandang suami atau anak, tapi juga orang tua, ketika dulu masih jomblo dan sering tidur bareng, ya kadang suka kepikiran, apa ya yang udah aku lakukan dan apa yang akan aku lakukan buat orang tua aku, meskipun aku udah menikah nanti, udah gak tinggal bareng lagi. Di saat mendekati hari pernikahan, satu sisi aku seneng aku akan menikah, tapi ada sedihnya juga, aku gak bisa tinggal bareng lagi sama orang tua. Yah gimana yah, istri kan sepatutnya ikut suami, jarang ada suami tinggal di tempat istri, tapi ada juga sih.


Memandang dengan cinta juga aku lakukan ketika aku bercermin. Siapa saya, kenapa saya disini, kemana saya akan berjalan, untuk apa saya melakukan ini. Sia-sia jika diri ini tidak memberikan sesuatu yang berarti selama di dunia. Kenapa banyak orang bisa sukses, dan saya BELUM sukses, apa yang salah dengan saya, apa yang saya sukai dan saya bisa lakukan untuk orang sekitar.


Menerima keadaan diri yang sudah menjadi takdirnya adalah wujud dari mencintai diri sendiri, seperti bentuk fisik yang sudah Allah berikan dari sananya. Tetapi ada juga keadaan diri yang masih bisa diubah, untuk membawa  kita pada kesuksesan atau sebaliknya. Merubah diri memang sulit, tapi kalau tekad sudah kuat ingin berubah jadi lebih baik, maka tidak ada yang bisa menghalangi, apalagi kalau Allah sudah memberikan jalanNya untuk kita, tidak ada seorang pun yang dapat menghalanginya. Perjalanan ini masih jauh, tetapi kita harus siap dengan segala konsekuensi dari setiap pilihan kita dalam hidup ini, karena semua akan kembali pada diri kita, dan akan ditanya laporan LPJnya. Kalau kita tidak yakin akan adanya pertanggung jawaban, maka kita akan hidup seenaknya, tanpa arah, tanpa sesuatu dan berakhir sia-sia, jangan sampai itu terjadi pada diri kita.


Hal yang ingin saya sampaikan, tataplah diri kita sendiri saat bercermin, bukan soal kita cantik atau tidak, tapi coba lihat lebih dalam, tatap dengan cinta. Lihat sampai kedalam diri kita, ke dalam hati dan pikiran kita, tentang hakikat diri kita dan hakikat dunia serta kehidupan ini yang sebenarnya.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-6

Selasa, 05 Mei 2020

Tekun menjalani usaha

Bismillah
Saya tipe orang yang sangat suka mencoba hal baru.
Sampai saya lupa kalau mau sukses memang butuh fokus. 
Sampai saat ini di usia saya 26 th saya belum tau mau memberikan branding apa buat diri saya ke depannya.

Masih banyak hal yang saya ingin ketahui.
Masih banyak yang ingin saya coba.
Bahkan dalam menjalani usaha juga masih banyak ingin mencoba semua jenis usaha. Prinsipnya mana yang menguntungkan itu yang dijalani, tentu ini salah sebenernya.

Setiap yang dijalani dengan tekun dan fokus insya Allah akan jadi sesuatu yang hebat. 

Tapi ya itu, perlu mengenal lagi apa sebenarnya yang diinginkan dan yang dibutuhkan. Apa yang ingin diingat oleh orang sekitar tentang kita, apa manfaat yang ingin diberikan. 

Harus banyak melalui proses dan doa, serta solat istikhoroh, minta pentunjuk jalan mana yang harus ditempuh. 

Semua jalan pasti ada rintangan, terkadang sudah menyerah dan mencari jalan lain, sehingga tidak sampai pada tujuan.

Terlalu banyak bidang di dunia ini.
Tapi kita harus memilih mau jadi orang generalis atau spesialis.
Jujur sih pengennya spesialis, tapi masih bisa dan ingin mencoba banyak hal, bisa ga ya? 

Belum tau mau khusus di bidang apa, karena pendidikan terakhir S1 pun bisa dibilang salah jurusan, entah mungkin juga karena kehilangan minat di tengah jalan. 

Saya berharap tahun ini sudah bisa menentukan arah mana yang akan jadi spesialisasi saya ke depan. Meski ada beberapa bidang lain yang mungkin jadi sampingan. 

