Jumat, 15 Mei 2015

Oleh-oleh Mabit DT

Bismillah,
Dear reader.. apa kabar?
niatnya sih mau posting tiap hari min 1 postingan, tapi apa daya mood tak sampai,, hehe
aku sekarang cuma mau ngshare sedikit ilmu dari mabit kemaren,,
kalau ada yg belum tau mabit, mabit itu singkatan dari malam bina iman dan takwa, acaranya biasanya dimulai bada maghrib sampai jam 6 pagi, ngapain aja? solat berjamaah, dengerin ceramah, tahajud bareng, dan kuliah subuh,,

Biasanya kalau di bandung di DT ada tiap minggu, malam jumat, dan tiap akhir bulan ada mabit juga di masjid PT.DI, awalnya sih setahu aku, mabit itu waktu SMP khusus buat ikhwan aja alias cowok, yang cewek namanya bukan mabit, tapi Jalasah Ruhiyah,, kalau JR ini sih gak pake nginep, cuma denger kajian sama baca al-ma'tsurat (dzikir agi dan petang)


Ngapain sih mabit?

Niat yang pertama untuk Allah aja, ikhlas, murni karena Allah, selain itu kita juga bisa silaturahmi sama peserta mabit yg lain, nambah kenalan juga, kayak kemaren saya nambah kenalan anak UPI, hehe , ya kalaupun dateng sendiri, Insya Allah dapet temen baru disana, asalh ga usah malu aja untuk saling menyapa, kalau kata aa gym, silaturahmi itu caranya 5S, senyum, sapa, salam, sopan, santun..
pertama2 ya kita senyum aja dulu, kalau senyumnya dibales baru deh disapa, haai,, assalamu'alaikum,, udah gitu mulai bertanya dengan hati, gak cuma basa basi, dari mana? kuliah dimana? kesini sendiri aja? #samadong, ya begitulah kira2 yang biasa ditanyain.. dan terakhir kita berharap dengan ikut mabit itu bisa jadi pemberi naungan kelak di hari kiamat, karena ada 7 golongan manusia yg akan diberi naungan, salah satunya adalah pemuda yang hatinya terpaut pada masjid, mudah2an kita semua termasuk di dalamnya,, aamiin,, 

okedeh, langsung yaa, kemarin itu kajiannya tentang nasehat Rasulullah kepada Abu Dzar al ghifari, siapa itu abu dzar? beliau adalah salah satu sahabar Rasulullah dan tentu saja nasehat ini juga berlaku buat kita sebagai umatnya,, cekidot






7 Wasial Rasulullah

1. Mencintai Orang Miskin
Wasiat ini berlaku umum untuk seluruh umat Islam. Yang dimaksud dengan mencintai adalah lebih kepada sikap dan perlakuan kita terhadap orang-orang miskin. Kita dituntut untuk berlaku tawadhu, duduk bersama mereka, menolong mereka, serta turut bersabar bersama mereka. Menolong dan berbagi dengan mereka, adalah salah satu bukti paling nyata dan kongkret dari rasa cinta kita terhadap orang miskin. Berbagi dan menolong terhadap sesama tentu saja akan mendatangkan Ridha-Nya dan kasih sayang-Nya, seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW

Barangsiapa menghilangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang-orang yang dililit utang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan di akhirat.


2. Melihat pada orang yang lebih rendah dalam hal materi dan penghidupan

Jauh dari syukur, itulah sifat dasar dari manusia, oleh karena itu Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk melihat kepada orang yang lebih rendah dalam hal materi dan penghidupan, agar kita senantiasa berterimakasih dan bersyukur atas segala sesuatu yang telah Allah berikan kepada kita. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu” (HR. Bukhari)

Namun, dalam hal beribadah justru sebaliknya, kita dianjurkan untuk melihat kepada mereka yang berada di atas kita, mereka yang ibadah dan akhlaknya lebih baik dari kita. Mengapa demikian? Hal ini akan memotivasi kita dan membuat kita senantiasa untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan meraih Ridha-Nya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Dan untuk yang demikian itu, hendaknya orang berlomba-lomba” (QS. Al-Muthaffifin [83]: 26)


3. Menyambung silaturahim

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, dan senantiasa berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama manusia. Maka, silaturahim merupakan salah satu ibadah yang paling dianjurkan dan diwajibkan dalam Islam. Seperti peringatan dan ancaman-Nya dalam firman “Maka, apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (QS. Muhammad [47]: 22-23)


4. Memperbanyak ucapan “La Haula Walaa Quwwata Illa Billah”

Ketika seorang hamba mengucapkan kalimat La haula walaa quwwata illa billah dengan sepenuh hati, berarti bahwa hamba tersebut telah mengakui ketidakberdayaan dan kelemahannya di hadapan Allah SWT, tiada kesombongan sedikit pun terbesit bagi mereka yang telah mengucapkan kalimat ini dengan sepenuh hati dan jiwa.


