Senin, 23 Februari 2015

Jika Rapuh, Maka Hancurlah, Jika Hancur, Maka Habislah..

"Wanita adalah tiang negara. Bila baik wanita, maka baiklah negara dan bila rusak, maka runtuhlah generasi. Pada waktunya runtuhlah negara."

Sebuah kalimat yang seringkali dikutip untuk menjelaskan betapa penting peran wanita untuk masa depan sebuah negara. Wanita disebut sebagai tiang, karena wanita dapat dikatakan sebagai pondasi untuk sebuah negara yang kuat, memang pada dasarnya negara yang kuat juga ditunjang oleh sistem pemerintahan dan juga pertahanan yang kuat.

Bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang kuat untuk meneruskan perjuangan, sedangkan generasi yang kuat tidak akan lahir dari wanita yang lemah, rapuh apalagi hancur. Bukan lemah, rapuh, ataupun hancur secara fisik , melainkan sikap, kepribadian, moral, dan akhlak. Karena kekuatan tentang pemahaman moral dan nilai  lebih penting dibandingkan fisik yang kuat. Wanita akan menjadi sumber pendidikan yang utama dan pertama bagi anak-anaknya, setiap anak akan selalu dekat dengan ibunya, sehingga sikap dan perilaku seorang ibu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Jika sang ibu sering berperilaku tidak baik di depan anaknya, maka anak tersebut akan mencontoh apa yang dilakukan ibunya.  

Jika wanitanya rapuh, hancurlah bangsanya, jika wanitanya hancur, habislah bangsa tersebut. Demikian ungkapan ekstremnya untuk peran wanita yang sangat penting bagi suatu bangsa. Wanita memiliki peran strategis, peran dalam pendidikan sebagai sekolah pertama, pendidik dan pembina pertama untuk anak-anaknya, peran dalam sosial, serta peran dalam lingkup yang lebih luas, yaitu kebangsaan.  

Secara formal, pendidikan anak didapatkan dari sekolah, namun sebelum memasuki sekolah formal, anak akan mendapatkan pendidikan nonformal, pendidikan agama, nilai, moral, akhlak, sehingga wanita dituntut untuk memahami dan menguasai ilmu agama dan dapat memberikan contoh perilaku yang baik terhadap anak-anaknya. Bukan hanya itu, wanita juga dituntut untuk mengusai ilmu-ilmu yang lain, untuk mempersiapkan anaknya, ilmu yang paling sederhana adalah ilmu membaca dan menulis, ilmu pengetahuan umum dan sains. Sebab tak jarang juga anak-anak bertanya dengan polos tentang apapun yang mereka lihat, katakan, dan rasakan, sehingga ibu harus dapat menjawab dan menjelaskannya dengan tepat untuk memuaskan rasa penasaran mereka terhadap suatu hal.

Peran sosial wanita salah satunya sebagai agen perubahan dalam masyarakat dan juga komunitasnya. Kegemaran wanita untuk hanya sekedar berkumpul dan membicarakan suatu topik seperti dalam suatu arisan berpotensi untuk membuat suatu wadah yang efektif dalam penyampaian informasi ataupun pencerdasan. Sharing permasalahan, sehingga dapat ditemukan solusi yang terbaik dari hasil diskusi bersama.  Namun tidak hanya itu, dalam memenuhi peran sosial, wanita dituntut untuk memiliki keterampilan, keahlian (softskill) dan life skill. Saat ini banyak sekali organisasi-organisasi khusus wanita mengadakan kursus dan training keterampilan untuk meningkatkan kompetensi wanita. Karena kompetensi ini juga berguna untuk meningkatkan produktivitas wanita sehingga mampu menempati posisi yang lebih tinggi dan terhormat dalam lingkungan sosial, kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengutip perkataan Charles Fourier bahwa “ Tinggi rendahnya tingkat kemajuan suatu masyarakat, ditetapkan oleh tinggi rendahnya tingkat kedudukan perempuan di dalam masyarakat itu”.
Peran ketiga yaitu kebangsaan, wanita memiliki peluang untuk berada di tingkat legislatif, eksekutif dan ruang publik lainnya. Pengembangan kebijakan mengenai wanita dapat ditingkatkan karena wanita sendiri yang mengerti kebutuhan mereka, sehingga kebijakan akan lebih tepat sasaran. Untuk dapat masuk ke ruang publik, kompetensi yang dibutuhkan akan lebih tinggi lagi, kemampuan intelektual, kemampual spiritual dan ekonomi yang mendukung. Oleh karena itu, kompetensi seorang wanita akan sangat menentukan pengaruh yang akan diberikan oleh wanita tersebut. Semakin tinggi kompetensi yang dimiliki maka akan semakin besar pengaruhnya bagi bangsa.
Cara yang lebih efektif untuk meningkatkan kompetensi wanita Indonesia adalah dengan menumbuhkan kesadaran wanita Indonesia untuk lebih mengerti peran strategis mereka terhadap bangsa ini, lebih aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat menambah dan meningkatkan kemampuan mereka.

Jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi pada bangsa ini dikarenakan wanita-wanitanya kurang baik. Jangan sampai jumlah anak terlantar semakin meningkat karena banyaknya wanita yang tidak bisa menjaga dirinya sehingga hamil diluar nikah. Jangankan untuk menjalankan peran pendidikan dalam keluarga, peran sosial ataupun peran dalam bernegara, jika peran dirinya sendiri sebagai seorang wanita yang seharusnya menjaga diri dan kehormatan tidak bisa dia jalani dengan baik. Karena itu, pendidikan, dan pembinaan wanita sangatlah penting untuk keberlangsungan masa depan negara yang lebih baik, sebelum semuanya terlambat.

Wanita-wanita Indonesia harus kuat, kuat secara ekonomi, karena telah berhasil menjadi wirausaha yang sukses, mampu menopang perekonomian keluarga serta berpartisipasi dalam menopang perekonomian negara, kuat secara fisik karena meskipun kekuatan laki-laki lebih besar, tetapi wanita yang kuat secara fisik adalah wanita yang mampu menjaga kesehatannya dengan menjaga makanan dan pola hidup sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit. Wanita yang kuat secara intelektual, karena selalu ingin tahu tentang hal baru, tentang banyak hal, dan akhirnya memiliki posisi yang sejajar dengan laki-laki dalam segi intelektual, sehingga tidak mudah untuk ditipu dan dilenakan oleh nafsu atau lelaki manapun yang berniat tidak baik. Terakhir adalah wanita yang kuat secara spritual, wanita yang mampu menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari hal-hal buruk yang dapat merusak dirinya dan memudarkan kecantikan hatinya. Demikian beberapa hal yang seharusnya terjadi dan wanita miliki supaya wanita dapat menjalankan peran strategisnya dengan baik, sehingga membantu bangsa ini untuk merancang masa depannya yang lebih baik lagi.


                
Tulisan ini dibuat sebagai syarat untuk lolos mengikuti Womanpreneur Summit 2013 di Jakarta, daripada jadi draft, akhirnya saya posting ulang di blog,, :) semoga bermanfaat ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih banyak ya komennya,, :) mudah2an komennya yg membangun, dan bisa bikin saya dan tulisannya jd lebih baik,,

Hikmah Tak Ada Air

Bismillah Hari ini mulai sore tadi pompa air di rumah ga nyala. Jadinya gak bisa mandi sampai jam 10 baru nyala lagi. Gak betah banget, ge...