Ada beberapa yang saya minati dan saya jalani saat ini :
Usaha kecantikan
Usaha sembako
Belajar menjadi aktris

Lucu memang, saya selalu penasaran rasanya menjadi artis terkenal, walaupun pasti ada keuntungan dan mudhorotnya, tapi ya karena sudah menikah, saya pilih yang diridhoi suami aja, Insya Allah diridhoi Allah juga.

Jadi pengusaha juga sudah minat saya sejak lulus kuliah. Tapi bidang usaha juga banyak, saya masih mencoba ini itu. 
Hidup ini pilihan dan tidak mudah memilih mana yang sebenarnya kita inginkan, karena sangat banyak keinginan kita sebagai manusia yang tidak pernah puas, tapi Allah tahu mana yang kita butuhkan, dan apa peran kita sebenarnya di dunia ini. Jadi lebih baik kita meminta petunjuk kepada Allah tentang apa yang dibutuhkan kita.


Apa yang cocok untuk kita, tentu saya pribadi ingin menjadi orang yang tidak biasa di mata Allah maupun di mata manusia, menjadi orang yang dikenang jasa baiknya ketika sudah tiada, tapi semua itu mustahil jika tidak dilakukan selagi muda. 

Apa yang bisa dilakukan sebanyak dan sebaik mungkin di masa muda ini, sehingga di masa tua nanti dan di masa setelah hari akhir, kita menjadi orang yang beruntung, orang yang menang, memetik hasil dari apa yang telah kita tanam di waktu sekarang, di waktu muda, di dunia ini.

Semoga Allah selalu memberikan petunjukNya kepada kita semua, meridhoi dan memberkahi apapun yanv kita lakukan, aamiin. Semata-mata untuk mencari Ridho Allah SWT, bukan hanya keuntungan dunia yanv hanya sebentar ini.

#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-5

Senin, 04 Mei 2020

Tips Menentukan Kriteria Suami

Banyak dari para jomblo yang masih bingung mencari calon pasangan karena gak tau juga sebenernya pasangan yang seperti apa yang diinginkan. Harusnya gak asal suka sama suka, atau yang penting ganteng dan kaya, tapi juga harus sesuai dengan kepribadian kita.


Gimana sih caranya kita menentukan kriteria calon suami?


sebenernya gampang-gampang susah ya, tapi inget lho cari suami itu gak asal suka, ganteng atau kaya aja..


Ini yang harus kita lakukan sebelum menentukan calon suami.


1. Berpikir sambil bercermin


ya pastinya kita harus melihat diri kita dulu, seperti apa, apa kekurangan dan kelebihannya. Kalau kita orangnya gak sabaran, mungkin kita butuh pasangan yang lebih sabar, kalau kita orangnya boros, mungkin kita butuh suami yang pinter mengelola keuangan. Karena pasangan itu harusnya bisa saling melengkapi.


2. Jangan Ketinggian


Maksudnya, pasangan itu adalah cerminan diri kita, mirip, gak mungkin berbeda jauh. Misal, kita dari keluarga ekonomi menengah, jangan ketinggian pengen punya suami dari keluarga kerajaan Brunei. Tapi kalau mau dapat dari ekonomi atas, ya kita bisa pantaskan diri dulu untuk selayaknya mendapatkan suami yang mapan. Misal, cowok mapan suka dengan cewek yang sederhana, pintar usaha, pintar ngatur uang. Tapi ini tergantung tipe cowoknya juga.


3. Jangan berharap malaikat


Calon suami hanya manusia biasa, mungkin kriteria kita semua adalah kelebihan-kelebihan dia, tapi harus selalu ingat kalau dia juga akan punya kekurangan yang bisa jadi akan kita tutupi setelah menikah nanti, karena saling melengkapi.





Kalau masih bingung, penulis akan share kriteria suami waktu dulu masih single ya, dan Alhamdulillah 90% mendapatkan yang sesuai kriteria. Kriteria itu seperti pedoman, karena kalau kita udah tau apa mau kita, maka akan didoain terus dan takdir bakal mengarahkan kita menuju kesana. Coba aja deh, ini dia contohnya dan alasannya.