5. Berani berkata benar meskipun pahit

Berkata benar, terkadang memang terasa sulit, terlebih jika kebenaran tersebut adalah kebenaran yang terasa pahit untuk diucapkan dan disampaikan. Berbagai alasan pun melatarbelakangi hal ini, mulai dari rasa sungkan, atau rasa segan karena yang sedang kita hadapi adalah orang yang memiliki derajat atau kedudukan lebih tinggi. Hal ini, tentu saja bertentangan dengan apa yang Rasulullah sabdakan: “Jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat yang haq (benar) kepada penguasa yang zhalim”.

6.Tidak takut celaan ketika berdakwah di jalan Allah

Berbagai cobaan dan siksaan yang menimpa Rasulullah ketika berdakwah tentu tidak diragukan lagi kebenarannya. Cobaan dan siksaan yang begitu perih dan pedih dialami oleh Rasulullah dan para sahabat-Nya dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam, namun hal itu tidak sedikit pun membuat mereka gentar dan takut, karena mereka percaya dengan janji Allah yang begitu manis dan indah.

Dakwah, sedari dulu, memang bukan hal yang mudah dan pasti akan mengalami banyak hambatan dan cobaan. Hambatan, rintangan, dan perlawanan tentu akan datang dari mereka yang tidak menyukai melihat Islam berjaya. Hambatan dan rintangan yang berat ini bukan tidak mungkin akan menyurutkan langkah kita dalam berdakwah, namun Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tetap bersikap berani dan pantang menyerah dalam menyampaikan kebaikan (QS. Al-Ahzaab [33]: 39).

Allah begitu mencintai siapa pun yang mengutarakan kebenaran dari ajaran-Nya, seperti yang Allah sampaikan dalam surat Al-Maidah [5]: 54. Jaminan mendapatkan surga pun telah dijanjikan-Nya bagi siapa pun yang berdakwah di jalan-Nya. Dakwah memanglah tidak mudah, maka dakwah harus dilakukan semata untuk mendapatkan Ridha-Nya agar kita tidak dengan mudah berhenti dan keluar dari barisan dakwah yang begitu mulia ini.

7. Tidak meminta-minta

Meminta-minta adalah perbuatan yang sama sekali tidak mencerminkan sikap dan jiwa dari seorang muslim yang baik. Meminta-minta adalah haram hukumnya dalam Islam, karena Islam mengajarkan setiap umatnya untuk senantiasa berusaha dan berjuang untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Hidup memanglah tidak mudah dan membutuhkan perjuangan yang besar untuk dapat tetap bertahan, oleh karena itu Islam mengharamkan hal ini dan mendidik setiap umatnya agar dapat menjadi manusia yang tangguh dan tidak bermental “peminta-minta

Demikian lah ke tujuh wasiat Rasulullah yang disampaikan kepada Abu Dzar Al-Ghifari, semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat. Semoga apa yang kita lakukan di dunia ini semuanya berdasar pada akhlak-akhlak Rasulullah SAW, agar di hari akhir dan di akhirat kelak, kita termasuk hamba-Nya yang mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Amin ya Rabbal Alamin.
Allahualam bisshawab.
* Diadaptasi dari buku karya Abdullah Gymnastiar dengan beberapa perubahan (penambahan dan pengurangan) oleh penulis.

dan sumber pendukung : 
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/21/20570/7-wasiat-rasulullah-kepada-abu-dzar-al-ghifari/#ixzz3aBBwmer1 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih banyak ya komennya,, :) mudah2an komennya yg membangun, dan bisa bikin saya dan tulisannya jd lebih baik,,

Hikmah Tak Ada Air

Bismillah Hari ini mulai sore tadi pompa air di rumah ga nyala. Jadinya gak bisa mandi sampai jam 10 baru nyala lagi. Gak betah banget, ge...