KRITERIA SUAMI IDAMAN 


1. Seiman, karena anjuran secara islam


2. Tinggal di jabodetabek, karena saya gak mau mudik jauh, saya asal dari Bogor, kalau misal suami di jakarta kan mudik tinggal naik KRL aja


3. Kerja kantoran . Karena saya udah usaha, jadi saya pengen suami bisa punya penghasilan tetap.


4. Lebih tua usia 2-5 tahun. Karena saya suka yang lebih dewasa, walaupun kedewasaan kadang gak tergantung usia.


5. Punya Kekurangan yang manusiawi. Seperti bad temperamen atau ringan tangan itu menurut saya gak manusiawi, karena terlalu takut aja ya.


6. Tidak punya penyakit bawaan/keturunan. Ini penting juga untuk nanti punya anak.


7. Tinggi lebih dari saya, meski beberapa cm.


8. Tidak pakai kacamata, karena saya pakai kacamata tebel, biar anak saya nanti ada yang kemungkinan bisa punya mata sehat.


9. Tidak merokok, ini tentang kesehatan juga.


10. Mendukung saya wirausaha, kalau bisa yang bisa kasih saya modal usaha. Karena kegiatan saya sebelumnya wirausaha, jadi saya pribadi gak suka dengan jam kantor, dan gak mau karir di luar rumah.





Nah, itu dia contoh kriteria yang mungkin bisa jadi inspirasi para jombloers, supaya lebih spesifik lagi doanya minta calon suami. Percaya gak percaya ya, semua kriteria diatas ada di suami saya sekarang lho.


Yuk bikin kriteria suami dari sekarang, dan doain selagi bulan Ramadhan.


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-4

Minggu, 03 Mei 2020

Mencari Jodoh di Bulan Ramadhan


Bismillah
Ini Khusus buat temen-temen yang lagi mencari jodoh, sharing dari pengalaman pribadi aja, tahun 2017 lalu, saya menjalani taaruf di bulan Ramadhan lho.


Doa kita di bulan ini Insya Allah dikabulkan, bukan berarti di bulan lain gak dikabulkan ya,
tapi doa disaat buka puasa itu termasuk doa yang diijabah lho, jadi jangan bosan dan putus asa dalam berdoa apapun yang sedang kita inginkan, sedang kita kejar.


Apa yang membuat kita masih belum mendapatkan jodoh? baiknya kita melihat diri kita, apakah selama ini kita terlalu pemilih? terlalu ideal kriterianya? jika iya, coba direalistiskan kembali, dan dikaji ulang kriteria jodoh impian kita, bahwa kita sedang mencari jodoh seorang manusia, bukan malaikat, dan mustahil baik semua, pasti ada kurangnya.


lalu kita lihat kepada kepribadian kita saat ini, menurut kita sendiri apakah sudah layak untuk menikah? sudah cocokkah saya memiliki amanah baru, yaitu suami? apakah saya masih dekat dengan laki-laki lain yang belum tentu jodoh saya? bukan berarti gak boleh temenan dengan cowok lain lho ya, tapi menurut saya, ini berdasarkan pengalaman, disaat kita sedang mencari jodoh yang sebenarnya, lebih baik kita menetralkan hati dulu, jangan ada perasaan apapun kepada orang lain yang sangat tidak ada tanda-tandanya untuk serius dengan kita, dan jaga jarak. Hapus semua foto dengan teman laki-laki, walaupun kita gak ada perasaan apa-apa. Tapi bisa jadi, jodoh kita yang sebenarnya sedang memperhatikan kita, melihat perilaku kita secara langsung ataupun lewat media sosial.




Kalau hati kita bersih, netral, maka ALLAH yang akan siap memberikan sesosok pria yang memang akan betul-betul akan menjadi jodoh kita. Siapapun itu, yakinlah bahwa memang dia, lihat kelebihan dan kekurangannya, tapi jangan fokus pada kekurangan, kalau itu masih manusiawi terima saja, kalau kita sebagai wanita, alangkah baiknya menerima pinangan laki-laki yang sudah serius dan tertarik dengan kita, disbanding kita memaksa laki-laki lain untuk menerima dan menikahi kita. Ini pendapat saya lho ya, mungkin ada pendapat lain ya tidak apa-apa, tapi ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Cinta suami kepada istri jauh lebih penting untuk rumah tangga yang ideal, menikah dengan orang yang mencintai kita Insya ALLAH dia akan membuat kita bahagia, ini dari sudut pandang wanita ya, kalau dari sudut pandang pria justru bisa jadi kebalikannya.


Tapi ya idealnya saling mencintai keduanya sih.
Kalau taaruf itu kan memang kita belum kenal lama, jadi benar-benar kita kuatkan sholat istikhorohnya, minta petunjuk dan pasrahkan diri.
Saat itu hati saya memang sudah saya netralkan dan tidak terpaut sama siapa-siapa, kemudian diajakin taaruf dan ketemuan, alhamdulillah sampai disitu lancar, prinsip saya ketika baru pertama kali baca biodatanya saya tertarik, tapi masih biasa aja, gak ada perasaan deg-degan atau apa, kemudian ketemua, ya masih biasa aja, tertarik karena ada kriteria yang sesuai seperti, usia, agama yang sepadan, maksudnya masih sama-sama ngaji, pekerjaan bagus, memang ada kriteria non syari yang belum masuk, tapi hal itu saya kesampingkan dulu, kalau cowoknya mau menerima kita, alasan apa kita menolak? ya kan?




Saya sempet teringat kepada teman-teman yang belum dapat jodohnya, meskipun saya belum banyak membantu, tetapi jujur saya ingin sekali mereka segera menemukan jodohnya, saya hanya bisa mendoakan dari jauh, dan menulis ini untuk yang lainnya juga, yang masih dalam perjalanan menemukan cintanya.


Menikah bagi saya memang indah, banyak baiknya disbanding dulu sendirian alias masih menjomblo, apa saja?
1. Gak galau lagi, karena sudah ada tambatan hati yaitu suami, jadi fitrah diri kita menyukai lawan jenis ya udah ada sangkutannya..
2. Secara finansial lebih stabil, karena kalau sudah menikah, kita sebagai istri dinafkahi suami, dan itu enak sih, kita gak usah kerja capek-capek naik KRL PP Bogor-Jakarta yang mungkin sebagian pembaca tau rasanya ya.
3. Ada yang menyayangi, memanjakan, kasih perhatian, dll


pokoknya banyak banget sih enaknya dari menikah itu.
Jadi buat yang masih jomblo, maksimalkan doa dan usaha di bulan Ramadhan Ini ya, siapa tau ketemu, saya dulu menikah di bulan haji, prosesnya hanya sekitar 3 bulan. Kalau udah waktunya akan dimudahkan kok, tinggal kitanya aja siap atau gak, sudah menyiapkan diri sejauh mana.




Tata Cara Taaruf Sesuai Syariah Islam



















#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-3

Sabtu, 02 Mei 2020

Rencana Hidup Pasca Pandemi

Bismillah
Apakah jika pandemi ini berakhir, hidup kita akan kembali seperti semula?
Tidakkah kita berpikir hikmah dari semua keadaan ini? harusnya ada kebiasaan kita yang berubah, karena pandemi ini menyadarkan kita bahwa lingkungan butuh haknya untuk dijaga, itu hanya salah satunya. Sadarkah kita bahwa aktivitas manusia dalam bekerja sangat merusak lingkungan? bisakah kita tetap bekerja mencari nafkah tanpa harus merusak lingkungan?




Pertama,
Pandemi memberikan trend baru tentang WFH, Work from home, menurut saya ini perlu dilanjutkan meski pandemi sudah berakhir, kalau ada pekerjaan-pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah, buat apa ke kantor? para pengusaha juga kan lebih hemat gak perlu sewa kantor dan sebagainya.
Positifnya dari WFH ini, rapat jadi lebih produktif, waktu lebih efektif efisien, karena gak ada waktu untuk pulang dan pergi ke kantor, KRL juga jadi gak penuh, lingkungan juga jadi lebih bersih karena gak banyak kendaraan yang beroperasi. Wallahualam,,




Tapi kalau dari sisi saya pribadi, WFH emang the best, mungkin 1x seminggu ke kantor ya gak apa-apa, kalau untuk pekerja sales / marketing seperti saya emang gak cocok kalau di kantor terus, perlu sesekali ke luar, mencari mitra baru, yang penting target tercapai dengan baik, gak perlu ada namanya jam kantor, itu lebih enak, dan bagi kamu millennial juga akan lebih menarik sih menurut saya
.




Kedua,
Untuk apa hidup dan bekerja?
Saya sempat membayangkan apabila ini salah satu tanda kiamat besar, ya Allah
apalagi sejak ada suara dentuman yang sampai terdengar se-Depok, Bogor dan Jakarta itu, meskipun saya tidak mendengarnya langsung, tapi dari hasil baca-baca beberapa artikel, banyak yang mengarahkan kepada akhir kehidupan.




Mungkin saya pribadi lebih mengurangi belanja-belanja non produktif dan konsumtif seperti baju branded, barang branded, elektronik, dll.
Allah masih memberikan sehat dan kesempatan hidup agar kita bisa memperbaiki diri menjadi hambaNya yang lebih baik, tidak untuk disia-siakan begitu saja.


Kalau ternyata kita masih sama saja seperti sebelum pandemi, sungguh jangan sampai kita merugi.


Untuk apa bekerja? saya pribadi mengurangi target-target yang duniawi. Adapun ingin punya rumah sendiri karena saya ingin rumah itu menjadi pusat ekonomi, pusat peradaban, pusat pembinaan ummat. Saya ingin punya rumah yang cukup luas untuk dijadikan tempat kajian, untuk tempat produksi barang dan jasa yang bisa dijual, sehingga saya tidak perlu banyak keluar rumah.




Ketiga,
Dunia ini menjadi sangat tidak pasti, tetapi Alhamdulillah saya menghadapi pandemi dengan hati yang tenang karena saya tidak punya hutang. Saya dan suami memang menghindari kredit barang yang tidak penting, termasuk untuk rumah yang mudah-mudahan bisa kami beli segera dengan cash.
Kurangi berhutang jika tidak diperlukan, syukuri kondisi yang ada sekarang, perbanyak syukur dan perbanyak usaha, berpikir mencari penghasilan tambahan supaya bisa memiliki barang tertentu yang kita inginkan tanpa harus berhutang.




Dan bagi yang masih punya hutang, disegerakan untuk dibayar, karena meskipun pemberi hutang tidak bawel menagih, tapi siapa tau sebenarnya dia butuh uang, ini curhat pribadi, hehe..




satu hal penting yang ingin saya sampaikan di post ini adalah, tentang lingkungan, mari kita sesuaikan diri kita meskipun pandemi sudah berakhir, tapi tetaplah menjaga lingkungan, kurangi menggunakan kendaraan yang menghasilkan polusi udara.


Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik sebelum menjadi agen perubahan bagi lingkungan.




#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-2








Berbagai 'HIKMAH' Dari Virus Corona | Indozone.id

Jumat, 01 Mei 2020

Tetap Bersyukur Ramadhan #dirumahaja

Bismillah
Senang rasanya saya dapat menulis lagi di blog ini, meski dalam kondisi yang berbeda dari biasanya.


Biasanya, sebelum Ramadhan selalu ada makan-makan bersama sebelum puasa,
Setiap minggu ada aja jadwal buka puasa bareng dengan teman-teman alumni, mulai dari SD, SMP, SMA, Kuliah, ataupun alumni organisasi.
Setiap malam tarawih ke masjid, ngabuburit sambal cari makanan buka puasa.
Tapi kali ini semua itu tidak bisa dilakukan, karena pandemic corona ini.


Banyak orang berharap pandemic akan berakhir di bulan Ramadhan, karena bulan ini bulan yang penuh berkah, tetapi pada kenyataannya Allah belum berkehendak.
Banyak orang rugi usahanya karena tidak adanya permintaan. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, untuk makan saja mereka tidak ada uang.


Saya masih berpikir, apa saja hikmah dibalik corona ini.
Bisa jadi ini juga teguran bagi saya pribadi, kemana aja selama ini? ketika masjid dibuka selebar-lebarnya, sudahkah saya memakmurkannya?
ketika berkumpul dengan teman dan keluarga tidak dilarang, apakah saya sering mengunjungi mereka semua?


Saya mensyukuri beberapa hal dari pandemi ini.
Pertama, lingkungan alam menjadi lebih baik dan polusi berkurang.
Kedua, saya jadi tahu mana yang namanya kebutuhan dengan keinginan, dunia usaha yang saat ini masih bertahan adalah usaha yang menyediakan kebutuhan, sedangkan yang bersifat keinginan dan gengsi semata itu kurang. Saya jadi menyadari kalau hidup ini tidak perlu yang macam-macam, terpenuhi kebutuhan pokok aja itu udah Alhamdulillah, sisanya kita hanya perlu berbagi kepada yang membutuhkan, sekalian menabung amal buat kehidupan selanjutnya.


Ramadhan di tengah pandemi ini bagi saya cukup disayangkan, karena tidak bisa tarawih di masjid, walaupun kalau wanita ya baiknya di rumah, tapi jadi gak bisa itikaf juga.
Tapi kalau kita hanya berfokus pada kekurangan, ya akan sama aja.
Coba kita lihat kelebihan-kelebihannya aja dari keadaan ini.


Saya pribadi tetap bersyukur disaat yang lain terkena PHK, suami masih bisa mendapatkan gaji, meski ada sebagian gaji yang ditunda.
Saya juga bersyukur karena tetap ada usaha sampingan jualan beras dan itu cukup menguntungkan di masa ini.


Jadi, tidak ada alasan bagi saya untuk berkurang ibadahnya di bulan Ramadhan ini, harusnya tetap bisa maksimal. Baca Quran, tarawih bisa jamaah dengan suami, buka puasa di rumah aja setiap hari dan itu lebih irit.


Satu hal yang sangat harus ditingkatkan adalah memperbanyak istighfar, bisa jadi pandemi ini adalah teguran, bisa jadi ini adalah tanda dunia akan segera berakhir, ya memang pasti waktu akan mendekati ke akhir dunia, maka dari itu, apakah jika pandemi ini berakhir kita akan kembali seperti semula sebelumnya? apakah kita tetap dalam dosa dan maksiat yang sama? apakah kita akan tetap dalam amal-amal yang sama?


Saya berpikir dan saya rasa seharusnya tidak.


Ramadhan ini adalah salah satu hal yang saya takuti pada bulan-bulan sebelumnya, takut jika tidak sampai kepada Ramadhan. Alhamdulillah Allah masih mengijinkan, dan saya tidak ingin menyiakan itu. Meski sebagai manusia saya seringkali lalai, tapi semoga Allah melihat upaya saya ini dalam memanfaatkan waktu Ramadhan.




Bersyukur adalah kunci bahagia dan ketenangan, apapun yang terjadi meskipun kondisi sulit, coba cari apa yang bisa disyukur. Sehat jasmani dan rohani, masih diberikan nikmat islam dan iman, masih bisa berkumpul dengan keluarga.
Karena menurut saya kalau tidak disyukuri pun tidak akan membuat keadaan berubah. Jadi akan lebih rugi, kalau hanya mengeluh, putus asa dan mengutuki keadaan.


Satu ayat yang bisa saya sampaikan pada postingan ini adalah..


𝐀𝔹𝐄 on Twitter: "“JIKA KAMU BERSYUKUR MAKA AKU AKAN TAMBAH ...






Sampaikanlah meski hanya 1 ayat. Semoga kita selalu ingat ayat ini dan meyakininya, sehingga Allah akan memberikan nikmat yang lainnya kepada kita semua, Aamiin


#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-1

Rabu, 03 Juli 2019

Menjadi Fulltime Mother Bergaji PNS

Bismillah
Assalamu'alaikum pembaca semua :)
Makasih udh mampir ke blog aku ya..

Pada kesempatan kali ini aku pengen sharing ke pembaca semua tentang aktivitas bisnis aku, by the way, mungkin sebenernya aku ni blm ada apa2nya dibanding dengan yg lain. Tapi sebagai wujud rasa syukur aku mau berbagi, sudah berada di titik sekarang ini Alhamdulillah banget, siapa tau ada yang belum dan ingin berada di titik ini semoga bisa bermanfaat ya.


Ini aku, suami dan anak aku, hehe. 


Saat ini titik dimana saya bisa fulltime di rumah, tapi penghasilan Alhamdulillah hehe.
kalau ditanya gaji PNS itu berapa? kita anggap aja sekitar 3,5-5 juta ya sebulan itu dr usaha kosmetik online wardah aja, belum gaji uang bulanan dari suami hehe, Alhamdulillah udah di titik itu. Jujur memang dari dulu gak berminat jadi PNS ataupun kantoran karena mau sama anak aja seharian, jadi fulltime mother buat anak2. Meski akutu lulusan S1 Biologi ITB, tapi aku selow aja sih aktivitas di rumah sbg ibu rumah tangga dan bisnis online, ga terlalu mikirin apa kata orang yang penting aku tetap berpenghasilan hehe. Memang sih ilmu biologinya jadi ga gitu kepake, tapi pola pikir dan softskill lain masih bisa terpakai.


Awalnya itu gimana? aku coba untuk persingkat aja ya.
Oktober 2015 aku lulus kuliah, ga kerja, aku bikin bisnis2an sama temen, akhirnya gagal dan aku rugi, waktu itu bisnis craft / kerajinan tangan gitu. aku rugi 5 jutaan lah dan harus balikin duit ke temenku itu. aku akhirnya mulai kirim2 lamaran ke perusahaan tapi ya gitu, lama banget nunggu balesannya, akhirnya aku bertekad kerjaan apa aja dulu lah yg ada di depan mata, yang penting halal, dapet duit, bayar utang.  Januari 2016 jaman masih suka Facebookan ya, stalking status gitu, eh nemu ada status loker gitu, di toko kosmetik online di Bogor. Langsung aja aku chat ya, setelah itu diminta ketemu wawancara, jumatnya wawancara terus senin langsung kerja, Alhamdulillah langsung cocok ya. Waktu itu aku udah tau sih gajinya jauh dari UMR, berapa coba? tebak! 800 ribu sih kalo ditulis di info lokernya, tapi aku syukuri banget ya, daripada nganggur di rumah ye kan? ngasilin duit juga ngga, mending kerja , walau sedikit tapi aku bisa belajar jualan online itu yg mahal dan jadi awal bisnis aku sekarang.

So, pesen aku buat pencari kerja alias fresh graduate, sadar diri dlu aja mungkin ya, kan kita nih masih baru lulus, belum pengalaman, gausah ngarep gaji gede tapi kerja santai, itu ga ada, jadi ambil kerjaan apapun di depan mata yg penting halal, dan banyak belajar, serap ilmu sebanyak2nya dari kerjaan pertama kamu itu, biar kamu expert atau minimal berpengalaman baik lah.

Lanjut, mulailah kerja gitu ya, dikasih kerjaan tambahan buat upload produk gitu di sistem kasir POS, karena waktu itu posisi aku jadi admin, kerjaannya adalah menerima orderan, balesin chat reseller dan bantuin packing paket. sampai sekarang pun masih gitu kerjaan aku hehe tapi bedanya sekarang bisnisan sendiri kalo dlu punya orang hehe.

Kalau cuman kerjaan upload2 mah gampang ya kan? hhe, tinggal klik2 jadi hehe, cuman ya emang mesti sabar dan rajin, gak lama sih kerjaan itu beres, eh taunya gajinya dinaikin dong, tadinya kan ditulisnya 800rb, ternyata pas gajian aku terima 1,5 juta.  lagian pas wawancara jg aku gak nanya gajinya berapa, karena udh ditulis juga 800rb, gak enak nanyanya juga, yang penting kerja dulu , duit megikuti. hehe.

Malu ga sih? ah ngapain, ya itu kan proses hidup ya, buat bisa dapet penghasilan besar itu pasti dimulainya dari yg kecil dulu, emang fase itu harus dilewati, gak mungkin langsung besar.

Singkat ya, di toko kosmetik online itu aku kerja selama 5 bulan, banyak yg aku pelajari sih, aku jd tau dapurnya bisnis online gimana, cara packing gimana, cara terima orderan gimana, cara promosi online gimana, cara nanggepin complain reseller dan dapet kenalan supplier kosmetik juga, Alhamdulillah banyak yah.

Setelah itu aku cari kerjaan lain, berharap gajinya lebih besar gitu ya, karena alhamdulillah tuh utang ke temen yg 5 juta udh lunas, karena tujuan utamanya dulu itu sih, kerja buat bayar utang, ga mungkin minta ke ortu karena waktu itu juga lagi pas2an.

Kerja di perusahaan selanjutnya, gaji masih blm UMR juga, tapi naik Alhamdulillah hehe. Sambil nyambi juga aku jualan kosmetik, ngambil dari atasan aku yg dulu itu sama supplier toko yang dulu.
walau aku jualan yg sama tapi aku gak pernah ambil customer toko lho, mungkin suppliernya aja hehe, tapi aku bilang ke supplier kalo aku ambil barang atas nama sendiri, bukan atas nama toko tempat kerja aku dulu.

kalo customer/pembeli aku nyari sendiri dong yaa,, lalu aku berpikir nih gimana kalo aku bikin sistem reseller juga ? akhirnya aku bikin tuh promo rekrutmen reseller versi sendiri. Menurut aku ini yang sangat penting supaya kita tu banyak orderan ya, BIKIN PASUKAN RESELLER.

TAWARIN KE ORANG TERDEKAT , bisa secara japri atau lewat grup.
Aku inget banget dulu reseller pertama aku namanya Teh Anggi, dapet dari aku posting di grup gitu, dan dari grup itu ada beberapa orang yang nyangkut. Alhamdulillah, aku coba tergetin per bulan harus rekrut berapa orang, mulai dari 10 orang sampai 100 orang hehe.

kalau ditanya sekarang udah berapa reseller? udah 1000 lebih , tapi ya gitu deh, aktifnya mah paling 10%an lah, tapi disyukuri aja.

BIKIN MEMBER GET MEMBER
nah ini aku kasih kesempatan buat reseller yg mungkin susah jualan produknya, tapi bisa ajak temen buat jadi reseller, kasih aja komisi gitu, sistemnya bukan MLM yaaa. misal kasih komisi 10rb dari 1 orang temen yg dia rekrut, alhamdulillah ini manjur ya hehe. cukup banyak reseller yg masuk, meski gak semua aktif sih.

DATABASE MEMBER
Nah kalo udh banyak, bikin database reseller, oiya kalo aku istilahnya member ya, sama aja sih artinya itu reseller, kalo punya database kan enak, sayang kita udah susah payah rekrut orang ya kan, itu nanti bisa diprospek lagi suatu hari nanti.

KELOLA RESELLER
Ini aku juga belum 100% sih fokus disini, karena gimana ya, reseller itu orang2nya beda, dari latar belakang yang beda, dan motivasi waktu ikut reseller juga beda2, jadi agak susah ngurusin banyak orang dan setuju sama kita. Kalo cara aku ya dengan masukin ke grup aja, kalo ada info langsung share di grup, kalau ada promo juga, grupnya bikin 1 arah aja, biar gak terlalu berisik.  Mau nyimak alhamdulillah, nggak juga yah gak ada paksaan ya, ada banyak banget duka2 dengan reseller pastinya, kalo mau dibahas bisa 7 hari 7 malam haha. Tapi ya emang resiko kalo bisnis hubungan sama banyak orang tu begini ya. Jadi siapin mentalnya juga buat berkomunikasi dengan orang banyak, lapangkan dada seluas2nya. Kayaknya seluk beluk tentang reseller ini harus 1 bab khusus deh ya, bakal panjang banget. hehe.


REKRUT RESELLER TERUS MENERUS --> BIKIN PROMO yang menarik buat reseller.
Mungkin promo itu bakal mengurangi keuntungan kita ya, tapi jangan merasa rugi berbagi rejeki, yakini aja kalau bakal ada gantinya dari pintu rejeki yang lain. Mungkin kita udah merasa susah payah di bisnis ini ya, dan kayaknya kok untungnya receh banget, duh Alhamdulillah dong ya, tapi pasti Allah kasih rejeki dari jalan lain, misal dari gaji suami, suami gajinya naik atau dapat bonus gede, kan gak tau, kita mah positif thinking aja, dan terus berusaha mencari rizki yang halal, terus optimis mis mis mis, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha #eaaa.. Allah Maha Melihat kerja kita kok, kalau kita mau punya gaji 5 juta keatas, ya bekerjalah selayaknya orang yang memang layak dapat penghasilan segitu, begitu juga dengan orang yang pengen dapat penghasilan miliaran per bulan (ini aku banget pengen kayak gitu) berusahalah untuk memantaskan diri layaknya orang yang penghasilannya miliaran, dengan cara? memperbaiki sikap, pola pikir, etos kerja, nambah ilmu, nambah network, nambah doa, dll.

Begitu saja sharingnya, moga bisa diambil benang merahnya, dan bisa diikuti yang baik2nya dan menjadi amal jariyah bagi penulis, pembaca dan yang mengamalkannya, Aamiin..

Terimakasiiiih :)


Kalo ada pertanyaan? boleh bangeet hehe
email ke sitihaifa_bcc@yahoo.com atau WA 081804946964
follow IG aku juga boleh hehe @sitihaifa

Hikmah Tak Ada Air

Bismillah Hari ini mulai sore tadi pompa air di rumah ga nyala. Jadinya gak bisa mandi sampai jam 10 baru nyala lagi. Gak betah banget, ge...